Industri fesyen muslim atau modest fashion kini tak lagi dipandang sebelah mata. Tren busana santun ini telah berkembang menjadi gaya hidup global yang melampaui batasan agama dan etnis.
Derasnya arus informasi di media sosial membuat siapa saja, lintas budaya, kini mulai melirik produk modest fashion sebagai pilihan berbusana yang elegan dan berkarakter.
Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, konsumsi fesyen muslim dunia diproyeksikan bakal menembus angka USD433 miliar pada tahun 2028.
Indonesia pun berada di posisi yang sangat strategis untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama sekaligus pusat tren dunia.
“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar sehingga harus berkembang untuk memperkuat peran Indonesia sebagai produsen dan pusat tren dunia,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Lonjakan Ekspor dan Kekuatan Padat Karya
Data menunjukkan bahwa karya desainer lokal makin diminati di mancanegara. Nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) pada 2023 mencapai USD990 juta.
Angka ini melompat drastis sebesar 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi ini menempatkan Indonesia masuk dalam jajaran tujuh besar negara eksportir fesyen ke wilayah OIC.
Di balik gemerlap panggung runway, industri ini juga menjadi tumpuan hidup jutaan orang.
Sektor ini merupakan industri padat karya yang melibatkan sekitar 594 ribu industri kecil pakaian jadi dengan serapan tenaga kerja mencapai 1,2 juta orang.
Kreativitas desainer, kekayaan budaya, dan beragam bahan tekstil berkualitas tinggi menjadi modal kuat Indonesia untuk bersaing dengan negara besar seperti China, Turki, dan India.
Sertifikasi Halal sebagai Standar Mutu Global
Langkah lainnya yang tengah disiapkan adalah pemberlakuan wajib sertifikasi halal untuk produk barang gunaan, termasuk fesyen, mulai Oktober 2026.
Sertifikasi halal akan menjadi identitas pembeda bagi produk Indonesia. Di pasar internasional yang kini semakin peduli pada aspek etika (ethical fashion), keberlanjutan, dan asal-usul produk, label halal memberikan jaminan kualitas dan kepercayaan lebih bagi konsumen.
Momentum Ramadan dan Idulfitri juga menjadi momen penggerak bagi pelaku ekonomi kreatif. Melalui ruang ekspresi kreatif bagi para desainer, diharapkan lahir karya-karya baru yang tidak hanya mengikuti tren modern, tetapi juga tetap menjaga karakter busana yang santun dan beretika.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


