antara dedikasi dan intimidasi seberapa penting peran aktivis ham untuk menjaga keadilan - News | Good News From Indonesia 2026

Antara Dedikasi dan Intimidasi: Seberapa Penting Peran Aktivis HAM untuk Menjaga Keadilan?

Antara Dedikasi dan Intimidasi: Seberapa Penting Peran Aktivis HAM untuk Menjaga Keadilan?
images info

Antara Dedikasi dan Intimidasi: Seberapa Penting Peran Aktivis HAM untuk Menjaga Keadilan?


Sebagai negara hukum, Indonesia menjamin adanya pemenuhan hak asasi manusia (HAM) bagi seluruh rakyatnya. Seluruh masyarakat tanpa terkecuali berhak merasa aman dan nyaman untuk hidup di bawah keadilan tanpa adanya diskriminasi.

Untuk menjaga agar keadilan itu tidak mati, muncul sosok-sosok bak superhero nan berani yang berada di garis terdepan untuk membela HAM. Mereka adalah aktiivis atau pembela HAM.

Disadur dari situs resmi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pembela HAM atau aktivis HAM adalah orang dan/atau kelompok dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari korban, yang secara sukarela maupun mendapat upah yang melakukan kerja-kerja pemajuan dan perlindungan HAM dengan cara-cara damai.

Lebih lanjut, dalam Standar Norma dan Pengaturan (SNP) Pembela HAM, keberadaan para pembela HAM ini sangat penting dalam hal pemajuan, perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan HAM. Aktivis-aktivis ini konsisten memberikan partisipasi dan kontribusinya dalam memajukan HAM di Indonesia.

Situasi Rawan bagi Pembela HAM

Hal yang sangat disayangkan, situasi aktivis HAM di Indonesia sampai sat ini masih sangat “rawan”. Mereka kerap mengalami pelanggaran, ancaman, sampai serangan fisik mengancam kegiatan mereka di bidang penegakan HAM. Pelanggaran, ancaman, atau serangan itu mencakup berbagai bentuk, mulai dari penghalangan atau pembatasan kegiatan pembelaan dan pemajuan HAM, serangan fisik, psikis, verbal, seksual, digital, dan serangan lainnya.

Pelanggaran, serangan, dan ancaman-ancaman itu ditujukan untuk menghentikan pembela HAM dari kerja-kerjanya. Kawan GNFI pasti tahu dan ingat aktivis-aktivis HAM yang dipersekusi di Tanah Air tercinta ini bukan?

Salah satu aktivis HAM yang sangat terkenal adalah Munir. Ia merupakan aktivis yang vokal menyuarakan pembelaan orban penculikan dan kekerasan aparat, buruh, dan menentang militeralisme.

baca juga

Namun, suaranya yang begitu lantang itu justru membuatnya berada dalam kondisi bahaya. Sosok luar biasa ini meninggal dunia di tahun 2004 akibat diracun. Munir hanyalah satu dari sekian banyak aktivis HAM yang menjadi “korban” ketidakadilan.

Yang terbaru, Andrie Yunus, aktivis muda penggiat HAM yang juga salah satu aktivis untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menjadi korban. Menariknya, KontraS merupakan organisasi yang didirikan mendiang Munir. KontraS juga dikatakan sering mendapatkan intimidasi oleh orang tidak dikenal.

Andrie disiram dengan air keras pada 12 Maret 2026. Akibatnya, ia mengalami luka bakar sebesar 24 persen.

Kawan GNFI, Komnas HAM menyebut jika pelanggaran dan ancaman kepada Pembela HAM merupakan serangan sekaligus ancaman terhadap HAM secara keseluruhan. Dalam UU HAM, ada jaminan hak pembela HAM di Bab Partisipasi Masyarakat dalam Pasal 100, 101, 102, dan 103.

Kawan, pembela HAM juga memiliki jaminan yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 C. Selain itu, jaminan lainnya juga terdapat dalam Deklarasi HAM Pasal 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13.

Seberapa Penting Peran Aktivis HAM di Indonesia?

Merangkum dari SNP Pembela HAM, berikut adalah peran penting aktivis HAM dalam membantu memajukan penegakan HAM di Indonesia:

  • Mencari informasi dan mengumpulkan informasi serta melaporkan dugaan pelanggaran HAM.
  • Melakukan pembelaan terhadap korban pelanggaran HAM.
  • Menjamin akuntabilitas dan mengakhiri impunitas.
  • Mendukung tata kelola kebijakan pemerintah yang lebih baik, sekaligus berperan dalam pembuatan kebijakan terkait HAM dan berperan dalam kegiatan perubahan atau penghapusan kebijakan yang dinilai bertentangan dengan HAM.
  • Berkontribusi mendorong implementasi instrumen HAM internasional.
  • Menyediakan pendidikan HAM.

Negara memiliki kewajiban untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi para pembela HAM. Atinya, segala hal yang dilakukan oleh aktivis HAM yang bertujuann untuk menegakkan HAM wajib dilindungi oleh negara.

Aktivis HAM bagaikan “benteng” terakhir untuk mewujudkan keadilan. Aktivis juga penting untuk menjaga martabat, kebebasan, dan keadilan bagi tiap individu tanpa adanya diskriminasi.

Keberadaan aktivis HAM bisa dibilang seperti sebuah indikator kesehatan demokrasi sebuah bangsa. Mereka hadir sebagai penghubung bagi suara-suara yang acap kali terpinggirkan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.