kampung merasa berau ketika konservasi alam dan budaya dayak menjadi satu - News | Good News From Indonesia 2026

Kampung Merasa Berau, Ketika Konservasi Alam dan Budaya Dayak Menjadi Satu

Kampung Merasa Berau, Ketika Konservasi Alam dan Budaya Dayak Menjadi Satu
images info

Kampung Merasa Berau, Ketika Konservasi Alam dan Budaya Dayak Menjadi Satu


Di Kalimantan Timur, ada destinasi wisata yang tidak bisa diringkas dengan satu kata.

Kampung Merasa, yang terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, menawarkan tiga hal sekaligus dalam satu kawasan, yaitu hutan tropis yang masih utuh, tradisi Suku Dayak Kenyah yang hidup dan bukan sekadar pertunjukan, serta program konservasi orangutan yang bisa disaksikan langsung oleh wisatawan.

Kampung ini berjarak sekitar 45 km dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, sehingga perlu melintasi beberapa perkampungan serta hutan tropis untuk mencapainya. Sebuah perjalanan yang justru sudah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.

Ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Pemerintah Kabupaten Berau pada 2018, Kampung Merasa juga berhasil masuk dalam 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sebuah pengakuan yang menandai kualitas pengelolaannya yang berbasis komunitas.

Yang membuat Kampung Merasa berbeda dari banyak desa wisata lain adalah kenyataan bahwa semua yang ditawarkan di sini bukan atraksi yang dibangun dari nol untuk wisatawan. Ini adalah kehidupan nyata masyarakat Dayak Kenyah yang kemudian dibuka untuk disaksikan dan diikuti oleh siapa pun yang datang dengan niat yang tepat.

 

Sekilas Mengenai Kampung Merasa

Kampung Merasa terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, di kawasan perbukitan dengan iklim hutan hujan tropis. Masyarakatnya adalah Suku Dayak Kenyah, salah satu sub-suku Dayak yang dikenal dengan tradisi seni yang kaya, termasuk musik sape dan tarian adat yang masih aktif dijalankan dalam keseharian.

Seluruh pengembangan dan pengelolaan wisata di Kampung Merasa berbasis masyarakat, dikelola oleh Pokdarwis Kampung Merasa yang beranggotakan 16 orang aktif.

Pemerintah Desa berkontribusi melalui penerbitan SK Pokdarwis dan pelatihan kepariwisataan, sementara Pemkab Berau mendukung melalui promosi di berbagai platform resmi. Pendekatan ini menjamin bahwa manfaat ekonomi dari kunjungan wisata langsung dirasakan oleh warga setempat.

Salah satu produk unggulan kampung yang sudah melampaui batas lokal adalah kakao organik Kampung Merasa. Sekitar 74 persen pohon kakao di Kampung Merasa tumbuh di sepanjang tepi Sungai Kelay, sehingga biji kakao dari kampung ini masuk dalam dalam delapan besar di ajang Cacao Excellence Award Indonesia, membuka jalan ke ajang Paris Salon du Chocolat.

Produk cokelat jadinya didesain oleh desainer asal Berlin dalam kolaborasi dengan Pipiltin Cocoa, dengan kemasan bergambar burung enggang, simbol khas budaya Dayak.

 

Daya Tarik Utama Kampung Merasa

Kampung Merasa memiliki tiga dimensi wisata yang masing-masing punya bobotnya sendiri dan bisa dinikmati dalam satu kunjungan.

Untuk wisata alam, daya tarik utamanya adalah tebing karst dengan permukaan batu bergelombang berwarna cokelat kehitaman yang terlihat seperti pahatan alam berusia jutaan tahun.

Wisatawan bisa mendaki menuju puncaknya atau menyusuri kaki tebing dari atas perahu di Sungai Kelay. Sungai Kelay sepanjang 155 kilometer dengan lebar hingga 7 kilometer ini mengalir dengan arus yang tenang, menjadikannya jalur susur sungai yang nyaman sekaligus memberikan sudut pandang terbaik untuk melihat tebing karst dari bawah.

Destinasi alam lainnya yang bisa dijelajahi meliputi Air Terjun Jenum, Goa Mulut Besar, Pulau Malam Minggu atau Long Keling, dan Puncak Long Sam.

Untuk wisata budaya, momen paling meriah adalah Festival Budaya Meja Panjang atau Uma Dadou, sebuah pesta rakyat sebagai ungkapan syukur atas panen yang menyajikan tarian tradisional Dayak, pertunjukan menyumpit, alunan musik sape, parade pakaian adat, dan festival kuliner tradisional.

Di luar festival, pengunjung bisa ikut berburu tradisional, belajar membuat kerajinan tangan dari hasil hutan, dan menyaksikan ritual nyihep atau menangkap ikan dengan tangan kosong. Pengunjung yang tiba di Air Terjun Bawan Batu biasanya disambut dengan pertunjukan tari Dayak dan musik sape secara langsung.

Dimensi ketiga yang paling unik adalah wisata konservasi satwa. The Centre for Orangutan Protection (COP) yang berada di kawasan hutan lindung Kampung Merasa berfungsi sebagai tempat rehabilitasi orangutan sebelum dilepasliarkan. Dua orangutan bernama Nigel dan Hercules menghuni pusat observasi ini dan bisa dikunjungi dengan pendampingan petugas yang kompeten.

 

Akses Menuju Kampung Merasa

Pintu masuk utama menuju Kampung Merasa adalah melalui Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau.

Tersedia penerbangan reguler dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda ke Bandara Kalimarau di Berau. Dari Bandara Kalimarau, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju Kampung Merasa sejauh sekitar 45 km, melewati beberapa perkampungan dan kawasan hutan tropis.

Tidak ada angkutan umum reguler dari Tanjung Redeb menuju Kampung Merasa. Pilihan yang tersedia adalah membawa kendaraan pribadi atau menyewa mobil berikut sopirnya dari Tanjung Redeb.

Waktu tempuh dari Tanjung Redeb sekitar 1 hingga 1,5 jam tergantung kondisi jalan. Kondisi jalan menuju kampung sudah beraspal di sebagian besar rute, meski beberapa segmen melewati area hutan yang perlu kehati-hatian lebih saat musim hujan.

Bagi yang datang dari Samarinda, jaraknya sekitar 434 km dengan waktu tempuh sekitar 10 jam menggunakan kendaraan. Disarankan untuk bermalam di Tanjung Redeb terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Kampung Merasa.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kampung Merasa buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Untuk kunjungan ke masing-masing destinasi wisata, tiket masuk dikenakan Rp15.000 per tujuan. Bagi yang ingin menyusuri Sungai Kelay menggunakan perahu, biaya yang perlu disiapkan adalah Rp25.000 per orang.

Tersedia pula layanan pemandu wisata dan paket wisata terpadu dengan biaya Rp700.000 yang sudah mencakup fasilitas pendampingan penuh dari pengelola.

Bagi yang ingin menginap, homestay di rumah warga tersedia dan bisa dikoordinasikan langsung dengan Pokdarwis Kampung Merasa. Informasi reservasi, jadwal festival, dan paket wisata bisa diperoleh melalui pengelola Pokdarwis Kampung Merasa di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau.

 

Ayo Berkunjung ke Kampung Merasa!

Kampung Merasa adalah pilihan yang tepat untuk Kawan GNFI yang ingin wisata dengan substansi, bukan sekadar foto dan pulang.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dan dialami di sini, dari alam hingga budaya hingga konservasi, semuanya dalam satu perjalanan.

Rencanakan kunjungan dengan menghubungi Pokdarwis terlebih dahulu, terutama jika ingin menyesuaikan jadwal dengan Festival Meja Panjang atau kegiatan budaya lainnya yang berlangsung pada waktu tertentu. Selamat berkunjung!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.