Mungkin banyak yang tahu bahwa EIGER adalah merek perlengkapan outdoor terkemuka asal Indonesia yang diandalkan banyak orang untuk berpetualang. Namun siapa sangka jika EIGER pun punya petualangannya sendiri?
Petualangan yang dimaksud adalah berbagai event yang bakal diadakan EIGER sepanjang 2026 ini. Di dalam event-event tersebut, mereka tidak hanya sekadar hadir dan tampil, melainkan juga memberi makna dan manfaat.
Tahun ini, petualangan EIGER dimulai dari perjalanan panjang menyusuri hutan Sumatra. Di sana, EIGER akan melakukan ekspedisi eksplorasi dan dokumentasi kondisi tutupan hutan yang berada di sana.
Di Sumatra, EIGER tak sendiri. Mereka berkolaborasi dengan National Geographic Indonesia untuk melakukan pendataan awal kondisi hutan dari Batusangkar (Sumatra Barat) hingga Bentang Leuser (Sumatra Utara dan Aceh) yang hasilnya diharapkan bisa memperkuat kesadaran akan kekayaan ekosistem Indonesia sekaligus.
"Bersama National Geographic Indonesia, EIGER menginisiasi program Benih untuk Pulih - perjalanan jangka panjang yang membutuhkan usaha kolektif dari banyak pihak: komunitas penjaga hutan, masyarakat adat, pemuda, perempuan, dan lembaga pendukung," ujar Brand Communications EIGER, Zakiy Zulkarnaen.
Perjalanan di Sumatra direncanakan berlangsung dalam tiga fase jangka panjang. Dimulai dari fase pemetaan, dokumentasi dan diskusi, kemudian berlanjut ke fase penanaman pohon sebagai pemulihan jangka pendek. Di fase terakhir, ada pemulihan jangka panjang lewat edukasi ke masyarakat adat.

Terkait fase terakhir yang melibatkan masyarakat adat, EIGER dan National Geographic Indonesia memang menggandeng warga lokal untuk bersama-sama memulihkan hutan. Ini tentu bukan tanpa sebab, karena pemulihan hutan Sumatra bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dan aktif menjaga hutan tersebut.
"Kami akan menyusur sumber air dari Batusangkar - Sumbar menuju Bentang Leuser di Sumut/Aceh. Memahami relasi paling dasar antara manusia, air dan hutan. Memahami bagaimana perubahan lanskap di hulu berdampak pada kehidupan sosial budaya dan ekonomi di hilir," kata Editor in Chief National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim.
Serunya lagi, konsumen EIGER pun bisa ikut serta dalam pemulihan hutan di Sumatra. Caranya adalah dengan menjadi donatur untuk penyediaan bibit tanamannya.
Dari Sumatra, petualangan EIGER bakal berlanjut di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbeda dengan di Sumatra yang berfokus pada pemulihan hutan, event EIGER ini fokusnya adalah pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.
Di NTT, EIGER siap berperan aktif untuk meningkatkan akses pendidikan, fasilitas, tas sekolah, dan motivasi bagi anak-anak di daerah terpencil.
Sama seperti program sebelumnya, konsumen EIGER bisa berpartisipasi dengan cara berdonasi. EIGER membuka program drop box di beberapa toko di seluruh Indonesia untuk menampung aneka barang untuk disalurkan.
"Konsumen EIGER bisa menyumbangkan apa pun kebutuhan pendidikan seperti buku tulis, alat tulis, buku pelajaran maupun buku bacaan untuk kemudian akan disalurkan oleh tim EIGER ke sekolah-sekolah yang paling membutuhkan," papar Zakiy.
Yang menarik dari petualangan EIGER pada 2026 ini, event yang diadakan sebetulnya bukan hanya berupa kegiatan sosial. Masih ada satu event lagi yang siap diadakan, yakni kompetisi panjat tebing internasional.
EIGER punya ajang namanya EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) yang akan digelar pada Hari Kemerdekaan, Agustus 2026. Kompetisi panjat tebing internasional ini merupakan tradisi sejak 2002 dan menjadi wadah atlet muda Indonesia berlatih sebelum tampil di ajang dunia.
"Panjat tebing adalah bagian dari sejarah EIGER sejak awal berdiri. Papan panjat di Toko EIGER Cihampelas sudah ada sejak 1994, tempat lahirnya banyak legenda panjat Indonesia. EISCC melengkapi kompetisi standar internasional dan mempertemukan bibit-bibit atlet juara dunia," jelas Zakiy.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


