Kawan GNFI Jabodetabek kembali menghadirkan ruang temu yang hangat lewat program Berkawan. Pada edisi kali ini, kegiatan Berkawan diisi dengan nonton bareng (nobar) film Pelangi di Mars di Metropole XXI pada Minggu (29/3/2026). Tidak hanya nobar, acara ini juga menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan film melalui kehadiran para cast.
Berkawan kali ini terasa begitu spesial karena Kawan GNFI dengan antusias datang dari berbagai tempat untuk memeriahkan acara ini hingga memenuhi satu studio.
Sejak awal pemutaran, gelak tawa kerap terdengar saat penonton bereaksi pada adegan-adegan lucu, membuat suasana di dalam studio terasa semakin hidup dan menyenangkan.
Mengenal Pelangi di Mars
Film Pelangi di Mars sendiri merupakan film fiksi ilmiah keluarga yang saat ini sedang tayang di bioskop. Film ini mengangkat kisah tentang seorang anak bernama Pelangi, manusia pertama yang lahir dan tumbuh di planet Mars. Dalam perjalanannya, Pelangi harus menghadapi berbagai tantangan dan berpetualang bersama robot-robot untuk menemukan solusi bagi Bumi, yaitu mineral langka bernama Zeolit Omega.
Meski dibalut visual futuristik dan teknologi canggih seperti XR atau Extended Reality, film ini tetap menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, film ini juga membawa pesan yang mudah dipahami oleh penonton.
Karya tersebut juga menyelipkan pesan tentang pentingnya menjaga bumi dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Hal ini membuat film Pelangi di Mars dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk penonton muda seperti Kawan GNFI yang hadir dalam acara tersebut.
Interaksi Hangat Bersama Cast

nteraksi Para Cast dan Penonton | Dokumentasi Pribadi
Nobar kali ini semakin berkesan karena dihadiri langsung oleh Messi Gusti yang memerankan Pelangi dan Bimo Kusumo sebagai pengisi suara karakter robot Batik. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam acara Berkawan kali ini.
Setelah pemutaran film, kedua cast menyapa para peserta dan menyampaikan beberapa sambutan singkat. Mereka berbagi cerita mengenai proses produksi hingga pesan yang ingin disampaikan melalui film ini.
Bimo Kusumo menyebut bahwa Pelangi di Mars menjadi warna baru dalam dunia film anak di Indonesia, yang saat ini masih membutuhkan lebih banyak karya berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tontonan anak-anak.
Ia juga menjelaskan bahwa film ini menggunakan teknologi XR yang memungkinkan penggabungan antara live action dan animasi secara bersamaan dalam satu proses produksi. Teknologi ini masih tergolong baru dan jarang digunakan, sehingga menjadi salah satu daya tarik utama dari film ini.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memberikan ruang dan apresiasi yang lebih bagi profesi seperti voice actor dan body actor dalam industri kreatif. Menurutnya, kehadiran film ini juga menjadi langkah untuk mendorong pengakuan yang lebih luas terhadap peran-peran tersebut di dunia seni dan hiburan.
Tidak hanya berhenti di sesi nobar dan sharing, acara juga semakin hidup dengan adanya kuis interaktif yang melibatkan anak-anak di dalam studio.
Para cast memberikan pertanyaan seputar film, mulai dari nama-nama robot yang muncul dalam cerita hingga karakter favorit mereka. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh para cast. Momen ini pun semakin menambah keseruan dan keceriaan suasana dalam acara Berkawan kali ini.
Di akhir acara, momen kebersamaan ditutup dengan sesi foto bersama antara cast dan Kawan GNFI. Suasana hangat dan penuh kebahagiaan terasa jelas, menjadikan Berkawan kali menjadi suatu momen yang spesial.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


