9 mei di rusia - News | Good News From Indonesia 2026

9 Mei di Rusia

9 Mei di Rusia
images info

9 Mei di Rusia


Pada 9 Mei 2026, Rusia memperingati tahun ke-81 Hari Kemenangan (Victory Day) atas Nazi Jerman dengan parade militer di Lapangan Merah, Moskwa. Peringatan yang dihadiri oleh Presiden Vladimir Putin tersebut berlangsung di tengah pengamanan ketat. Diberitakan bahwa parade yang diselenggarakan itu lebih sederhana atau berskala terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena ada kekhawatiran musuh Rusia saat ini, Ukraina, akan menyerang tempat upacara di Lapangan Merah tersebut.

Ukraina memang sebelum tanggal 9 Mei 2026 itu sering kali menyerang kota-kota Rusia dengan ratusan drone. Karena itu, pemerintah Rusia mengancam akan membalas upaya Ukraina bila ibu kota Moskwa diserbu dengan melakukan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kiev. Pemerintah Rusia bukan sekadar melontarkan gertakan dengan meminta semua Kedutaan Besar negara-negara asing di Kiev dan warga Kiev untuk meninggalkan ibu kotanya bila Rusia melakukan serangan balasan.

Peringatan Hari Kemenangan bagi rakyat Rusia merupakan peristiwa penting yang sangat bersejarah karena perjuangan mati-matian melawan pasukan Nazi Jerman yang berencana menguasai Uni Soviet waktu itu. Tindakan heroik bangsa Rusia itu menimbulkan korban lebih dari 27 juta orang. Angka korban ini adalah angka tertinggi dibandingkan dengan jumlah korban jiwa pihak Sekutu (Amerika Serikat dan negara-negara Barat). Jumlah korban jiwa 27 juta itu hampir sama dengan dua pertiga jumlah penduduk Jawa Timur, atau tiga kalinya jumlah penduduk negara Swiss. Karena itu, peristiwa penyerangan pihak Nazi Jerman itu sampai sekarang masih melekat di benak hampir seluruh rakyat Rusia.

Sebelumnya, pihak Nazi Jerman melakukan serbuan ke Uni Soviet dengan nama sandi Operasi Barbarossa yang dimulai pada 22 Juni 1941, menandai serangan militer terbesar dalam sejarah Perang Dunia II. Operasi ini melanggar pakta non-agresi sebelumnya dan bertujuan merebut wilayah untuk Lebensraum (ruang hidup) serta memusnahkan komunisme. Pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, mengerahkan lebih dari 3 juta tentara, ribuan tank, dan pesawat di garis depan sepanjang 2.900 km, menjadikannya operasinya sebagai invasi terbesar.

Awalnya, Operasi Barbarossa berhasil merebut kota-kota Uni Soviet dan pasukan Nazi Jerman sudah berada di jarak 200 km dari ibu kota Moskwa. Namun, akhirnya pasukan Jerman kalah karena kesulitan logistik, adanya perlawanan sengit dari pasukan Uni Soviet, dan karena musim salju yang hebat sehingga ribuan tank serta kendaraan milik Nazi Jerman tidak bisa bergerak dan banyak pasukannya yang mati karena kedinginan di suhu sekitar minus 45 derajat Celsius.

Kekalahan pihak Nazi Jerman menjadi titik balik dalam sejarah Perang Dunia II karena lebih dari 2,5 juta Pasukan Merah Uni Soviet di bawah komando Marsekal Zhukov berhasil merebut Berlin, ibu kota Jerman, dan menandai berakhirnya Perang Dunia II. Persisnya, Berlin jatuh ke tangan pasukan Soviet secara resmi pada 2 Mei 1945, menandai berakhirnya perang di Eropa. Pertempuran intensif berlangsung sejak 16 April hingga 2 Mei 1945. Pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, bunuh diri pada 30 April 1945 di bunker bawah tanahnya di Berlin, sesaat sebelum pasukan Soviet menguasai gedung parlemen (Reichstag). Sekitar 3 juta tentara Jerman ditangkap oleh pasukan Uni Soviet.

Peringatan Hari Kemenangan ini diperingati setiap tahun dan menjadi hari libur nasional di mana seluruh rakyat di berbagai wilayah Rusia memperingatinya. Seluruh radio, media cetak, online, dan stasiun TV memberitakan peristiwa bersejarah itu, mewawancarai para veteran, memutar kembali film-film dokumenter peperangan yang menunjukkan aksi heroisme rakyat Rusia, serta film-film tentang kekejaman pasukan Nazi Jerman. Selain itu, diberitakan pula tentang jutaan rakyat Rusia yang mendonasikan harta benda untuk tujuan perang, menyerahkan barang-barang rongsokan dari metal yang didaur ulang menjadi senjata dan tank, hingga wawancara dengan cucu-cucu pahlawan Perang Dunia II yang sekarang berada di Ukraina untuk membalas kematian nenek moyang mereka yang dibantai Nazi Jerman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AC
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.