candi wasan menelusuri jejak kompleks pemujaan abad ke 14 di ubud - News | Good News From Indonesia 2026

Candi Wasan, Menelusuri Jejak Kompleks Pemujaan Abad ke-14 di Ubud

Candi Wasan, Menelusuri Jejak Kompleks Pemujaan Abad ke-14 di Ubud
images info

Candi Wasan, Menelusuri Jejak Kompleks Pemujaan Abad ke-14 di Ubud


 

Candi Wasan berdiri kokoh tepat di tepi lintasan utama Banjar Blahtanah, Desa Batuan Kaler, dengan akses yang terbuka bagi siapa saja.

Lokasinya berada di sisi utara Jalan Raya Sakah, berseberangan langsung dengan gang kantor Perbekel Desa Batuan Kaler.

Arsitektur kompleks ini tergolong unik karena posisi bangunannya memiliki kemiringan lima derajat sehingga arahnya mengikuti posisi matahari sebagai penentu arah ritual bagi masyarakat masa lalu.

Situs dari abad ke-14 hingga ke-15 ini masih memperlihatkan bagian kaki candi yang solid sebagai hasil proses ekskavasi mendalam.

Penggunaan batu padas sebagai material utama menandakan adanya kemajuan teknologi konstruksi di Bali pada era tersebut.

Meskipun bagian atasnya kini tersusun secara acak, sisa-sisa kemegahannya tetap memberikan gambaran mengenai kompleks peribadatan kuno di wilayah Gianyar.

 

Sekilas Mengenai Candi Wasan

Data sejarah mengenai tempat ini mulai diperkuat lewat penelitian J.C. Krishman pada tahun 1950 setelah menemukan serakan arca di lokasi.

Nama Wasan sendiri telah lama dikenal dan tercantum dalam sumber tertulis seperti Prasasti Pagan maupun Prasasti Batuan. Dahulunya, kawasan Sukawati merupakan pusat agraris yang sangat dinamis sehingga pengaruh seni bangunan dari Jawa Timur pun turut mewarnai estetika situs ini.

Bangunan utama memiliki dimensi panjang 11,10 meter dan lebar 9,40 meter dengan perkiraan tinggi asli mencapai 14,1 meter. Teknik pemahatan batu padas di lokasi ini menunjukkan keahlian tinggi para seniman lokal Batuan yang sejak dulu dikenal sebagai gudang para pengrajin terampil.

 

Daya Tarik Utama Candi Wasan

Kompleks ini tidak berdiri sendiri, melainkan dilengkapi dengan petirtaan atau kolam ritual berukuran 17,5 x 7 meter.

Dinding kolamnya dirancang berteras dengan struktur padas yang makin menyempit di bagian bawah. Di tengah kolam, terdapat titik utama berupa struktur persegi yang diduga kuat menjadi pusat upacara keagamaan masyarakat Bali kuno untuk menyucikan diri.

Peninggalan arkeologi lainnya adalah koleksi artefaknya yang meliputi arca Ganesa, Lingga Yoni, hingga patung binatang seperti kambing. Orientasi bangunan menghadap ke barat, sejalan dengan prinsip ritual yang menghargai matahari sebagai simbol kehidupan.

Salah satu keunikan yang jarang ditemukan pada candi lain adalah posisi pintu masuknya yang sengaja dibuat tidak tepat berada di tengah bangunan.

 

Akses Menuju Candi Wasan

Karena lokasinya berada di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Denpasar dan Gianyar, rutenya sangat sederhana untuk ditempuh.

Kawan bisa berkendara menuju arah Ubud melalui kawasan Sukawati yang selalu ramai dengan aktivitas seni. Jalur ini juga melewati Desa Celuk yang populer dengan kerajinan peraknya sehingga perjalanan menuju situs tidak akan terasa membosankan.

Jalur setapak di dalam situs sudah tertata rapi sehingga nyaman bagi pengunjung yang ingin mengamati detail batuan padas dari dekat.

 

Jam Operasional dan Fasilitas

Waktu kunjungan paling ideal adalah antara pagi hingga sore hari untuk mendapatkan pencahayaan yang pas pada relief batuannya.

Mengingat situs ini masih digunakan oleh warga pengemong pura untuk sembahyang, Kawan harus selalu menjaga ketenangan dan memakai pakaian yang sopan. Saat upacara piodalan tiba, kompleks ini akan dipenuhi sesaji dan aktivitas religi warga yang sangat kental dengan tradisi lokal.

Fasilitas pendukung di sekitar Candi Wasan terbantu oleh lokasinya yang strategis di jalur pariwisata. Kawan bisa menemukan tempat parkir di bahu jalan yang aman atau di kantong parkir milik warga.

 

Ayo Menjelajahi Candi Wasan!

Bagi Kawan yang ingin melihat bukti nyata kemajuan teknologi bangunan Bali di abad ke-14, situs di Batuan Kaler ini adalah tujuan yang pas.

Detail arsitektur batu padas dan filosofi matahari yang diterapkan di sini akan memperkaya wawasan sejarah Kawan secara langsung.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Candi Wasan?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.