Para pencinta K-Pop Indonesia dihebohkan dengan kedatangan salah satu anggota girl group BLACKPINK, Lalisa Manobal, ke Indonesia.
Lalisa, atau yang kerap disapa Lisa, merupakan penyanyi asal Thailand yang terkenal sejak debutnya di girl group kenamaan Korea Selatan, BLACKPINK, pada tahun 2016.
Sejak saat itu, Lisa dan BLACKPINK aktif meniti karier sampai sukses di kancah internasional. Sebelumnya, mereka juga pernah menggelar konser yang sangat sukses di Indonesia pada tahun 2023 (BORN PINK World Tour) dan 2025 (DEADLINE World Tour).
Namun, kali ini kedatangan Lisa bukanlah untuk menggelar konser musik atau acara fan meeting. Kehadiran Lisa ke Indonesia adalah untuk melaksanakan sebuah proyek syuting film berjudul Extraction: Tygo.
Popularitas dan Privasi
Dengan popularitasnya yang sangat tinggi, sangat wajar jika masyarakat, terutama Blinks (penggemar BLACKPINK) dan Lilies (penggemar Lisa) sangat antusias mendengar kabar tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, Kota Tua menjadi salah satu destinasi yang digunakan untuk pengambilan gambar film Extraction: Tygo.
Beberapa daerah lain juga disebut-sebut menjadi lokasi syuting film tersebut, seperti Kabupaten Bandung Barat, sejumlah wilayah di Jakarta Barat, serta Kota Tangerang.
Di luar lokasi syuting, ternyata beberapa netizen juga menyatakan pernah berjumpa dengan sang idola di beberapa tempat di Jakarta dan Bali. Sayangnya, mereka melakukan pengambilan video dan foto secara diam-diam yang tentunya sangat mengganggu privasi Lisa dan kru.
Bahkan, salah satu kafe di daerah Jakarta Selatan menuai kecaman karena menyebarkan rekaman CCTV yang menampilkan Lisa BLACKPINK saat mengunjungi kafenya. Video tersebut disebarkan oleh pihak kafe tanpa izin dan digunakan sebagai sarana promosi.
Sebagai masyarakat yang baik, kita seharusnya bisa menjadi tuan rumah yang bijak dengan memberikan ruang privasi bagi Lisa beserta seluruh tim produksi.
Tindakan 'aji mumpung' yang dilakukan demi viral sesaat justru berisiko merusak citra Indonesia di mata industri hiburan internasional.
Jika lingkungan syuting dinilai tidak aman dan tidak kondusif, bukan tidak mungkin rumah produksi besar dari luar negeri enggan melirik Indonesia lagi untuk proyek-proyek mendatang.
Kalau dilihat dari kacamata yang lebih luas, sebenarnya ada keuntungan jangka panjang yang jauh lebih menggiurkan yang menanti daerah-daerah tempat Lisa melangsungkan syuting.
Saat film Extraction: Tygo nantinya dirilis secara global, keindahan dan keunikan visual dari Kota Tua, Karst Citatah, hingga Kota Tangerang akan disaksikan oleh jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia.
Ini merupakan ajang promosi atau city branding gratis yang nilainya luar biasa besar bagi pariwisata Indonesia.
Dari promosi global inilah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa digali secara maksimal. Para penggemar film maupun K-Pop dari berbagai negara pasti akan tertarik melakukan napak tilas ke lokasi-lokasi syutingidola mereka, sebuah tren pariwisata yang biasa dikenal dengan istilah set-jetting.
Set-jetting adalah tren di mana para penggemar rela melakukan perjalanan wisata, bahkan hingga menyeberangi benua, sekadar untuk menyambangi lokasi-lokasi syuting film favorit mereka.
Wisatawan tidak lagi sekadar mencari pemandangan alam, tetapi mencari koneksi emosional dengan adegan fiktif yang mereka tonton di layar kaca.
Melalui tren set-jetting inilah akan ada kemungkinan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, yang otomatis akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang mampu menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitar lokasi tersebut.
Apa Potensi Penerimaan Daerahnya?
Peningkatan volume pariwisata berbanding lurus dengan peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bagi pemerintah daerah, fenomena ini adalah peluang emas untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tanpa harus membebani masyarakat lokal. Berikut adalah rincian potensi penerimaan daerah yang dapat digali secara maksimal:
PBJT Jasa Perhotelan (Pajak Hotel)
Setelah film Extraction: Tygo dirilis, lokasi-lokasi yang digunakan untuk syuting berpotensi dikenal lebih luas oleh masyarakat global. Ketenaran lokasi ini dapat menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang dan menjelajahi area yang pernah didatangi oleh Lisa dan seluruh pemain film tersebut.
Kunjungan wisatawan ini secara otomatis akan meningkatkan permintaan akomodasi. Daerah-daerah di sekitar lokasi syuting, seperti Jakarta Barat atau Kabupaten Bandung Barat, akan menikmati kenaikan Tingkat Penghunian Kamar (TPK).
Dari setiap kamar hotel, vila, atau guest house yang disewa wisatawan, pemerintah daerah berhak memungut Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Perhotelan dengan tarif hingga 10%.
Semakin lama dan semakin banyak volume kedatangan para turis yang menginap, maka akan semakin besar pula pajak yang mengalir ke kas daerah.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah setempat untuk mulai mempersiapkan dan mengelola kawasan tersebut dengan baik. Pengelolaan ini mencakup penyediaan fasilitas umum yang memadai, perbaikan akses jalan, serta penjagaan kebersihan dan keamanan di sekitar lokasi wisata.
Dengan pengelolaan daerah yang baik, wisatawan akan merasa nyaman saat berkunjung dan menginap, sehingga potensi penerimaan daerah dari sektor perhotelan ini dapat terus berlanjut.
PBJT Makanan dan Minuman (Pajak Restoran)
Selain akomodasi, kebutuhan dasar wisatawan selama melakukan kunjungan ke lokasi syuting adalah makanan dan minuman. Kehadiran para penggemar dan turis ini secara langsung akan meningkatkan pendapatan berbagai usaha kuliner di sekitar lokasi, mulai dari restoran, kafe, hingga rumah makan lokal.
Setiap transaksi pembelian makanan dan minuman pada tempat usaha yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah akan dikenakan PBJT atas Makanan dan Minuman dengan tarif maksimal 10%.
Semakin tinggi tingkat kunjungan wisatawan, semakin besar pula perputaran uang di sektor kuliner yang berujung pada peningkatan penerimaan pajak bagi daerah.
Untuk mengoptimalkan potensi ini, pemerintah daerah perlu melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pelaku usaha kuliner, termasuk UMKM setempat.
Edukasi mengenai standar kebersihan, kualitas pelayanan, kewajaran harga, serta kepatuhan perpajakan sangat penting untuk dilakukan.
Hal ini bertujuan agar wisatawan mendapatkan pengalaman kuliner yang memuaskan, sekaligus memastikan bahwa potensi penerimaan pajak daerah dapat tercatat dan terserap dengan maksimal.
Retribusi Tempat Rekreasi dan PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan
Dampak positif lainnya juga akan dirasakan pada sektor pariwisata secara langsung. Lokasi-lokasi syuting seperti Kota Tua atau Karst Citatah yang semakin populer berpotensi mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan.
Peningkatan volume kendaraan dan pengunjung ini akan berdampak langsung pada naiknya penerimaan retribusi daerah, khususnya dari penjualan tiket masuk kawasan wisata dan retribusi pelayanan parkir.
Lebih lanjut, apabila di sekitar kawasan tersebut nantinya dikembangkan tempat wisata baru atau acara hiburan untuk memfasilitasi antusiasme pengunjung, pemda juga dapat memungut PBJT atas Jasa Kesenian dan Hiburan.
Agar potensi dari retribusi dan pajak hiburan ini dapat bertahan dalam jangka panjang, pemerintah daerah harus memastikan pengelolaan tempat wisata dilakukan secara profesional.
Pemeliharaan fasilitas fisik, penertiban area parkir agar bebas dari pungutan liar, serta inovasi daya tarik wisata perlu terus dikembangkan.
Dengan demikian, lokasi tersebut tidak hanya bergantung pada popularitas sesaat dari film yang dibintangi Lisa, melainkan benar-benar bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang berkualitas.
Pada akhirnya, kedatangan Lisa BLACKPINK dan tim produksi film Extraction: Tygo ke Indonesia merupakan sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan bijak oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD.
Kawan GNFI, untuk menjaga citra baik Indonesia sebagai destinasi syuting bertaraf internasional, yuk, kita sama-sama menjaga privasi para artis dan kru yang hadir selama proses produksi film Extraction: Tygo, maupun proyek film lainnya di masa yang akan datang!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


