istirahat dari media sosial kunci kesehatan mental yang lebih baik - News | Good News From Indonesia 2026

Istirahat dari Media Sosial, Kunci Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Istirahat dari Media Sosial, Kunci Kesehatan Mental yang Lebih Baik
images info

Istirahat dari Media Sosial, Kunci Kesehatan Mental yang Lebih Baik


Penelitian kolaborasi antara Princeton University dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa berhenti dari media sosial dapat berdampak positif pada kesehatan mental, terutama jika dilakukan bersama keluarga. Temuan ini menjadi relevan di tengah tingginya intensitas penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Profesor Nicholas Kuipers menjelaskan bahwa selama ini perdebatan tentang dampak media sosial masih belum menghasilkan kesimpulan yang benar-benar kuat secara ilmiah. Karena itu, penelitian ini dirancang untuk menguji secara langsung hubungan antara penggunaan media sosial dan kondisi mental pengguna. Fokusnya tidak hanya pada kesehatan mental secara umum, tetapi juga pada aspek yang lebih spesifik seperti rasa cemas.

Cara Studi Ini Dilakukan

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melibatkan 1.502 responden dari 30 ibu kota provinsi di Indonesia. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa responden dibagi ke dalam tiga kelompok setelah wawancara pertama.

Kelompok pertama diminta berhenti menggunakan media sosial secara individu, kelompok kedua diminta berhenti bersama seluruh anggota keluarga, dan kelompok ketiga tetap menggunakan media sosial seperti biasa sebagai kelompok pembanding. Setelah satu bulan, dilakukan wawancara kedua untuk melihat perubahan yang terjadi.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat dampak langsung dari perubahan perilaku penggunaan media sosial, bukan sekadar hubungan yang bersifat asumsi atau korelasi.

Hasilnya: Ada Perbedaan Nyata

Secara umum, kondisi kesehatan mental responden berada dalam kategori cukup baik, dengan rata-rata skor 71,2 dari skala 0 hingga 100. Namun, perubahan mulai terlihat setelah satu bulan.

Kelompok yang tetap menggunakan media sosial mengalami sedikit penurunan kondisi mental. Sementara itu, mereka yang berhenti secara individu cenderung stabil. Peningkatan paling jelas terjadi pada kelompok yang berhenti bersama keluarga.

“Data ini menunjukkan deaktivasi media sosial, terutama jika dilakukan bersama seluruh anggota keluarga, terlihat berdampak meningkatkan kesehatan mental dan emosional,” ujar Deni.

Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan lingkungan terdekat, seperti keluarga, memainkan peran penting dalam keberhasilan mengurangi dampak negatif media sosial.

baca juga

Lebih Tenang, Lebih Sedikit Cemas

Selain kesehatan mental secara umum, penelitian ini juga mengukur tingkat kecemasan. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden sebenarnya memiliki tingkat kecemasan yang rendah. Namun, perubahan tetap terlihat setelah intervensi dilakukan.

Kelompok yang terus menggunakan media sosial justru mengalami peningkatan kecemasan. Sebaliknya, mereka yang berhenti menggunakan media sosial mengalami penurunan, terutama pada kelompok yang melakukannya bersama keluarga.

Deni menegaskan bahwa “deaktivasi atau istirahat dari media sosial, terutama jika dilakukan bersama semua anggota rumah tangga, terlihat berdampak menurunkan rasa cemas.”

Hasil ini memperkuat dugaan bahwa paparan terus-menerus terhadap konten digital dapat memengaruhi kondisi emosional, sementara jeda yang terencana dapat membantu memulihkannya.

Apa Artinya bagi Kita?

Temuan ini memberi pesan sederhana namun penting. Mengurangi penggunaan media sosial tidak harus dilakukan secara ekstrem atau permanen. Istirahat sementara, apalagi jika dilakukan bersama keluarga, sudah cukup untuk memberikan dampak positif.

Di tengah kehidupan yang semakin terhubung secara digital, hasil studi ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan tetap diperlukan. Interaksi langsung dengan orang terdekat masih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental.

Penelitian ini juga memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat bagi diskusi tentang dampak media sosial. Bukan hanya soal waktu penggunaan, tetapi juga bagaimana cara kita mengelolanya, dan dengan siapa kita menjalani perubahan tersebut.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.