dorong energi bersih indonesia jepang berkolaborasi untuk rantai pasok mineral kritis - News | Good News From Indonesia 2026

Dorong Energi Bersih, Indonesia-Jepang Berkolaborasi untuk Rantai Pasok Mineral Kritis

Dorong Energi Bersih, Indonesia-Jepang Berkolaborasi untuk Rantai Pasok Mineral Kritis
images info

Dorong Energi Bersih, Indonesia-Jepang Berkolaborasi untuk Rantai Pasok Mineral Kritis


Ketidakpastian geopolitik global memaksa negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk memperkuat aliansi strategis mereka.

Dalam rangkaian Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Indonesia dan Jepang resmi menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) yang berfokus pada dua sektor krusial: mineral kritis dan energi nuklir.

Kerja sama ini merupakan untuk mengamankan rantai pasok energi masa depan. Mineral kritis kini dipandang sebagai komponen vital dalam pencapaian target emisi nol bersih, sementara teknologi energi maju menjadi kunci untuk menciptakan sistem energi yang lebih tangguh dan terintegrasi.

 

Optimalisasi Sumber Daya Strategis Nasional

Indonesia memegang posisi tawar yang signifikan dengan kepemilikan 43% cadangan nikel dunia, di samping potensi besar pada bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang.

Melalui kesepakatan ini, sumber daya tersebut diharapkan dapat dikelola secara bersama untuk mendukung pengembangan teknologi energi bersih global.

Pemanfaatan mineral strategis ini diarahkan pada pembentukan rantai pasok yang lebih aman dan andal.

Kolaborasi dengan pihak Jepang membuka peluang bagi implementasi teknologi pengolahan mineral di dalam negeri, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal untuk kebutuhan transisi energi.

“Kami mengajak pemerintah maupun pengusaha Jepang untuk mengelola bersama mineral kritis di Indonesia. Kita punya cadangan nikel, bauksit, timah, tembaga, hingga logam tanah jarang yang bisa diimplementasikan secara baik,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

 

Nuklir sebagai Alternatif Rendah Karbon

Selain mineral, sektor energi nuklir menjadi salah satu poin utama dalam diskusi bilateral ini.

Fokus pengembangan diarahkan pada pemanfaatan teknologi nuklir sebagai solusi energi rendah karbon dengan tetap memprioritaskan standar keselamatan yang tinggi. Indonesia berpeluang menyerap pengalaman dan kecanggihan teknologi Jepang dalam transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, penguatan kerja sama ini juga mencakup pengamanan cadangan energi strategis lainnya, termasuk rantai pasok LNG dan batu bara.

Hal ini dinilai penting untuk menghadapi dinamika global yang menuntut setiap negara saling memperkuat ketahanan energi kawasan agar tetap stabil di tengah situasi krisis.

“Di tengah krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi,” ujar Ryosei Akazawa, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang.

 

Realisasi Proyek Transisi Energi Kawasan

Kerja sama ini turut mencakup percepatan proyek-proyek di bawah kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Beberapa agenda mendesak yang menjadi fokus antara lain operasional PLTP Sarulla dan penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat dekarbonisasi di kawasan Indo-Pasifik. Dengan memadukan kekayaan mineral Indonesia dan kapabilitas teknologi Jepang, kedua negara berupaya menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan, sekaligus memitigasi dampak gangguan rantai pasok yang kerap terjadi akibat gejolak global.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.