Film Na Willa bukan sekadar fiksi. Kisahnya diangkat dari kisah nyata, demikian pula karakter-karakternya.
Cerita Na Willa memang ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulisnya, Reda Gaudiamo, saat menjalani masa kecil di Surabaya tahun 1960-an. Karena itulah, bisa dibilang karakter Na Willa sebetulnya adalah Reda sendiri.
Reda menulis buku Na Willa yang pertama kali diterbitkan pada 2012. Buku itu kemudian diadaptasi menjadi film berjudul sama yang terbit pada 2026 ini. Isinya adalah lika-liku keseharian seorang gadis cilik yang tinggal di Krembangan, Surabaya, bersama keluarga dan teman-temannya.
Selain Na Willa atau yang juga kerap disapa Willa sebagai karakter utamanya, ada pula sejumlah teman-temannya yang juga senantiasa mewarnai cerita. Mereka adalah Dul, Bud, dan Farida.
Seperti karakter Na Willa, teman-temannya pun bukan tokoh fiktif biasa, melainkan sosoknya benar-benar ada dan pernah membersamai Reda di masa kecilnya. Karena itu pula, bisa jadi penonton Na Willa pun bakal penasaran seperti apa sebenarnya sosok asli mereka.

“Apakah ini cerita saya? Latar belakangnya iya, setting-nya iya, tokoh-tokohnya juga ada semua di dalam kehidupan saya. Ada Farida, ada Dul, ada Bud, mereka adalah teman-teman kecil saya,” kata Reda.
Sementara sudah banyak yang tahu bahwa Na Willa sejatinya adalah Reda, baru-baru ini sosok asli Farida juga terungkap. Ia bahkan hadir di bioskop untuk menonton Na Willa.
Itu terjadi di Tunjungan Plaza 1 XXI, Surabaya pada Selasa (31/3/2026). Yang lebih mengharukan, ternyata itu juga adalah pertemuan Reda dan Farida untuk yang pertama kalinya setelah mereka terpisah selama lebih dari 60 tahun.
Ya, siapa sangka dua sahabat kecil ini bisa duduk berdampingan di bioskop untuk menyaksikan potongan-potongan memori masa kecil mereka yang kini terekam dalam film. Dalam beberapa adegan, mata Farida bahkan sampai berkaca-kaca. Salah satunya ketika Willa ingin ikut mengaji bersama Farida.
Sebagaimana diketahui, karakter Willa diperankan oleh Luisa Adreena, sementara Farida diperankan oleh Freya Mikhayla. Tentu saja, sosok Farida dalam film yang tergambar sebagai anak yang ceria dan tidak bisa mengucap huruf ‘R’ jauh berbeda dengan aslinya saat ini. Farida telah bertransformasi menjadi seorang ibu yang kenyang akan asam garam kehidupan.
Farida memang tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menonton Na Willa. Tak hanya tampak dari ekspresi wajahnya, ia pun mengakuinya sendiri.

“Nontonnya ikut terharu. Pas nonton itu, kok Faridanya mirip sekali sama saya pas kecil ya. Apalagi saat adegan mengaji dan salat. Si Linda, nama kecil Reda Gaudiamo, ambil sprei, aduh, terharu sekali nontonnya, tidak bisa berkata-kata,” kenang Farida.
Tak hanya menonton Na Willa bersama, Reda juga mengunjungi rumah Farida untuk melepas rindu di Krembangan. Kampung yang penuh cerita itu memang sudah banyak berubah, namun kenangannya tetap tidak lekang oleh waktu. Apalagi, Farida pun masih tinggal di sana.
“Masa kecil saya di Surabaya, dan itu menjadi setting cerita Na Willa. Tumbuh di Surabaya dengan berbagai macam teman dan tetangga dari berbagai ras, dan itu menjadi bagian penting dari cerita ini,” ujar Reda Gaudiamo.
Kedatangan Reda ke rumah Farida sekaligus menunaikan janji yang pernah diutarakannya. Dengan terbayarkannya janji itulah tali persahabatannya dengan Farida tersambung lagi.
“Saya dulu berjanji mau pulang cepat, segera pulang. Tapi saya ternyata tidak pernah pulang, namun janjinya sekarang sudah terpenuhi, meskipun di saat kami sudah sama-sama tua,” kenang Reda.
“Dulu bilangnya sebentar, eh hampir 66 tahun baru ketemu lagi. Dia bilangnya sebentar. Jangan ditinggalin lagi ya sekarang,” kata Farida.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


