Apakah Kawan GNFI sekalian sering kali merasa kesulitan dalam menemukan makna dalam memberi? Dalam beberapa waktu, berbagai pertanyaan sering timbul di benak kita: apa esensi dari memberi? Bagaimana pemuda mampu memberikan makna atau dampak bagi kita sendiri?
Menemukan makna dalam memberi kepada orang lain bukanlah proses yang terjadi dalam sekejap. Banyak dari kita yang awalnya hanya ingin membantu. Namun, justru menemukan fakta-fakta baru mengenai diri kita sendiri.
Kini, membantu atau memberi bukan lagi soal melakukan kebaikan, melainkan juga soal memahami nilai hidup kita, melihat berempati dengan perspektif orang lain, dan juga menyadari bahwa kita pada dasarnya merupakan masyarakat yang saling terhubung satu sama lain.
Ketika seseorang terlibat dalam kegiatan sosial, dia tak hanya melihat suatu isu yang terjadi dalam masyarakat, tetapi juga merasakannya. Dari situ, munculah pemahaman mengenai realita bahwa setiap orang memiliki kisah dan tantangannya masing-masing.
Perlahan sudut pandang dari orang tersebut mulai beralih, dari yang semula hanya berfokus pada diri sendiri, menjadi lebih peduli terhadap orang lain di sekitarnya.
Di sini, makna dari memberi mulai terasa, bukan karena besar atau kecilnya hal yang kita beri, tetapi karena proses yang kita lalui.
Menariknya, justru dengan hal-hal sederhana seperti berbagi ilmu, membantu orang lain untuk memahami sesuatu, hingga aktif bekerja sama mampu memberikan dampak yang berarti.
Dari situ kita belajar bahwa dunia tidak selalu mengharapkan kontribusi yang besar, melainkan hanya kemauan dan keterlibatan yang konsisten.
Salah satu cara untuk merasakan proses ini adalah dengan mengikuti kegiatan sukarelawan. Dalam kegiatan ini, seseorang tidak hanya memberi, tetapi juga belajar, beradaptasi, dan berkenalan dengan orang-orang baru. Dengan begitu, pengalaman mereka menjadi lebih hidup dan bermakna.
Hal ini terlihat dalam Local Volunteer Summer Peak yang akan dilangsungkan pada 29 Mei—15 Agustus 2026. Local Volunteer menjadi wadah para pemuda untuk berkontribusi kepada masyarakat sekaligus mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Dengan berfokus pada upaya pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs), pemuda diarahkan untuk memahami isu sosial secara langsung sekaligus berperan aktif dalam memberi dampak.
Sebelum memulai membuat dampak secara nyata, peserta Local Volunteer akan dipandu untuk mengikuti sesi bootcamp terlebih dahulu, supaya peserta memiliki bekal komunikasi dan beradaptasi yang memadai.
Kemudian, dalam tahap pelaksanaan, peserta akan terlibat dalam pembelajaran yang interaktif dan pertukaran budaya bersama dengan Exchange Participants.
Pengalaman ini terbukti tidak hanya memberikan dampak kepada masyarakat luas, tetapi juga kepada para pesertanya. Sebagai salah satu peserta Local Volunteer sebelumnya, Ligia Natasya turut mengungkapkan bahwa pengalamannya dalam program itu menjadi salah satu pengalaman yang bermakna, lantaran dirinya sangat menikmati memberi sesuatu kepada orang lain.
Terlebih, dengan program yang berfokus pada SDGs, Ligia merasa telah menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.
Dengan demikian, dapat kita lihat bahwa makna dari memberi tidak selalu dilihat dari hasil akhir, melainkan juga dari perjalanan yang dilaluinya.
Melalui interaksi dan keterlibatan langsung dalam masyarakat, kita tidak hanya memberi kepada orang lain, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang terbuka dan reflektif.


