syekh nusantara membawa dampak besar terhadap pengembangan islam - News | Good News From Indonesia 2026

7 Syekh Nusantara yang Bawa Dampak Besar terhadap Pengembangan Islam, Timba Ilmu di Haramain

7 Syekh Nusantara yang Bawa Dampak Besar terhadap Pengembangan Islam, Timba Ilmu di Haramain
images info

7 Syekh Nusantara yang Bawa Dampak Besar terhadap Pengembangan Islam, Timba Ilmu di Haramain


Pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, banyak dari Syekh Nusantara yang berlayar menuntut ilmu ke Timur Tengah. Perjalanan ini sering dikombinasikan dengan ibadah haji, sekaligus menjadi sarana berguru kepada tokoh besar dunia Islam saat itu.

Ini merupakan bagian penting, sebuah misi peradaban. Para ulama membawa dampak yang cukup besar serta fundamental terhadap pengembangan Islam. Berikut merupakan 7 tokohnya!

7 Tokoh Nusantara yang Membawa Dampak Besar terhadap Pengembangan Islam

Syekh Nawawi al-Bantani

Syekh Nawawi adalah tokoh ulama Indonesia yang tercatat memiliki pengaruh sangat besar pada pusat studi keislaman di Mekkah kala masanya.

Ia lahir di kampung Tanara, Kabupaten Serang, Banten, pada 1813 M dengan bernama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Namun, dalam lembaran sejarah beliau lebih dikenal sebagai Muhammad Nawawi al-Jawi al-Batani.

Syekh Nawawi berangkat ke Arab Saudi saat usianya 15 tahun. Setibanya di Tanah Suci ia banyak menimba ilmu pengetahuan dari ulama besar Haramain, seperti Syekh Ahmad Zaini Dahlan dan Syekh Ahmad Dimyati.

Berkat memperdalam ilmu agama, ia menjadi imam besar Masijil Haram sekaligus mengajar muridnya mengenai ilmu fiqih, ilmu kalam, tasawuf, tafsir, akidah, hingga hadis.

Tak hanya itu, gelar kehormatan pun diperoleh Syekh Nawawi, dijuluki sebagai Sayyid Ulamâ al-Hijâz, al-Imâm al-Muhaqqiq wa al-Fahhâmah al-Mudaqqiq, a’yân ‘ulamâ al-Qarn al-Ram Asyhar li al-Hijrah, dan Imâm ‘Ulamâ al-Haramain.

baca juga

Syekh Muhammad Mukhtar Atharid al-Bughuri

Syekh Muhamad Mukhtar memiliki sejumlah karya tulis, di antaranya Taqribul Maqashid dan Ushuluddin I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Ia diketahui pernah mengajar di Masjidil Haram selama 27 tahun sebab memiliki banyak murid. Beliau paling menonjol di sana sampai berkarier di Haramain.

Ia lahir dari pasangan Raden Aria Natanagara pada 1862 M, silsilah kakek moyang ulama besar menyambung ke Walisongo dan keturunan Eyang Dalem Cikundul, Kabupaten Cianjur. Di tanah Sunda, tokoh tersebut dikenal sebagai Raden Muhammad Mukhtar bin Raden Natanagara.

Syekh Abdurrahman Siddiq

Merupakan putra dari pasangan Muhammad Afif dan Shafura, Abdurrahman Siddiq lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 1857 M. Karya-karyanya terkenal, antara lain Risalah Amal Ma’rifah, Fathul ‘Alim, Aqaid al-Iman, dan Asror ash-Shalat min Uddah Kutub al-Mu’tamadah.

Selama menetap 7 tahun di Mekkah, Abdurrahman memanfaatkan peluang untuk memperdalam ilmu agama, ia bergabung majelis ilmu yang gurunya merupakan ulama besar di zamannya, antara lain Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Umar Sambas, dan Syekh Ahmad Zaini Dahlan.

Syekh Abdurauf as-Singkili

Bernama lengkap Aminuddin Abdul Rauf bin Alial-Jawi Tsumal Fansuri as-Singkili. Pengaruhnya besar dalam mengembangkan Islam di Aceh.

Tokoh ini bukan hanya seorang sufi yang membawa tarekat Syattariyah ke dunia Melayu. Ia juga merupakan Mufti Agung pada masa pemerintahan ratu Aceh. Selain itu, Abdulrauf adalah sastrawan yang menulis tafsir Al-Quran lengkap pertama dalam bahasa Melayu.

Berbagai karya tulis yang mencakup disiplin ilmu, termasuk tafsir, hadist, fikih, dan tasawuf meliputi Mir’ah al-Thullab fi Tashil Ma’rifah al-Ahkam al-Syar’iyyah al-Malik al-Wahab, Bayan al-Arkan, Bidayah al-Balighah, Turjuman al-Mustafid, dan Syarh Latif Arba’in Haditsan li al-Imam an-Nawawi.

baca juga

Syekh Muhammad Yasin al-Fadani

Lahir di Mekkah al-Mukarramah pada 1917 M, ia berasal dari keluarga Nusantara tepatnya di Padang, Sumatera Barat. Dirinya adalah sosok ulama besar dunia Islam dalam bidang hadis dan sanad sekaligus dijuluki sebagai Musnid al-Dunya (ahli sanad dunia dalam bidang keahlian ilmu periwayatan hadist).

Selama menetap di Mekkah Syekh Yasin banyak mengajarkan disiplin ilmu. Selain itu, lebih dari 90 karya lahir yang mencakup tafsir, hadist, musthalah al-hadist, fikih, ushul fikih, logika, nahwu, serta cabang keilmuan Islam lainnya.

Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

Pernah menjadi imam besar Masjidil Haram, ia merupakan imam pertama dari kalangan non-Arab di Mekkah. Keahlian dalam bidang hukum Islam, ilmu Falak, ilmu Hisab, ilmu Aljabar, hingga ilmu Astronomi dan geografi dipelajarinya secara autodidak.

Lahir di Koto Tuo, Ampek Angkek pada 1860 yang merupakan seorang anak dengan keturunan ulama terkemuka pada zaman Paderi. Ia juga sosok yang pemberani serta memiliki spontanitas yang tinggi dalam menegakkan kebenaran.

Syekh Yusuf al-Makassari

Lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 8 Syawal 1036 H. Syekh Yusuf merupakan seorang ulama tasawuf, terkenal dengan sebutan asy-Syaikh al-Hujj Yusuf Abu Mahasin Hadiyahtullah Taj al-Khalawati al-Makassari al-Bantani juga dikenal sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (guru kami yang Agung dari Gowa).

Beliau memiliki pengaruh yang kuat terhadap pengembangan dakwah Islam. Dalam menuntut ilmu tidak hanya satu tempat melainkan berpindah-pindah. Ia berguru pada Sayyid Alwi bin Abdullah al-Allamah al-Thahir di tanah kelahirannya.

Belum cukup sampai di situ, dirinya melanjutkan perjalanan ke Banten. Di sana, Syekh Yusuf belajar agama juga bersahabat dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Kemudian, meneruskan pendidikan agamanya ke Aceh dan menemui al-Raniri di Randir.

baca juga

Tokoh ini haus akan ilmu sehingga ia diketahui berlayar ke Timur Tengah, Yaman, untuk mendapatkan ijazah tarekat Naqsabandiyah. Kemudian, memperoleh ijazah tarekat Syattariyah di Haramain dan ijazah tarekat Khalwatiyah di Damaskus.

Ketika masa penjajahan melawan Belanda, ia dibuang ke Sri Lanka dan Afrika Selatan. Meski diasingkan, ia berdakwah dan menulis kurang lebih 30 permasalah keilmuan. Maka tak heran, dan ia dihormati sebagai sumber inspirasi di Afrika Selatan yang berjuang menentang rasisme dan penindasan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.