keliling dunia cuman sehari intip keseruan negara tujuanmu di global village aiesec in usu - News | Good News From Indonesia 2026

Keliling Dunia Cuman Sehari? Intip Keseruan Negara Tujuanmu di Global Village AIESEC in USU

Keliling Dunia Cuman Sehari? Intip Keseruan Negara Tujuanmu di Global Village AIESEC in USU
images info

Keliling Dunia Cuman Sehari? Intip Keseruan Negara Tujuanmu di Global Village AIESEC in USU


AIESEC in USU dengan bangga menyelenggarakan kegiatan Global Village 3.0 pada 24 Januari 2026 dengan tema “Cultural Harmony: Understanding Diversity and Unity Through Traditional Folk Songs and Cultural Storytelling Presenting in Medan”.

Kegiatan ini berhasil membawa warga Medan seakan-akan mengelilingi dunia hanya dalam satu hari. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya dari berbagai negara dan dibalut dengan berbagai pertunjukkan relevan yang menjadi daya tarik utama dari kegiatan.

Global Village 3.0 sukses menampilkan berbagai pertunjukan kebudayaan seperti drama musikal, barongsai, pertunjukan balet dengan diiringi violin, pertunjukan budaya Korea Selatan yang menyuguhkan penampilan lagu tradisional dan dance “Like Jennie” yang belum lama ini viral di media sosial, serta paduan suara yang sangat menarik perhatian para audiens.

Meriahnya acara Global Village 3.0 juga didukung karena adanya booth-booth dari berbagai negara seperti Vietnam, Mesir, Korea Selatan, Kenya, Sri Lanka, Cina, India, dan Indonesia. Adanya booth ini memberikan kesempatan bagi setiap pengunjung untuk mengetahui lebih banyak budaya dari negara lain dan mencoba berlatih bahasa dengan para Exchange Participant yang datang sebagai volunteer. Global Village 3.0 bukan sekadar pameran budaya biasa tetapi acara ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan warga lokal dengan identitas global melalui interaksi global.

baca juga

Para pengunjung seolah diajak melakukan perjalanan lintas batas yang membawa mereka merasakan hidden gem dari berbagai negara. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan kekayaan tradisi dunia yang dikemas dalam bentuk berbagai pertunjukan.

Adanya drama yang diangkat ialah tentang bagaimana anak muda menyikapi perubahan zaman tetapi tradisinya tetap lestari. Pertunjukan ini tidak hanya menyajikan hiburan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang sikap bijaksana beradaptasi menerima perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan budaya tradisional.

Pertunjukan tersebut berhasil menyentuh sisi emosional audiens dengan menyoroti betapa pentingnya menjaga akar tradisi di tengah arus modernisasi. Namun, keseruan tidak berhenti di atas panggung saja. Global Village 3.0 benar-benar memanjakan mata dan telinga pengunjung dengan kurasi penampilan yang sangat variatif.

Penonton diajak berdecak kagum dengan aksi energik barongsai yang melambangkan keberuntungan, hingga suasana haru yang tenang saat pertunjukan balet lembut diiringi oleh alunan Violin yang membangun suasana romantis. Kontras yang harmonis ini menunjukkan bahwa perbedaan genre seni, jika disatukan dapat menciptakan simfoni keindahan yang luar biasa.

Fenomena budaya populer juga tidak luput dari sorotan acara ini. Sebagai respons terhadap tren global, Global Village 3.0 menyuguhkan penampilan khusus bertema Korea Selatan yang sangat dinanti. Para Pengisi Acara tidak hanya membawakan lagu-lagu tradisional yang penuh makna, tetapi juga menghidupkan suasana dengan dance performance “Like Jennie” yang baru-baru ini viral di berbagai media sosial.

Perpaduan antara nilai klasik dan tren modern ini membuktikan bahwa AIESEC in USU sangat jeli dalam melihat selera audiens tanpa meninggalkan esensi edukasi budayanya. Melengkapi kemeriahan tersebut, paduan suara dengan harmoni yang megah turut melengkapi kemeriahan panggung, membuat setiap menit yang dihabiskan pengunjung terasa begitu berharga.

Selain panggung utama yang megah, daya tarik yang tak kalah menarik adalah deretan booths dari mancanegara yang berdiri megah di area festival. Di sinilah momen "pindah negara" yang sesungguhnya terjadi. Pengunjung bebas bereksplorasi mengunjungi booth negara yang ada mulai dari negara Vietnam, Mesir, Sri Lanka dan Kenya.

Setiap booth bukan hanya sekadar tempat pajangan, melainkan ruang diskusi interaktif di mana delegasi memperkenalkan tradisi unik, kuliner khas, hingga filosofi hidup dari negara asal mereka. Melalui interaksi langsung ini, stereotip yang mungkin ada selama ini perlahan memudar, digantikan oleh pemahaman baru dan rasa hormat yang mendalam terhadap perbedaan.

baca juga

Bagi warga Medan, Global Village 3.0 adalah bukti nyata bahwa mengenal mancanegara bisa dimulai dari percakapan sederhana di sebuah booth budaya. Kesuksesan acara ini mencerminkan komitmen AIESEC in USU dalam menciptakan agen perubahan yang berwawasan luas dan inklusif. Melalui narasi "Keliling Dunia dalam 1 Hari", para anggota AIESEC in USU berhasil membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk saling memahami.

Jika pertemuan singkat di Global Village ini sudah cukup untuk membuatmu jatuh cinta pada keberagaman, inilah saatnya melangkah lebih jauh. Lewat Global Volunteer, kamu tidak hanya sekedar 'berkunjung', tapi tumbuh dan memberikan dampak nyata di negara tujuan. Mari bawa semangat inklusivitas ini ke kancah global bersama AIESEC in USU.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.