AIESEC in UPNVJ berkolaborasi dengan EF EFEKTA dalam penyelenggaraan webinar edukatif yang berfokus pada pengembangan kemampuan komunikasi global bagi generasi muda. Webinar ini bertema “Own Your Voice & Build Confident Global Communication: How to Speak English with Confidence” yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2025 melalui platform Zoom Cloud Meetings. Kegiatan ini menjadi proyek webinar pertama yang diinisiasikan oleh Jakarta Region dalam kolaborasi bersama EF EFEKTA.
Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia professional. Dalam era globalisasi ini, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang dapat membuka berbagai peluang internasional.
Kegiatan ini menghadirkan Humaisul Asyari sebagai pembicara utama. Ia merupakan seorang teacher dari EF EFEKTA sekaligus penerima Japanese Government MEXT Scholarship. Dalam sesi pemaparannya, Humaisul memberikan wawasan mengenai bagaimana bahasa Inggris dapat menjadi alat penting untuk membangun komunikasi global yang efektif serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi di lingkungan Internasional.
Dalam pemaparannya, Humaisul menjelaskan bahwa bahasa Inggris memiliki peran penting baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan karier. Ia memperkenalkan empat aspek utama yang menggambarkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam konteks global.

Pertama adalah access, yaitu akses terhadap pengetahuan global. Banyak sumber pembelajaran, penelitian, serta informasi internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, individu dapat mengakses lebih banyak sumber pengetahuan dan memperluas wawasan mereka.
Kedua adalah business, yaitu peluang untuk bergabung dan berkontribusi dalam perusahaan internasional. Banyak organisasi global menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kerja utama. Kemampuan komunikasi yang baik dalam bahasa Inggris dapat membuka peluang kerja yang lebih luas di tingkat Internasional.
Ketiga adalah compensation, yaitu potensi peningkatan pendapatan. Individu dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh posisi kerja dengan kompensasi yang lebih tinggi, terutama dalam perusahaan multinasional atau organisasi internasional.
Keempat adalah diversity, yaitu kesempatan untuk membangun jaringan global. Melalui bahasa Inggris, individu dapat berinteraksi dengan orang dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang yang berbeda. Hal ini membuka peluang untuk memperluas jaringan pertemanan serta kolaborasi internasional.
Selain membahas pentingnya bahasa inggris, Humaisul juga memaparkan beberapa keterampilan utama yang dapat membantu peserta membangun komunikasi global yang lebih percaya diri. Keterampilan pertama adalah awareness of context.
Peserta diajak untuk memahami konteks komunikasi sebelum berbicara. Menurut Humaisul, komunikasi yang efektif harus memiliki tiga elemen utama, yaitu jelas, langsung, dan praktis. Kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris sering kali muncul ketika seseorang memiliki pemahaman yang jelas mengenai pesan yang ingin disampaikan.
Keterampilan kedua adalah membangun intercultural communication skill. Bahasa inggris merupakan bahasa global yang digunakan oleh berbagai budaya di seluruh dunia. Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa aspek komunikasi lintas budaya seperti tingkat kesopanan, perbedaan antara komunikasi langsung dan tidak langsung, serta keberagaman aksen dalam penggunaan bahasa Inggris global.
Dalam konteks ini, Humaisul menekankan bahwa kejelasan pesan jauh lebih penting dibandingkan aksen. Menurutnya, tujuan utama komunikasi adalah agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh lawan bicara, terlepas dari latar belakang budaya atau aksen yang dimiliki, “The best way to start speaking English confidently is simply to start.”
Keterampilan ketiga yang disampaikan dalam webinar ini adalah pentingnya continuous learning. Kemampuan berbahasa Inggris tidak dapat berkembang secara instan, tetapi membutuhkan proses pembelajaran yang berkelanjutan, peserta didorong untuk terus melatih kemampuan mereka melalui berbagai cara, seperti membaca, menonton konten berbahasa Inggris, atau berlatih berbicara secara aktif dalam percakapan sehari-hari. Humaisul mengatakan “Don’t be afraid of being judged, most people are too focused on themselves to judged you.”
Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan pelajar yang memiliki minat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi global mereka. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung, khususnya pada sesi tanya jawab bersama pembicara.
Kegiatan ini juga memberikan wawasan praktis mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya di era globalisasi, serta peran bahasa Inggris sebagai keterampilan utama dalam membuka akses terhadap peluang pendidikan dan karier di tingkat global.
Kolaborasi antara AIESEC in UPNVJ dan EF EFEKTA ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris serta memiliki kesiapan untuk berkomunikasi dalam lingkungan internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


