menjelajah imajinasi tanpa batas di pameran beyond universe - News | Good News From Indonesia 2026

Pameran Beyond Universe: Pelangi di Mars x La Palapa, Menjelajah Imajinasi Tanpa Batas

Pameran Beyond Universe: Pelangi di Mars x La Palapa, Menjelajah Imajinasi Tanpa Batas
images info

Pameran Beyond Universe: Pelangi di Mars x La Palapa, Menjelajah Imajinasi Tanpa Batas


Manusia seringkali kehilangan ruang untuk bertanya, tentang dari mana ia berasal dan ke mana ia akan menuju. Pertanyaan-pertanyaan besar itu sering kali tersisih oleh rutinitas harian yang selalu menuntut kepastian. 

Karya seni hadir sebagai jembatan membuka kembali ruang imajinasi yang lama terlipat. Pameran Beyond Universe: Pelangi di Mars x La Palapa menjadi salah satu contoh bagaimana seni dapat menghidupkan kembali rasa ingin tahu tersebut, menghadirkan semesta sebagai ruang refleksi yang dekat dan personal.

Digelar di Contemporary Art Gallery TMII hingga 17 Mei 2026, pameran ini merupakan hasil kolaborasi La Palapa dan Pelangi di Mars. Pameran seni yang menawarkan objek visual sebagai ruang pengalaman yang mengajak pengunjung masuk ke dalam narasi yang lebih luas.

Dalam berbagai materi promosinya, pameran ini disebut mengajak pengunjung menjelajahi imajinasi tentang asal-usul Bumi hingga kemungkinan kehidupan di luar semesta. Sebuah ajakan yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan kedalaman makna.

Salah satu kekuatan utama dari pameran ini terletak pada akarnya yang berasal dari film Pelangi di Mars. Narasi film tersebut kemudian diterjemahkan ulang oleh sejumlah seniman ke dalam berbagai medium. Mulai dari instalasi, visual art, hingga pengalaman ruang imersif.

Setiap karya menjadi interpretasi yang berbeda, memperlihatkan bagaimana satu cerita dapat berkembang menjadi banyak kemungkinan. 

Pameran ini menegaskan perubahan penting dalam cara kita mengalami sebuah karya seni. Jika selama ini seni identik dengan aktivitas melihat, maka Beyond Universe menawarkan sesuatu yang berbeda tentang pengalaman. Pengunjung akan diajak untuk berjalan, merasakan, bahkan tenggelam dalam atmosfer yang diciptakan. 

Beberapa instalasi menggambarkan perjalanan sunyi sebelum sebuah ekspedisi, sementara yang lain menghadirkan bayangan tentang kehidupan di Mars, sebuah dunia yang masih berada di batas antara kenyataan dan kemungkinan.

Pengalaman ini membuat seni menjadi lebih intim, seolah-olah setiap pengunjung sedang menjalani perjalanan pribadinya sendiri.

Gagasan tentang kehidupan di luar Bumi, yang selama ini banyak dibicarakan dalam ranah sains, dihadirkan kembali dalam bentuk yang lebih emosional dan reflektif. Seni mengambil peran sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan perasaan, data dengan harapan.

Hal ini menjadikan imajinasi sebagai cara untuk memahami realitas itu sendiri dengan cara yang berbeda.

Menariknya, kehadiran pameran seperti ini di tengah kota besar seperti Jakarta memiliki makna tersendiri.

Di tengah tekanan kehidupan urban, di mana segala sesuatu diukur berdasarkan efisiensi dan produktivitas, ruang-ruang seperti Beyond Universe menjadi semacam jeda yang diperlukan, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan memikirkan kembali hal-hal yang selama ini jarang disentuh tentang posisi manusia dalam keseluruhan semesta.

Seni kontemporer sering kali berada dalam wilayah yang tidak selalu mudah untuk dipahami, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan pendekatan simbolik atau konseptual.

Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan kompleksitas ide tanpa kehilangan kedekatan dengan audiens.

Dalam hal ini, pendekatan imersif yang digunakan oleh Beyond Universe bisa menjadi langkah yang cukup efektif, karena pengalaman langsung sering kali lebih mudah diterima dibandingkan konsep yang terlalu abstrak.

Di sisi lain, eksplorasi tema sains dalam pameran ini juga menarik untuk dicermati. Apakah ia sekadar menjadi latar estetika, atau benar-benar membuka ruang diskusi yang lebih dalam tentang masa depan manusia? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin berbeda bagi setiap pengunjung.

Namun, setidaknya pameran ini telah berhasil memantik rasa ingin tahu tentang sebuah hal yang menjadi inti dari sebuah perkembangan ilmu pengetahuan.

Beyond Universe: Pelangi di Mars x La Palapa bukan tentang memberikan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan besar yang diangkatnya. Pameran ini menjelaskan secara ilmiah bagaimana kehidupan di Mars terjadi, atau bagaimana asal-usul Bumi dapat dipahami secara utuh.

Pameran ini memilih untuk membuka kemungkinan-kemungkinan tentang memberikan ruang bagi setiap orang untuk membayangkan, merasakan, dan menafsirkan dengan caranya masing-masing.

Dalam dunia yang sering kali menuntut kepastian, kemampuan untuk membayangkan menjadi sesuatu hal yang semakin berharga. Karena dari imajinasi itulah lahir ide-ide baru, harapan baru, dan mungkin juga masa depan yang berbeda. Karya seni menjadi salah satu medium yang paling jujur untuk menjaga api imajinasi tersebut tetap menyala.

Dan mungkin, di antara instalasi dan cahaya yang membentuk lanskap Mars yang imajiner itu, kita tidak benar-benar sedang mencari kehidupan di planet lain. Kita sedang mencari kembali diri kita sendiri, sebagai manusia yang pernah, dan seharusnya tetap, berani bermimpi tentang semesta yang tak berbatas.

Pemeran masih berlangsung hingga pertengahan Mei 2026. Adapun biaya tiket masuknya senilai Rp25.000 untuk weekday dan Rp35.000 jika datang di weekend.

Untuk menuju Contemporary Art Gallery TMII, pengunjung dapat menggunakan LRT Jabodebek dan turun di Stasiun LRT TMII yang lokasinya paling dekat dengan pintu masuk utama, lalu melanjutkan perjalanan dengan shuttle atau transportasi online.

Alternatif lain, pengguna KRL Commuter Line bisa turun di Stasiun Tanjung Barat atau Stasiun Cawang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi online atau TransJakarta.

Sementara itu, pengguna TransJakarta dapat turun di Halte Garuda Taman Mini (koridor 7D atau 9) dan melanjutkan perjalanan menuju area pameran.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.