mengenal grand hotel de djokja ikon bersejarah jogja dalam kemewahan pascarenovasi - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Grand Hotel De Djokja, Ikon Bersejarah Jogja dalam Kemewahan Pascarenovasi

Mengenal Grand Hotel De Djokja, Ikon Bersejarah Jogja dalam Kemewahan Pascarenovasi
images info

Mengenal Grand Hotel De Djokja, Ikon Bersejarah Jogja dalam Kemewahan Pascarenovasi


Salah satu hotel tertua di Yogyakarta kini kembali menggunakan nama lamanya: Grand Hotel De Djokja. Sebelumnya, hotel yang berada di kawasan Malioboro ini dikenal sebagai Grand Inna Malioboro.

Perubahan nama ini diklaim bukan sekadar urusan branding. Pengelola ingin mengangkat kembali nilai sejarah yang sudah melekat sejak hotel ini berdiri lebih dari satu abad lalu. Hotel ini sendiri mulai beroperasi kembali sejak Maret 2026.

Sejak pertama dibangun pada 1911 oleh arsitek Belanda, hotel ini sudah beberapa kali berganti nama. Mulai dari Hotel Asahi, Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Natour Garuda, Inna Garuda, hingga Grand Inna Malioboro. Kini, nama Grand Hotel De Djokja dipilih lagi sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarahnya.

Bagian dari Sejarah Indonesia

Grand Hotel de Djokja | Foto: Istimewa/Maria Perwitasari
info gambar

Grand Hotel de Djokja | Foto: Istimewa/Maria Perwitasari


Hotel ini bukan hanya tempat menginap. Dalam perjalanannya, Grand Hotel De Djokja juga pernah jadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia.

Pada masa awal kemerdekaan, bangunan ini sempat digunakan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat. Jenderal Sudirman bahkan pernah berkantor di sini, tepatnya antara Desember 1945 sampai Maret 1946.

Cerita-cerita sejarah ini tidak dihilangkan. Justru, pengelola mencoba tetap menghadirkannya lewat desain dan suasana hotel yang masih mempertahankan nuansa klasik, dipadukan dengan unsur budaya Jawa. Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Grand Hotel De Djokja Andreas Kahl

“Transformasi Grand Hotel De Djokja, bukan sekedar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang," papar Andreas Kahl.

Mulai Ramai Kembali

Grand Hotel de Djokja | Foto: Istimewa/Maria Perwitasari
info gambar

Grand Hotel de Djokja | Foto: Istimewa/Maria Perwitasari


Meski masih dalam tahap soft opening, hotel ini sudah mulai menerima tamu, terutama saat libur Lebaran kemarin. Pengunjung tidak hanya menginap, tetapi juga datang untuk mencoba sajian di Wiji Restaurant yang menawarkan menu Asia, dan Roso Restaurant untuk menu lokal Nusantara.

Ke depan, pengelola berharap Grand Hotel De Djokja bisa kembali dikenal luas, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di tengah banyaknya hotel modern di Yogyakarta, kehadiran Grand Hotel De Djokja menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu pengalaman menginap di tempat yang bukan hanya nyaman, tetapi juga disebut penuh cerita.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.