Jika melintas di kawasan Ngabul, Kabupaten Jepara, akan terlihat sebuah monumen yang berdiri di tengah persimpangan jalan. Tugu tersebut menampilkan tiga figur perempuan dalam satu komposisi, yang kini dikenal sebagai Tugu Tiga Putri Jepara.
Lokasinya berada di jalur utama dari arah Kudus dan Semarang menuju pusat kota Jepara. Posisi ini membuatnya menjadi salah satu titik yang cukup mudah dikenali, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali masuk ke wilayah Jepara.
Namun sebelum menjadi seperti sekarang, kawasan ini memiliki bentuk yang berbeda.
Transformasi Bundaran Ngabul dan Latar Belakang Pembangunan
Sebelum dibangun menjadi Tugu Tiga Putri, kawasan Bundaran Ngabul diisi oleh bundaran air mancur dan Tugu Adipura.
Seiring meningkatnya aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut, desain lama dinilai kurang efektif. Tata ruang bundaran dianggap memakan cukup banyak area, sehingga badan jalan menjadi lebih sempit. Selain itu, posisi air mancur juga kerap mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan, terutama kendaraan berukuran besar.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan ulang kawasan bundaran. Penataan dilakukan dengan dua tujuan utama, yaitu: memperbaiki estetika kota, dan meningkatkan keamanan serta ketertiban lalu lintas
Dengan pendekatan ini, bundaran tidak hanya berfungsi sebagai ruang visual, tetapi juga lebih adaptif terhadap kebutuhan mobilitas kendaraan.
Pembangunan Tugu Tiga Putri pada Tahun 2016
Penataan ulang Bundaran Ngabul direalisasikan pada tahun 2016, dengan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jepara.
Proyek pembangunan ini ditangani oleh PT Maha Karya Utama Abadi dan berhasil diselesaikan pada awal Desember 2016.
Tugu kemudian diresmikan pada 22 Desember 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Pemilihan tanggal peresmian ini sejalan dengan konsep monumen yang mengangkat figur perempuan sebagai elemen utama. Tiga tokoh perempuan yang ditampilkan dalam tugu menjadi representasi kontribusi perempuan dalam sejarah Jepara lintas zaman.
Tiga Tokoh Perempuan dalam Satu Tugu
Tugu Tiga Putri menampilkan tiga tokoh perempuan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Jepara, yaitu:
Ratu Shima, dikenal sebagai simbol keadilan
Ratu Kalinyamat, dikenal sebagai simbol keberanian dan patriotisme
R.A. Kartini, dikenal sebagai simbol pendidikan dan emansipasi perempuan
Ketiga tokoh ini digambarkan dalam posisi yang berbeda, dengan atribut yang merepresentasikan karakter masing-masing.
Ratu Shima digambarkan membawa senjata sebagai simbol ketegasan dan keadilan.
Ratu Kalinyamat digambarkan dengan busur panah sebagai simbol keberanian.
R.A. Kartini digambarkan dengan buku sebagai simbol ilmu pengetahuan.
Arah Hadap Patung dan Keterkaitannya dengan Wilayah Sejarah
Salah satu hal yang cukup menarik dari tugu ini adalah arah hadap masing-masing patung. Setiap tokoh tidak menghadap secara acak, melainkan ke arah wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah:
Ratu Shima menghadap ke arah Keling, yang dikaitkan dengan pusat Kerajaan Kalingga
Ratu Kalinyamat menghadap ke arah Mantingan, yang terkait dengan pusat kekuasaan Kalinyamat
R.A. Kartini menghadap ke arah Mayong, yang dikenal sebagai tempat kelahirannya
Penempatan ini menjadi bagian dari pendekatan simbolik dalam desain monumen.
Elemen Tambahan dan Fungsi Kawasan
Tugu Tiga Putri tidak hanya berupa patung utama. Di sekitarnya juga terdapat elemen pendukung seperti taman, pohon, kursi, dan rumput hias.
Pada sore hingga malam hari, kawasan ini cukup ramai dikunjungi masyarakat. Pencahayaan lampu di sekitar tugu membuat area ini sering dimanfaatkan sebagai ruang publik, sekaligus tempat bersantai.
Selain itu, aktivitas ekonomi juga mulai muncul di sekitarnya. Pedagang kaki lima banyak berjualan di area trotoar dan bahu jalan, terutama pada malam hari.
Perubahan Lalu Lintas di Kawasan Bundaran Ngabul
Seiring dengan pembangunan tugu, dilakukan juga rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Sistem jalur di sekitar bundaran diatur menjadi satu arah untuk mengurangi potensi konflik kendaraan. Kendaraan dari arah tertentu diarahkan untuk memutar sebelum menuju pusat kota.
Perubahan ini sempat menimbulkan penyesuaian bagi pengendara, terutama pada awal penerapan. Namun dalam jangka panjang, penataan ini ditujukan untuk meningkatkan keteraturan lalu lintas di kawasan tersebut.
Tugu Tiga Putri sebagai Landmark Jepara
Sejak diresmikan, Tugu Tiga Putri mulai dikenal sebagai salah satu penanda wilayah Jepara, khususnya di kawasan Ngabul.
Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual kota, tetapi juga sebagai representasi sejarah melalui tiga tokoh perempuan yang diangkat.
Di tengah aktivitas kendaraan yang terus berlangsung di sekitarnya, tugu ini menjadi bagian dari lanskap kota yang kini cukup melekat dengan identitas Jepara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


