hari lupus sedunia - News | Good News From Indonesia 2026

Hari Lupus Sedunia: Mengapa Awareness terhadap Lupus Penting?

Hari Lupus Sedunia: Mengapa Awareness terhadap Lupus Penting?
images info

Hari Lupus Sedunia: Mengapa Awareness terhadap Lupus Penting?


Setiap tanggal 10 Mei, dunia memperingati World Lupus Day atau Hari Lupus Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Lupus, penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh dan berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

Meski sudah dikenal selama bertahun-tahun, lupus masih menjadi penyakit yang sering disalahpahami. Gejalanya yang beragam membuat banyak penderita terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, lupus dapat menyebabkan kerusakan organ serius hingga kematian. 

Karena itulah, Kawan GNFI, penting bagi kita untuk memahami Hari Lupus Sedunia, alasan peringatan ini dilakukan, serta mengenal lebih jauh tentang penyakit lupus dan bahayanya bagi kesehatan.

baca juga

Sejarah Hari Lupus Sedunia

Melansir dari CNN Indonesia, peringatan Hari Lupus Sedunia pertama kali digagas pada tahun 2004 oleh komunitas peduli lupus di Kanada sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit autoimun tersebut. Seiring berjalannya waktu, kampanye ini mulai mendapat perhatian internasional dan diikuti oleh berbagai negara di dunia.

Awalnya, peringatan World Lupus Day hanya melibatkan sekitar 13 negara. Namun kini, gerakan tersebut terus berkembang dan berada di bawah naungan World Lupus Federation atau Federasi Lupus Sedunia yang aktif menyuarakan pentingnya edukasi, dukungan pasien, serta penelitian terkait lupus di tingkat global.

Melansir dari laman resmi World Lupus Day, selain meningkatkan awareness masyarakat, Hari Lupus Sedunia juga bertujuan mendorong peningkatan layanan kesehatan bagi pasien lupus, mempercepat penelitian terkait penyebab dan pengobatan lupus, serta mendukung diagnosis dini agar penderita bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

Peringatan ini hadir karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap lupus masih menjadi tantangan besar. Banyak orang belum mengetahui bahwa lupus merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan berpotensi fatal. 

Oleh karena itu, kampanye Hari Lupus Sedunia terus dilakukan setiap tahun agar masyarakat lebih mengenali gejala, risiko, dan pentingnya dukungan bagi para penyintas lupus.

baca juga

Seberapa Berbahaya Lupus?

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun reumatik kronis yang dapat menyerang banyak organ tubuh dengan gejala yang sangat beragam.

Penyakit ini bahkan dikenal sebagai “penyakit seribu wajah” karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain dan berbeda pada setiap pasien. 

Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan membedakan sel tubuh sendiri dan benda asing. Akibatnya, tubuh memproduksi autoantibodi yang justru menyerang jaringan sehat dan memicu peradangan pada berbagai organ.

Melansir dari halodoc, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Lupus. Penyakit ini paling sering terdiagnosis pada usia 15 hingga 40 tahun dan lebih banyak menyerang perempuan dibanding laki-laki. Hal tersebut diduga berkaitan dengan pengaruh hormon terhadap sistem kekebalan tubuh.

Faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko lupus. Penyakit ini diketahui lebih rentan terjadi pada ras Asia, Afrika, dan Hispanik. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat lupus pun berkemungkinan lebih besar mengalami penyakit serupa.

Selain faktor hormonal dan genetik, lingkungan juga dapat menjadi pemicu lupus. Paparan sinar matahari berlebihan diketahui dapat mempercepat munculnya gejala lupus atau memperburuk kondisi penderita.

Beberapa jenis obat tertentu, seperti hydralazine dan procainamide, serta infeksi virus juga disebut dapat memicu lupus pada orang yang rentan terhadap penyakit ini.

Penyakit ini juga tidak bisa disembuhkan total karena bahaya lupus terletak pada kemampuannya menyerang organ vital seperti ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak. Namun, pengobatan tetap dapat dilakukan untuk mengurangi keparahan kerusakan organ vital.

Karena itulah, Hari Lupus Sedunia menjadi penting untuk meningkatkan edukasi masyarakat bahwa lupus bukan sekadar penyakit biasa. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.