Gelandang serang Timnas Indonesia, Beckham Putra, keluar sebagai Man of the Match dalam laga FIFA Series kontra Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026) malam. Bintang Persib Bandung tersebut menyumbang dua gol dalam kemenangan telak 4-0 Skuad Garuda.
Laga ini bukan sekadar uji coba biasa, melainkan panggung pembuktian bagi Beckham. Mencetak brace pada menit ke-15 dan 25, pemain berusia 24 tahun itu seolah memberikan jawaban telak atas skeptisisme sebagian suporter. Dipercaya sebagai starter oleh John Herdman, Beckham tampil meledak selama 65 menit, mengacak-acak pertahanan lawan dengan kepercayaan diri tinggi.
Sentuhan strategi John Herdman mulai menunjukkan identitas baru bagi Indonesia. Dalam formasi 4-4-2 yang dinamis, Beckham ditempatkan di posisi aslinya sebagai sayap kiri. Hasilnya? Permainan Garuda tampil lebih cair. Gol pembuka lahir di menit ke-15 saat Ole Romeny mengirim umpan lambung presisi. Beckham mengejar bola, mengecoh kiper Julani Archibald, dan dengan tenang mengubah papan skor menjadi 1-0.
Sepuluh menit berselang, kolaborasi itu kembali tercipta. Ole Romeny yang memenangi duel di tengah melihat posisi bebas Beckham di sisi kiri. Dengan satu kontrol matang, pemain bernomor punggung 7 itu melepaskan tembakan melengkung ke pojok kanan gawang. Skor 2-0 membuat Indonesia kian dominan.
Makna di Balik Isak Tangis
Meski tampak tangguh di lapangan, Beckham tak kuasa membendung emosinya usai mencetak gol. Ada haru yang tumpah di lapangan hijau malam itu.
“Tentunya sangat terharulah bisa (mencetak) gol pertama di timnas senior dan jadi gol pertama juga di (kancah) internasional. Semoga bisa tambah-tambah gol juga tambah percaya diri juga. Alhamdulillah,” ungkap Beckham usai laga.
Bagi pemain yang akrab disapa Etam ini, kemenangan ini adalah suntikan moral krusial menjelang laga berat melawan Bulgaria pada 30 Maret mendatang. Bulgaria bukanlah lawan enteng, apalagi setelah mereka melumat Kepulauan Solomon dengan skor mencolok 10-2.
“Di pertandingan selanjutnya semoga kami bisa diberikan kemenangan lagi. Tentunya dengan skor 4-0 tadi kami bisa tambah percaya diri lagi karena lawan selanjutnya adalah Bulgaria, lawan tim kuat juga,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa tim harus segera menganalisis kekuatan Bulgaria demi menjaga tren positif ini.
Tempaan "Gila" dari Bandung
Bukan rahasia lagi jika Beckham sempat menjadi sasaran hujatan oknum suporter yang meragukan kapasitasnya di level internasional. Padahal, ia adalah motor serangan yang membawa Persib Bandung juara Liga Indonesia dua kali. Namun, bagi Beckham, tekanan itu hanyalah "makanan" sehari-hari.
“Sebenarnya di Bandung itu lebih gila (kritik ke pemain). Netizen-nya lebih sadis. Bandung itu kayak timnasnya Persib. Makanya pemain Persib harus kuat mental. Jadi ke Timnas itu ah udahlah sama aja kok kaya di Persib,” seloroh Beckham. Ia mengaku justru lebih menikmati tekanan ketimbang bermain terlalu santai. “Karena di Persib netizen-nya juga (edan), jadi motivasi aja. Saya itu malah lebih suka tekanan daripada santai. Lebih ke enjoy aja kalau ada tekanan,” paparnya.
Pujian dari Para Pelatih
Performa apik Beckham tak luput dari pantauan mantan pelatih Timnas, Jacksen F. Tiago. Lewat akun Instagramnya @jt_jacksen_f_tiago_coach, ia memberikan apresiasi tinggi: "Nobody deserve that gol, More than you, Young Man.. (Hard Work, speak louder than words)".
Pujian serupa datang dari sang nahkoda, John Herdman. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa gol Beckham bukanlah kebetulan, melainkan hasil latihan yang disiplin.
“Saya juga perlu menyebut nama Beckham (Putra) secara khusus, dia mencetak dua gol itu, kami mengerjakan pergerakan diagonal itu dan, dia (Beckham) berkomitmen untuk hal tersebut,” jelas Herdman. Menurutnya, kedisiplinan taktis Beckham dalam membaca ruang menjadi kunci efektivitas serangannya malam itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


