dari baros untuk indonesia mahasiswa penerima beasiswa bintang mandiri garap proyek konservasi mangrove - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Baros untuk Indonesia: Mahasiswa Penerima Beasiswa Bintang Mandiri Garap Proyek Konservasi Mangrove

Dari Baros untuk Indonesia: Mahasiswa Penerima Beasiswa Bintang Mandiri Garap Proyek Konservasi Mangrove
images info

Dari Baros untuk Indonesia: Mahasiswa Penerima Beasiswa Bintang Mandiri Garap Proyek Konservasi Mangrove


Upaya menjaga pesisir Indonesia tidak hanya datang dari pemerintah atau komunitas lingkungan, tetapi juga dari mahasiswa. Sejumlah penerima Beasiswa Bintang Mandiri Angkatan 5 menginisiasi proyek sosial bertajuk Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini dipimpin oleh Melisa Sekarlina Putri Dayani, mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta. Bersama timnya, Melisa mengembangkan kegiatan yang memadukan konservasi lingkungan, edukasi masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Tim pelaksana proyek terdiri dari lima awardee dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Melisa Sekarlina Putri Dayani (Pendidikan Biologi), A. Soffi (Manajemen), dan Annisa Nur Rahma (Teknologi Pendidikan) dari Universitas Negeri Yogyakarta, Arip Fathurahman dari Universitas Mataram, serta Ikhwanul Huda dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Aksi Nyata untuk Ekosistem Pesisir

Kegiatan Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros DIY, Sabtu (14/3) | Foto: Green Coast Baros Center
info gambar

Kegiatan Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros DIY, Sabtu (14/3) | Foto: Green Coast Baros 


Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Baros. Penanaman tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas garis pantai dan mengurangi abrasi.

Mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir serta berfungsi sebagai benteng alami terhadap gelombang laut. Dengan menjaga keberadaan mangrove, ekosistem pesisir dapat tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Melisa menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, pengelola kawasan, serta pemerintah daerah.

“Kami ingin program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Mendorong Potensi Ekonomi Lokal

Kegiatan Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros DIY, Sabtu (14/3) | Foto: Green Coast Baros Center
info gambar

Kegiatan Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros DIY, Sabtu (14/3) | Foto: Green Coast Baros 


Selain kegiatan konservasi, tim juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Melalui kerja sama dengan pelaku UMKM setempat, para mahasiswa mengadakan pelatihan pembuatan telur asin sebagai upaya meningkatkan keterampilan ekonomi warga.

Annisa Nur Rahma, mahasiswa Teknologi Pendidikan yang turut terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi bagian penting dalam program tersebut agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konservasi lingkungan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aksi penanaman, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan. Melalui edukasi yang kami lakukan, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga mangrove serta memanfaatkan potensi pesisir secara berkelanjutan,” ujar Annisa.

Edukasi Lingkungan Berkelanjutan

Pendekatan edukatif juga menjadi bagian penting dari proyek ini. Tim memberikan sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pada pemanfaatan limbah kayu laut yang sering ditemukan di kawasan pantai agar dapat dimanfaatkan secara kreatif dan bernilai ekonomi.

Kegiatan Green Coast Baros terlaksana melalui kolaborasi dengan pengelola kawasan mangrove Baros serta dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Kolaborasi ini juga sejalan dengan pengembangan kawasan Baros sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata.

Adapun perwakilan pengelola kawasan mangrove Baros Sidiq Muhammad menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. 

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan mangrove Baros sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan wisata berbasis lingkungan,” tutup Sidiq.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.