Pernahkah Kawan GNFI merasa selalu berjalan di situ-situ saja? Bukan karena tidak ada aktivitas yang dilakukan, tetapi karena rasanya tidak ada tantangan baru yang benar-benar menguji kapasitas diri kita.
Kita sering kali terjebak dalam rutinitas yang aman dan nyaman, sampai tidak sadar kita kehilangan kesempatan untuk melihat sejauh mana kita bisa berkembang.
Rasa ragu biasanya menjadi penghalang utama bagi anak muda. Kita sering merasa belum cukup pintar, belum cukup berani, atau belum memiliki pengalaman yang memadai untuk mencoba hal-hal baru. Ketakutan akan kegagalan dan penilaian orang lain terhadap diri kita, membuat individu menjadi diam di tempat.
Namun, jika kita terus menunggu sampai merasa benar-benar siap, kapan kita akan mulai melangkah? Bukankah kualitas diri justru terbentuk saat kita berani mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang baru?
Sebenarnya, pertumbuhan diri itu tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses adaptasi yang konsisten. Salah satu cara untuk keluar dari zona nyaman tersebut adalah dengan melibatkan diri dalam kegiatan yang berdampak luas, seperti aktivitas sukarelawan (volunteer).
Program tersebut dapat Kawan GNFI rasakan melalui Local VolunteerSummer Peak: On The Map and Youth For Impact yang akan dilaksanakan pada 29 Mei—15 Agustus 2026.
Program ini hadir sebagai jawaban bagi keresahan pemuda yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mengembangkan kapasitas dirinya.
Program yang berlangsung selama 4—6 minggu tersebut dibentuk bukan hanya untuk membantu sesama individu. Akan tetapi, anak muda akan diminta untuk keluar dari zona nyamannya untuk mencoba hal-hal baru guna mengembangkan kompetensinya.
Perjalanannya juga tidak akan membosankan karena diawali dengan sesi bootcamp untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi dan kolaborasi antarbudaya.
Di sini, peserta diajak untuk memahami cara bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki sudut pandang yang berbeda dari kita.
Menariknya, ketika sudah memasuki tahap realisasi, tantangannya pun menjadi lebih intens karena peserta lokal akan berkolaborasi langsung dengan peserta internasional (Exchange Participants) untuk berkontribusi pada isu Sustainable Development Goals (SDGs) terutama mengenai kualitas pendidikan.
Pengalaman ini memberikan ruang bagi mereka untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai kepemimpinan dalam lingkungan yang global dan inklusif.
Terbukti dari pengalaman Ligia Natasya, salah satu peserta yang sebelumnya telah mengikuti program Local Volunteer. Berikut ulasan singkat yang telah dibagikan oleh dirinya.
“I’m literally in love with this six weeks volunteer project. I really like things that allow me to give something of myself to others, which is why I joined this program. Joining a program that focuses on SDGs also makes me feel that this is a very wise choice”.
Seperti yang diungkapkan Ligia, terdapat kepuasan tersendiri saat dirinya menyadari bahwa kontribusi kecil mampu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena penyelenggara percaya bahwa tidak ada individu yang langsung sempurna sejak awal. Mereka harus memiliki kemauan untuk terus berproses agar dapat bertumbuh lebih baik dari sebelumnya.
Jadi, pilihan berada di tangan Kawan GNFI sekalian. Apakah akan tetap berada di titik yang sama atau berani mengambil tantangan untuk menggali potensi baru di dalam diri? Perlu diingat bahwa masa muda adalah waktu yang paling berharga untuk mengeksplorasi diri. Jadi, jangan biarkan keraguan menjadi penghambat untuk berkembang.


