desa wisata cikolelet serang alternatif wisata alam dan budaya di kawasan anyer cinangka - News | Good News From Indonesia 2026

Desa Wisata Cikolelet Serang, Alternatif Wisata Alam dan Budaya di Kawasan Anyer-Cinangka

Desa Wisata Cikolelet Serang, Alternatif Wisata Alam dan Budaya di Kawasan Anyer-Cinangka
images info

Desa Wisata Cikolelet Serang, Alternatif Wisata Alam dan Budaya di Kawasan Anyer-Cinangka


 

 

Berkunjung ke kawasan Anyer tidak harus selalu berakhir di tepi pantai. Di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, ada Desa Wisata Cikolelet yang berdiri di atas luas wilayah sekitar 954 hektar dengan kontur perbukitan, aliran sungai, dan hamparan sawah yang tidak kalah menarik.

Desa ini masuk dalam zona kawasan wisata Anyer-Cinangka dan berjarak sekitar 125 km dari Jakarta serta 42 km dari pusat Kota Serang, sehingga bisa dijangkau dalam satu hari perjalanan darat dari ibu kota.

Desa Cikolelet bukan nama baru di peta desa wisata Indonesia. Pada Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kemenparekraf, Cikolelet berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Desa Wisata Rintisan dan Desa Wisata Terfavorit berdasarkan respons publik lewat vote video YouTube.

Yang membuat Cikolelet menarik adalah kombinasi yang tidak banyak ditemukan di satu desa sekaligus yaitu wisata alam dengan air terjun dan bukit berkabut, tradisi budaya lokal yang masih aktif dijalankan, serta deretan produk ekonomi kreatif yang bisa Kawan GNFI bawa pulang sebagai oleh-oleh.

Tidak heran jika Pemerintah Kabupaten Serang terus mendorong desa ini sebagai alternatif wisata yang melengkapi kunjungan ke Pantai Anyer.

 

 

Sekilas Mengenai Desa Wisata Cikolelet

Desa Cikolelet terletak di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, sekitar 45 km dari ibu kota kabupaten dan 10 km ke arah utara dari kantor kecamatan.

Secara geografis, desa ini berada di wilayah pegunungan yang berbatasan langsung dengan beberapa desa di sekitarnya, mulai dari Desa Cikedung di timur hingga Desa Rancasanggal di selatan.

Desa Cikolelet mengembangkan empat potensi wisata utama: wisata alam, wisata buatan, tradisi budaya, dan ekonomi kreatif. Keempat potensi ini tidak hanya hadir sebagai atraksi tontonan, melainkan juga melibatkan warga setempat secara aktif.

Wisatawan bisa belajar langsung cara membuat emping melinjo, menyaksikan proses budidaya jamur tiram, atau mencoba memeras susu kambing etawa di peternakan warga.

Pemerintah daerah turut mendukung perkembangan desa ini dengan membangun akses jalan beton ke beberapa titik wisata, membangun Gedung Sanggar Kesenian, serta menggelar Festival Desa Wisata Cikolelet setiap tahunnya.

Festival ini menjadi ruang promosi sekaligus ajang pelestarian seni budaya yang melibatkan masyarakat dari beberapa kecamatan sekitarnya.

 

 

Daya Tarik Utama Desa Wisata Cikolelet

Cikolelet punya banyak hal untuk ditawarkan, dan masing-masing punya karakternya sendiri. Kawan tidak perlu khawatir kehabisan agenda saat berkunjung ke sini.

Wisata yang paling menonjol di desa ini adalah Puncak Cibaja, sebuah perbukitan yang menghadirkan pemandangan kabut di atas Rawa Dano. Suasananya sejuk dan tenang, dilengkapi fasilitas saung pohon dan gazebo untuk bersantai.

Untuk mencapai puncak, Kawan bisa menggunakan ojek warga seharga Rp20.000, atau berjalan kaki sekitar satu kilometer melewati jalan setapak yang cukup menanjak. Sebaiknya hindari berkunjung saat baru turun hujan karena jalurnya cukup licin.

Selain Puncak Cibaja, terdapat Puncak Kirana dan Puncak Pilar yang juga menawarkan panorama perbukitan hijau. Untuk wisata air terjun, ada Curug Lawang dan Curug Kembar yang bisa dijelajahi. Curug Kembar punya keunikan tersendiri karena membentuk dua aliran dari sumber yang sama, dikelilingi keanekaragaman hayati dan hamparan sawah warga sekitar.

Sisi budaya desa ini tidak kalah kuat. Tradisi Ngagurah Dano adalah ritual menangkap ikan di danau yang mulai mengering, dilakukan setahun sekali dengan melibatkan masyarakat dari beberapa kecamatan.

Selain itu, ada tradisi Mamaca (bertutur), Tari Yalil, pertunjukan calung, serta Prahprahan yang masih aktif dijalankan oleh warga. Jika kunjungan Kawan bertepatan dengan jadwal Festival Desa Wisata Cikolelet, berbagai pentas seni tradisional dan lomba seperti pasanggiri bendrong lesung juga bisa disaksikan secara langsung.

Untuk Kawan yang gemar olahraga luar ruang, terdapat jalur sepeda gunung dan motor trail yang bisa dinikmati di area desa ini. Ada pula Jembatan Pelangi Ciraab sebagai salah satu spot wisata buatan yang menarik untuk dikunjungi.

Di sisi ekonomi kreatif, Cikolelet menghasilkan berbagai produk lokal mulai dari kopi robusta Karuhun, susu kambing etawa, emping melinjo, olahan jamur tiram, penyulingan minyak sereh, hingga dendeng ikan lele dan limbat. Semua produk ini bisa dibeli langsung di Imah Awi, gerai UMKM desa setempat.

 

 

Akses Menuju Desa Wisata Cikolelet

Desa Wisata Cikolelet dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Jaraknya sekitar 141 km dari Jakarta dan 45 km dari pusat Kota Serang.

Dari Jakarta atau Tangerang, rute paling umum adalah melalui Tol Jakarta-Merak, keluar di pintu tol Cilegon Barat, lalu menuju arah Cinangka-Anyer dan meneruskan perjalanan ke Desa Cikolelet. Alternatif lain bisa melalui jalur Padarincang-Cinangka, kemudian diarahkan menuju Puncak Gunung Cibaja menggunakan panduan Google Maps.

Dari Kota Serang, perjalanan menuju Cikolelet dapat ditempuh lewat jalur Padarincang atau langsung melalui jalan menuju kawasan Cinangka. Perlu diperhatikan bahwa ada dua jalur jalan perkampungan menuju lokasi wisata yang kondisinya cukup menantang, terutama menuju titik-titik wisata alam yang lebih dalam.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Sebagai desa wisata berbasis komunitas, Desa Wisata Cikolelet tidak memiliki tiket masuk terpusat layaknya taman wisata komersial. Wisatawan bisa berkunjung kapan saja, namun waktu terbaik adalah pagi hingga sore hari agar bisa menikmati semua spot dengan kondisi cahaya dan cuaca yang baik.

Untuk aktivitas di Puncak Cibaja, Kawan cukup menyiapkan biaya ojek lokal sekitar Rp20.000 per orang. Biaya aktivitas lainnya seperti sewa alat sepeda gunung, kunjungan ke sentra produk UMKM, atau mengikuti kegiatan edukasi seperti memerah susu kambing dan belajar membuat emping biasanya bersifat fleksibel dan bisa dikomunikasikan langsung dengan pengelola atau warga setempat.

Bagi yang ingin bermalam, tersedia 30 unit homestay yang dikelola warga setempat untuk menampung wisatawan. Informasi harga menginap dan paket kunjungan bisa diperoleh langsung melalui pengelola Desa Wisata Cikolelet di Jalan Silet KM 06, Kampung Cibunut, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

 

 

Ayo Berkunjung ke Desa Wisata Cikolelet!

Kalau Kawan GNFI sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Anyer, meluangkan waktu mampir ke Cikolelet bisa jadi pilihan yang tidak akan mengecewakan. Alam perbukitannya menyegarkan, tradisinya masih hidup, dan produk lokalnya layak untuk dibawa pulang.

Pastikan kendaraan yang Kawan gunakan cukup tangguh untuk medan desa, dan datanglah saat cuaca cerah agar semua spot bisa dinikmati maksimal. Selamat berkunjung!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.