mengenal situs gemekan tempat ditemukannya prasasti yang lebih tua dari majapahit - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Situs Gemekan, Tempat Ditemukannya Prasasti yang Lebih Tua Dari Majapahit

Mengenal Situs Gemekan, Tempat Ditemukannya Prasasti yang Lebih Tua Dari Majapahit
images info

Mengenal Situs Gemekan, Tempat Ditemukannya Prasasti yang Lebih Tua Dari Majapahit


Awal bulan Mei 2026 adalah waktu yang menggembirakan untuk para pecinta sejarah, khususnya bagi Kawan GNFI yang tertarik pada masa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara. Seperti yang dilaporkan oleh akun instagram @aslimojokertocom, prasasti ini diyakini memiliki umur yang lebih tua dari Kerajaan Majapahit. Belum ada informasi dari para arkeolog mengenai isi dari prasasti ini. Yang pastinya, kabar ditemukannya prasasti ini tentu menarik minat para pecinta sejarah Nusantara.

(Preview akan muncul di halaman artikel)

Pada tulisan ini, Kawan GNFI akan diajak untuk berkenalan dengan situs tempat ditemukannya prasasti tersebut. Situs ini bernama Situs Gemekan yang terletak di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Mengenal Situs Gemekan

Situs Gemekan diperkirakan berasal pada abad kesepuluh. Sebelum diekskavasi secara lebih lanjut, situs ini hanya berbentuk semacam gundukan tanah dengan tinggi kurang lebih dua meter. Situs Gemekan dibangun di lahan seluas kurang lebih 144 meter persegi.

Papan Nama Situs Gemekan © Dokumentasi Pribadi

Sebelum diekskavasi, warga sekitar sudah menganggap bahwa lokasi ini dikeramatkan. Awalnya, warga masyarakat menemukan sebuah sumur dan struktur batu bata. Setelah itu, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (BPCB Jatim) melakukan penelitian dan ekskavasi di area Situs Gemekan.

Hasil penggalian menunjukkan bahwa memang ada struktur bangunan yang ada di area bekas gundukan tanah ini. Struktur bangunan yang ditemukan berbentuk seperti sebuah tanda plus, dengan inti bangunan berada di tengah, dan terdapat bagian yang menjorok keluar di keempat sisinya.

Kalau Kawan GNFI mengintip di pusat candi, Kawan akan melihat sebuah sumur berbentuk persegi empat. Sayangnya yang tersisa dari struktur candi di Situs Gemekan hanya berupa struktur pondasi atau bagian bawah candi. Sedangkan bagian badan dan atas candi sudah dalam kondisi runtuh.

baca juga

Candi Perwara di Situs Gemekan © Dokumentasi Pribadi

Struktur candi di Situs Gemekan menghadap ke arah timur. Di depannya, Kawan GNFI akan menemukan tiga buah candi berukuran kecil. Tiga candi ini berfungsi sebagai candi perwara atau candi pendamping. Masing-masing candi perwara berukuran sekitar 160 x 160 cm. Ketiganya dipercaya berfungsi untuk menyimpan arca tunggangan dari trimurti atau tiga dewa utama dalam kepercayaan Hindu, yakni Brahma, Wisnu, dan Siwa. Namun arca ini sudah tidak ditemukan di sekitar Situs Gemekan.

Bukan Prasasti Pertama yang Ditemukan

Pada tanggal 7 hingga 12 Februari 2022, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (BPCB Jatim) juga menemukan dan mengekskavasi sebuah prasasti di Situs Gemekan. Prasasti ini bernama Prasasti Masahar.

Prasasti Masahar berasal dari masa Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan informasi ini, kita dapat mengetahui kalau usia prasasti ini lebih tua 300 tahun lebih awal sebelum Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit. Prasasti ini sebenarnya berbentuk segi lima yang sayangnya tidak dalam kondisi yang utuh.

Prasasti ini menjelaskan bahwa Mpu Sindok meresmikan bahwa sawah di wilayah Masahar sebagai tanah sima atau tanah bebas pajak. Sawah tersebut dibeli oleh Rakai Hanyangan bersama putrinya dengan emas sebanyak 3 kati 5 swarna. Dalam prasasti ini, candi di Situs Gemekan disebut sebagai bangunan suci yang menjulang tinggi. Prasasti ini juga mengandung kutukan dan hukuman bagi mereka yang melanggar ketentuan penguasa saat itu.

Keberadaan Situs Gemekan menunjukkan bahwa sejarah Nusantara berisi peninggalan hebat dari sejarah di masa lampau. Indonesia memiliki peran penting untuk melanjutkan tongkat estafet peradaban hebat sejak masa lalu.

Jadi, apakah Kawan GNFI tertarik untuk berkunjung?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.