AIESEC in USU kembali melanjutkan rangkaian program AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak melalui penyelenggaraan Capacity Building 2 yang dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting.
Sesi ini mengusung tema “The Problem Cracker: Decoding Roots with AI & Empathy”, yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis serta memahami permasalahan secara lebih mendalam dan terstruktur.
Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk melihat bahwa sebuah solusi yang berdampak harus diawali dengan pemahaman masalah yang tepat, mendalam, dan berbasis empati terhadap kondisi di sekitar.
Pada sesi ini, AIESEC in USU menghadirkan Sares Wari, seorang Tech Founder dan AI Specialist, yang telah berpengalaman dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memahami bahwa banyak solusi gagal bukan karena kurangnya ide, tetapi karena kesalahan dalam mengidentifikasi masalah utama.
Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar problem mindset, yaitu kemampuan untuk membedakan antara gejala (symptoms) dan akar masalah (root causes).
Peserta diajak untuk tidak hanya melihat permasalahan dari permukaan, tetapi menggali lebih dalam faktor-faktor utama yang menyebabkan suatu isu terjadi.
Hal ini menjadi krusial karena kesalahan dalam memahami masalah akan berujung pada solusi yang tidak tepat sasaran.
Untuk mendukung proses analisis tersebut, peserta dibekali dengan berbagai kerangka berpikir terstruktur seperti Problem Tree dan metode 5 Whys, yang membantu dalam mengidentifikasi hubungan antara penyebab, masalah utama, dan dampak yang dihasilkan.
Dengan pendekatan ini, peserta dapat menyusun pemahaman masalah yang lebih jelas, terarah, dan berbasis logika. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya mengaitkan permasalahan dengan kerangka global melalui Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs merupakan agenda global yang disusun oleh PBB dan terdiri dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada berbagai isu dunia, seperti pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, kesehatan, pengurangan kemiskinan, hingga penanganan perubahan iklim.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa permasalahan yang mereka temui di lingkungan sekitar sebenarnya memiliki keterkaitan dengan tantangan global yang lebih luas.
Dengan menghubungkan isu yang dipilih dengan SDGs, peserta dapat melihat dampak sosial dari masalah tersebut secara lebih komprehensif sekaligus mengembangkan solusi yang lebih relevan, terarah, dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya membantu dalam memahami dampak masalah secara lebih luas, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan solusi yang lebih relevan secara global.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, sesi ini juga menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) sebagai co-pilot dalam proses analisis dan validasi ide.
AI dimanfaatkan untuk membantu mengolah data, mengidentifikasi pola, serta mempercepat eksplorasi solusi, sehingga peserta dapat menghasilkan ide yang lebih terukur dan berbasis insight.
Pemanfaatan teknologi ini juga memberikan gambaran nyata kepada peserta tentang bagaimana AI dapat digunakan secara etis dan strategis dalam proses pengambilan keputusan.
Tidak hanya berfokus pada pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan interactive session yang memungkinkan peserta untuk langsung mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari.
Dalam kelompok masing-masing (homegroup), peserta menganalisis permasalahan yang telah mereka pilih dengan menggunakan framework yang diberikan, kemudian menyusun problem statement yang jelas sebagai dasar dalam pengembangan solusi pada tahap selanjutnya.
Tentunya ini akan membantu peserta untuk memahami bagaimana sebuah ide solusi perlu dibangun berdasarkan analisis masalah yang terarah dan mendalam.
Melalui Capacity Building 2 ini, AIESEC in USU berharap para peserta dapat membangun fondasi yang kuat dalam memahami masalah secara mendalam sebelum merancang solusi.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, berbasis empati, dan didukung oleh teknologi, diharapkan solusi yang dihasilkan nantinya menjadi lebih tepat sasaran, berdampak nyata, serta berkelanjutan.
Sebagai bagian dari keseluruhan kurikulum AIESEC Future Leaders, sesi ini menjadi tahapan penting yang menjembatani proses dari understanding the problem menuju creating impactful solutions.
Dengan semangat “empowering youth through leadership experiences”, AIESEC in USU terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan berdampak, guna membentuk generasi muda yang mampu berpikir kritis, berempati, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


