Film Monster Pabrik Rambut menjadi salah satu proyek ambisius yang lahir dari dapur kreatif Palari Films. Karya garapan sutradara Edwin ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak hanya mencekam, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang kuat.
Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 4 Juni 2026, film ini mengikuti perjalanan dua bersaudara, Putri dan Ida. Mereka berusaha mengungkap misteri kematian ibu mereka yang bekerja di sebuah pabrik rambut dengan lingkungan kerja yang eksploitatif.
Ketegangan mulai memuncak saat mereka harus menghadapi teror supranatural yang merasuki para pekerja pabrik yang mengalami kelelahan ekstrem. Kawan GNFI akan diajak menyelami perpaduan antara isu sosial dan elemen horor fisik yang sangat kental.
Peran Ganda Iqbaal Ramadhan sebagai Executive Producer
Ada hal menarik di balik layar film ini, yaitu keterlibatan Iqbaal Ramadhan yang mengemban peran ganda. Selain beradu akting bersama Lutesha dan Rachel Amanda, Iqbaal juga melangkah lebih jauh sebagai executive producer.
Ini merupakan proyek kedua Iqbaal bersama Palari Films setelah sebelumnya sukses dalam Ali & Ratu Ratu Queens. Kepercayaan Iqbaal untuk mengambil langkah besar ini didasari oleh kenyamanan dan flow kerja di Palari Films yang telah ia rasakan sebelumnya.
Saat ditanya media mengenai kekhawatiran jika film ini tidak laku di pasaran (flop), Iqbaal memberikan jawaban yang sangat inspiratif. Baginya, fokus utama seorang kreator adalah pada kualitas karya itu sendiri.
“Membuat film itu adalah membuat film yang bagus, bukan film yang laku. Laku itu bonus saja, yang terpenting kita berusaha semaksimal mungkin membuat film yang bagus,” tegas Iqbaal. Prinsip ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga standar artistik perfilman nasional.

Potret Cast Film Monster Pabrik Rambut di Perayaan 10 Tahun Palari FIlms | Sumber: Dokumentasi Pribadi @Revaldy Latumeten
Langkah Nyata Memperluas Ekosistem Talenta
Selain jajaran aktor ternama, Monster Pabrik Rambut juga menjadi panggung bagi talenta baru untuk bersinar. Salah satu yang mencuri perhatian adalah keterlibatan Luqman Hakim, atau yang lebih dikenal sebagai Kak Kev di media sosial.
Influencer ini mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bakat aktingnya sebagai salah satu pemeran dalam proyek ini. Kehadiran Luqman merupakan bukti nyata dari komitmen Palari Films untuk terus menyebarluaskan talent pool di Indonesia.
Melalui langkah ini, Palari Films ingin memberikan ruang bagi berbagai latar belakang talenta untuk berkontribusi dalam dunia perfilman. Hal ini diharapkan dapat memberikan warna baru dan menyegarkan ekosistem kreatif bagi Kawan GNFI.
Optimisme Pasca-Screening di Berlin International Film Festival
Sebelum menyapa penonton lokal, Monster Pabrik Rambut telah lebih dulu mencuri perhatian di Berlin International Film Festival (Berlinale). Penayangan di Jerman tersebut mendapatkan respons yang sangat positif dari audiens internasional.
Menanggapi hal tersebut, produser Meiske Taurisia memberikan pandangan bijak terkait prediksi reaksi penonton di Indonesia. Ia menggunakan analogi nasi goreng untuk menggambarkan keberagaman selera audiens yang bersifat personal.
“Saya selalu menganalogikan film layaknya nasi goreng. Variasinya ada banyak, dan ketika kita membawanya ke luar (negeri), tentu ada yang cocok dan ada yang tidak,” ungkap Meiske. Ia menekankan bahwa sebuah karya film tidak mungkin memuaskan semua orang secara seragam.
Meski begitu, hasil positif di Berlin memberikan optimisme besar bagi tim produksi. Mereka berharap dedikasi dalam menyajikan hidangan visual yang bagus ini dapat direspons dengan hangat oleh lidah para pencinta sinema di tanah air saat tayang nanti.
Kawan GNFI, mari kita dukung terus karya sineas lokal yang berani bereksplorasi dan menjaga kualitas artistik seperti tim Palari Films. Jangan lewatkan penayangan perdana Monster Pabrik Rambut di bioskop kesayangan Anda dan bagikan pesan positif ini kepada rekan-rekan pencinta film lainnya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


