Jurusan Sastra Batak di Universitas Sumatera Utara adalah satu-satunya di Indonesia yang mempelajari bahasa, sastra, dan budaya Batak secara akademis. Ini fakta-fakta menariknya!
Jurusan Sastra Batak di Universitas Sumatera Utara (USU) adalah satu-satunya program studi yang secara khusus mengkaji bahasa, sastra, dan kebudayaan Batak di seluruh Indonesia. Di tengah arus modernisasi yang kerap menggerus kekayaan budaya lokal, keberadaan jurusan ini menjadi oase tersendiri sebuah upaya nyata untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup, dipelajari, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi Kawan GNFI yang belum mengenalnya, inilah kisah dan fakta menarik di balik jurusan yang benar-benar satu-satunya ada di tanah air ini.
Mengenal Jurusan Sastra Batak di USU
Jurusan Sastra Batak berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara, Medan. Program studi ini hadir sebagai respons akademis terhadap kekayaan budaya Batak yang begitu luas dan beragam mencakup bahasa, aksara, sastra lisan, adat istiadat, hingga sistem kekerabatan yang dikenal dengan nama dalihan na tolu.
Kualitas program studi ini pun tidak perlu diragukan lagi. Jurusan Sastra Batak USU telah mendapatkan akreditasi "Baik Sekali" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebuah pengakuan resmi atas mutu penyelenggaraan pendidikan, kurikulum, hingga kompetensi tenaga pengajarnya.
Yang membuat jurusan ini begitu istimewa bukan hanya keunikannya sebagai satu-satunya di Indonesia, tetapi juga karena ia berfungsi sebagai benteng akademis terakhir bagi pelestarian bahasa dan sastra Batak yang terancam punah seiring berkurangnya penutur muda.
Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Sastra Batak?
Mahasiswa di jurusan ini tidak sekadar belajar berbicara dalam bahasa Batak. Kurikulum yang ditawarkan jauh lebih dalam dan komprehensif, meliputi:
- Bahasa Batak dan Linguistik. Bahasa Batak sendiri terdiri dari beberapa sub-dialek, di antaranya Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak/Dairi, dan Angkola-Mandailing. Mahasiswa mempelajari struktur fonologi, morfologi, dan sintaksis dari bahasa-bahasa ini secara ilmiah.
- Aksara Batak (Surat Batak). Salah satu warisan paling berharga yang dikaji adalah Surat Batak, sistem tulisan tradisional yang digunakan sejak berabad-abad lalu untuk menuliskan mantra, catatan adat, hingga kalender. Penguasaan aksara ini menjadi salah satu keunggulan lulusan jurusan ini.
- Sastra Lisan dan Teks Klasik.Turi-turian (cerita rakyat), ende (nyanyian), umpasa (pantun adat), dan torsa merupakan sebagian dari khazanah sastra lisan Batak yang dikaji dan didokumentasikan oleh mahasiswa.
- Kebudayaan dan Etnografi Batak. Sistem adat, upacara ritual, seni pertunjukan seperti gondang, serta nilai-nilai filosofis masyarakat Batak turut menjadi bagian penting dari studi di jurusan ini.
Mengapa Jurusan Ini Penting bagi Indonesia?
Kawan GNFI perlu tahu bahwa bahasa daerah di Indonesia tengah menghadapi ancaman serius. Badan Bahasa Kemendikbudristek mencatat ratusan bahasa daerah di Indonesia berada dalam kondisi terancam punah, dan bahasa-bahasa Batak tidak luput dari ancaman ini.
Keberadaan Jurusan Sastra Batak di USU bukan sekadar program studi biasa. Ia adalah institusi yang secara sistematis mendokumentasikan, menganalisis, dan merawat warisan linguistik dan budaya yang tak ternilai. Tanpa adanya kajian akademis semacam ini, pengetahuan tentang aksara Batak, sastra lisan, dan tradisi tutur yang kaya bisa hilang begitu saja bersama para sesepuh yang kini semakin sedikit.
Lebih dari itu, jurusan ini juga berperan sebagai jembatan antara generasi muda Batak dengan identitas budayanya. Di era ketika banyak anak muda lebih fasih berbahasa Inggris daripada bahasa leluhurnya, memilih jurusan ini adalah sebuah pernyataan kebanggaan sekaligus komitmen.
Prospek Lulusan: Lebih Luas dari yang Kawan Bayangkan
Pertanyaan yang kerap muncul saat mendengar jurusan ini adalah: "Mau kerja apa nanti?" Jawabannya ternyata jauh lebih beragam dari dugaan banyak orang.
Lulusan Jurusan Sastra Batak memiliki kompetensi yang dibutuhkan di berbagai bidang, antara lain:
- Peneliti dan akademisi di lembaga riset bahasa dan kebudayaan seperti Badan Bahasa atau LIPI (kini BRIN)
- Pengajar bahasa dan budaya Batak di sekolah maupun lembaga kursus
- Penulis dan jurnalis budaya yang mengkhususkan diri pada isu-isu kebudayaan lokal
- Pegawai di instansi pemerintah yang berkaitan dengan kebudayaan, pariwisata, dan pendidikan
- Konsultan budaya untuk industri kreatif, film, dan pengembangan konten berbasis kearifan lokal
- Lembaga adat dan LSM yang bergerak di bidang pelestarian budaya
Di era di mana identitas lokal justru menjadi nilai jual di pasar global, lulusan dengan keahlian mendalam tentang kebudayaan Batak memiliki posisi yang unik dan tak tergantikan.
USU: Rumah bagi Keberagaman Kajian Budaya Nusantara
Universitas Sumatera Utara, yang berdiri sejak 1952 dan berlokasi di Medan, sejak lama dikenal sebagai institusi yang berkomitmen pada pelestarian kebudayaan Sumatera. Keberadaan Jurusan Sastra Batak di bawah Fakultas Ilmu Budaya menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut.
Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara juga menjadi konteks yang ideal bagi program studi ini. Kota ini adalah rumah bagi komunitas Batak yang besar, sekaligus menjadi titik temu berbagai sub-suku Batak dari seluruh penjuru Sumatera Utara menciptakan ekosistem belajar yang hidup dan autentik bagi para mahasiswanya.
Sebuah Pilihan yang Berani, Sebuah Warisan yang Berharga
Memilih Jurusan Sastra Batak di USU bukan sekadar keputusan akademis. Ini adalah sebuah pilihan untuk menjadi penjaga warisan orang-orang yang memastikan bahwa umpasa leluhur, aksara kuno yang terukir di bambu dan kulit kayu, serta lantunan gondang tetap dikenal dan dipahami oleh generasi yang akan datang.
Di saat banyak yang berlomba mengejar jurusan populer, mereka yang memilih Sastra Batak justru mengambil peran yang jauh lebih langka dan tak kalah mulia: menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan budaya Batak.
Bagi Kawan GNFI yang berdarah Batak, atau siapa pun yang mencintai kekayaan budaya Nusantara, keberadaan jurusan ini layak untuk dibanggakan dan didukung keberlangsungannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


