Setelah 6 minggu perjalanan yang penuh makna, AIESEC in UIN Jakarta menutup rangkaian program melalui “Fiesta de Adios: Farewell Party and Dinner” pada Selasa (24/2/2026) di Dapoer Kebun Bintaro. Lebih dari sekadar acara penutup, momen ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan, merefleksikan pengalaman, dan mempererat ikatan yang telah terbangun.
Sejak awal, suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa. Melalui interaksi yang cair dan penuh energi, peserta diajak untuk kembali terhubung satu sama lain. Bukan lagi sebagai individu yang baru bertemu, tetapi sebagai bagian dari perjalanan bersama yang telah dilalui selama program berlangsung.
Malam tersebut berkembang menjadi ruang di mana cerita-cerita bermunculan secara natural. Dalam suasana makan malam yang intim, peserta dan panitia saling berbagi pengalaman, mengenang momen-momen kecil yang mungkin sederhana, tetapi bermakna.
Tawa, cerita, dan refleksi berpadu, menciptakan atmosfer yang tidak hanya hangat, juga penuh kedekatan emosional.
Ketika sesi berbagi dimulai, ruang tersebut berubah menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpul. Satu per satu peserta menyampaikan pengalaman, rasa syukur, serta pesan yang ditujukan kepada sesama peserta maupun panitia.
Momen ini menjadi titik refleksi yang memperlihatkan bagaimana setiap individu telah tumbuh, belajar, dan berkontribusi selama program berlangsung.
Suasana semakin mendalam ketika lampu ruangan diredupkan dan seluruh peserta diajak menyaksikan video rekap perjalanan Green Leaders selama 6 minggu. Cuplikan demi cuplikan mulai dari kedatangan, aktivitas program, hingga momen di balik layar menghidupkan kembali perjalanan yang telah dilalui.
Tidak sedikit peserta yang larut dalam emosi, merasakan kembali setiap pengalaman yang sebelumnya mungkin terasa cepat berlalu.
Aliyah, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa momen tersebut menjadi titik paling berkesan baginya.
“Pasnonton video recap, rasanya semua kenangan langsung balik lagi. Dari yang awalnya masih asing sampai akhirnya bisa sedekat ini. Itu bikin aku sadar kalau perjalanan ini benar-benar berarti,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Rafi, yang menyoroti kekuatan kebersamaan dalam kegiatan ini. “Menurut aku, yang paling terasa itu bukan cuma kegiatannya, tapi orang-orangnya. Dari ngobrol, kerja bareng, sampai momen santai kayak gini, semuanya bikin kita ngerasa punya koneksi yang kuat satu sama lain,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, malam tersebut juga diisi dengan pemberian berbagai penghargaan kepada peserta, sebagai pengakuan atas kontribusi dan peran mereka selama program. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap nama yang dipanggil, menambah suasana perayaan yang penuh kebanggaan.
Tidak berhenti di situ, panitia menghadirkan kejutan melalui penampilan spesial yang dikemas dalam sesi karaoke bersama. Dengan penuh energi dan keceriaan, momen ini menjadi penutup yang ringan, tetapi berkesan. Menghadirkan tawa dan kebahagiaan yang mengikat seluruh rangkaian acara.
Fiesta de Adios tidak hanya menjadi akhir dari sebuah program, tetapi juga menjadi ruang di mana hubungan yang telah terbangun diperkuat, dan kenangan yang tercipta dirayakan bersama.
Dari setiap cerita yang dibagikan hingga setiap emosi yang dirasakan, kegiatan ini menunjukkan bahwa dampak sebuah program tidak hanya terletak pada apa yang dilakukan, tetapi juga pada koneksi yang ditinggalkan.
Lebih dari sekadar perpisahan, malam itu menjadi pengingat bahwa setiap akhir juga merupakan awal dari perjalanan baru. Apa yang telah dibangun selama enam minggu tidak berhenti di sini melainkan akan terus hidup dalam relasi, pengalaman, dan perspektif yang dibawa oleh setiap individu ke langkah berikutnya.
Penulis: Yin Kalih Putih Islami
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

