Fasilitas pintu gerbang udara Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah global.
Dalam ajang prestisius World Airport Awards 2026 yang digelar Skytrax di London, dua bandara tersibuk kita mencatatkan lompatan peringkat yang signifikan.
Bandara Soekarno-Hatta kini bertengger di posisi 22 dunia, naik tiga tangga dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut melaju ke peringkat 67 dunia.
Transformasi besar-besaran yang dilakukan sejak 2024 lewat InJourney Airports ini pun membuahkan hasil. Sehingga, pengalaman perjalanan penumpang kini terasa lebih berkelas dan nyaman.
Sentuhan Modern dan Tradisional di Terminal Baru
Di Bandara Soekarno-Hatta, perubahan fisik terlihat nyata dari beautifikasi Terminal 3 hingga dioperasikannya kembali Terminal 1C. Terminal tersebut kini tampil dengan wajah baru yang memadukan unsur modernitas namun tetap kental dengan sentuhan tradisional khas Indonesia.
Selain itu, peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F turut memperkuat efisiensi layanan bagi jamaah.
Tak kalah bersolek, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga melakukan optimalisasi fasilitas secara masif. Penambahan taman air dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang estetis menghubungkan terminal dengan area parkir menjadi daya tarik tersendiri.
Area penjemputan pun didesain lebih nyaman agar bisa memberikan kesan bagi para wisatawan mancanegara yang baru saja mendarat di Pulau Dewata.
“Tren peningkatan ini menunjukkan konsistensi perbaikan layanan dalam tiga tahun terakhir, dan menandakan bahwa transformasi bandara berjalan pada jalur yang tepat,” kata Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir.
Layanan Imigrasi dan Staf Terbaik di Asia
Selain peringkat global, Bandara Soekarno-Hatta juga membawa pulang penghargaan kategori khusus.
Bandara ini berhasil masuk dalam jajaran Top 10 World’s Best Immigration Service 2026 serta Best Airport Staff in Asia 2026. Di tingkat regional, posisi Soekarno-Hatta merangkak naik menjadi bandara terbaik ke-8 di Asia.
Keberhasilan ini didasarkan pada World Airport Survey yang dilakukan terhadap penumpang dari lebih 100 negara sejak Agustus 2025 hingga Februari 2026.
Penilaian meliputi seluruh aspek perjalanan, mulai dari proses check-in, keamanan, area komersial, hingga kenyamanan di gate keberangkatan.
Mengejar Target 10 Besar Dunia pada 2029
Prestasi di tahun 2026 ini barulah awal dari ambisi yang lebih besar. InJourney Airports menargetkan Bandara Soekarno-Hatta mampu menembus posisi 10 besar dunia pada tahun 2029 mendatang.
Selain itu, standarisasi layanan terus dipacu agar kedua bandara ini meraih akreditasi tertinggi dari Airport Council International.
Dengan begitu, bandara di Indonesia tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi juga menjadi wajah kebanggaan bangsa.
Semangat untuk terus berbenah ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan industri pariwisata dan konektivitas nasional di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


