Bendung Katulampa adalah pintu air yang memiliki fungsi utama sebagai alat pemantau tinggi muka air Sungai Ciliwung. Bangunan ini bisa dibilang sebagai “penjaga” wilayah Jakarta dari intaian banjir.
Bendung Katulampa sudah ada sejak era kolonial, tepatnya tahun 1911. Dengan panjang sekitar 74 meter, bendung ini menggunakan teknologi canggih pada masanya untuk mengontrol debit air Sungai Ciliwung yang kerap meluap hingga ke Batavia.
Sungai Ciliwung yang membentang sekurangnya 120 km ini mengaliri berbagai kota, seperti Bogor, Depok, dan Jakarta. Fungsinya sangat vital karena berfungsi sebagai sumber kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu. Akan tetapi, sungai ini mudah meluap, sehingga sangat rawan banjir.
Posisi Bendung Katulampa berada di pertengahan antara Puncak dan Kota Bogor. Keberadaan bendung ini sangat vital untuk mengetahui informasi ketinggian air, utamanya di musim penghujan di daerah Bogor dan Puncak.
Meskipun berusia sangat tua, Bendung Katulampa masih berdiri kokoh. Bangunan multifungsi ini juga merupakan salah satu sistem pengendali air tertua yang masih aktif beroperasi di Indonesia.
Early Warning System bagi Warga Jakarta
Melansir dari Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Bendun Katulampa saat ini digunakan sebagai early warning system atau sistem peringatan awal yang vital bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Petugas bekerja selama 24 jam penuh untuk memantau ketinggian air. Air itu akan dikategorikan dalam status Siaga 1 hingga 4.
Tak hanya itu, masyarakat juga bisa menerima informasi real-time dari Bendung Katulampa jika debit air naik drastis. Dikatakan bahwa air Ciliwung yang meluap memerlukan waktu sekitar 6-8 jam dari Bogor menuju Jakarta. Oleh karena itu, sistem peringatan dini itu bisa menyelamatkan masyarakat dari banjir bandang.
Pembangunan bendung karya Ir. Hendrik van Breen ini konon menghabiskan biaya sekitar 80 ribu gulden. Bendung ini dilengkapi beberapa pintu yang berfungsi untuk mengalirkan dan menahan air.
Manfaat Lain Bendung Katulampa
Di sisi lain, meskipun berperan vital untuk menjaga Jakarta dari banjir, Bendung Katulampa sejatinya juga berjasa untuk mengairi sawah-sawah masyarakat di daerah Bogor. Bahkan, fungsi ini sudah dijalankan sejak era pendudukan Belanda dahulu.
Selain itu, bendung ini juga bermanfaat untuk membantu menyaring lumpur dan bebatuan besar dari hulu agar tidak langsung menyumbat aliran sungai di Jakarta. Tak hanya itu, Bendung Katulampa turut dijadikan wisata edukasi, utamanya bagi mahasiswa dan para peniliti yang ingin mempelajari mitigasi bencana.
Kawan GNFI, meskipun memiliki fungsi yang sangat vital, Bendung Katulampa saat ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim. Selain itu, perubahan iklim, peningkatan curah hujan ekstrem, masalah sedimentasi, sampai tingkat urbanisasi di wilayah hulu yang semakin masif turut menambah berat beban bendung ini.
Oleh karena itu, agar fungsi bendung tetap terjaga dan masyarakat tetap bisa merasa aman, penting untuk menjaga kebersihan Sungai Ciliwung dan mendukung upaya konservasi di bagian hulu. Dengan demikian, bendungan bisa tetap bekerja dengan laik, sehingga masyarakat ibu kota pun ikut “terlindungi” dari bencana banjir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


