semua karyawan wajib berbahasa inggris dan setoran hafalan uniknya sistem pembelajaran al azhar asy syarif sumatera utara - News | Good News From Indonesia 2026

Semua Karyawan Wajib Berbahasa Inggris dan Setoran Hafalan: Uniknya Sistem Pembelajaran Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara

Semua Karyawan Wajib Berbahasa Inggris dan Setoran Hafalan: Uniknya Sistem Pembelajaran Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara
images info

Semua Karyawan Wajib Berbahasa Inggris dan Setoran Hafalan: Uniknya Sistem Pembelajaran Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara


“Di sini tidak ada buku paket alias cetak, seluruh santri semua bahan ajarnya dari e-book,” kata Tengku Aldi Hatta, saat menjelaskan sistem pembelajaran di pesantren Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara, sebagaimana dikutip dari IDN Times.

Pesantren memang identik dengan kitab dan metode ajar tradisional. Tapi pesantren Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara adalah pesantren modern sehingga metode ajarnya pun lebih kekinian. Meski begitu, unsur pesantren tidak lantas dihilangkan.

Di sana, santri belajar agama sekaligus akrab dengan teknologi digital.

Al-Azhar Asy-Syarif merupakan pesantren modern yang berada di Jalan Mahoni Pasar III, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Islamic Boarding School Al-Azhar Cairo Sumatera Utara karena memiliki hubungan dengan sistem pendidikan Al-Azhar di Kairo, Mesir.

baca juga

Sekolah dengan Sistem Boarding

Al-Azhar Asy-Syarif menggabungkan sekolah sekaligus pesantren. Mereka menerapkan sistem baording school atau sekolah berasrama. Sistem ini memungkinkan pendidikan, pembimbingan, dan pengawasa dilakukan lebih komprehensif.

Sistem pendidikannya memadukan kurikulum nasional Indonesia dengan kurikulum keagamaan dari Al-Azhar Mesir. Pendekatan ini mencoba menggabungkan dua jenis kurikulum, yakni IMTAQ dan IPTEK.

IMTAQ adalah singkatan dari Iman dan Taqwa yang berperan dalam pembentukan karakter dan spiritualitas Islam. Sedangkan IPTEK berarti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menyiapkan para siswa agar mampu menguasai sains dan teknologi modern.

Melalui kombinasi itu, sekolah ini ingin membentuk generasi muslim yang kuat secara keilmuan dan karakter.

baca juga

Sistem Belajar Digital: Santri Pakai iPad, Tanpa Buku Cetak

Pesantren dan sekolah ini baru diresmikan 2020 lalu. Yang menarik Al-Azhar Asy-Syarif berhasil meraih akreditasi A hanya dalam empat tahun sejak berdiri. Pencapaian ini cukup menarik karena banyak sekolah membutuhkan waktu lebih lama untuk meraih akreditasi tertinggi tersebut.

Salah satu ciri paling unik dan unggul dari pesantren ini adalah sistem pembelajaran digital. Di kelas tertentu, siswa menggunakan iPad sebagai perangkat belajar utama.

Buku elektronik yang digunakan bekerja sama dengan penerbit. Materi pelajaran disediakan dalam bentuk digital sehingga siswa dapat mengaksesnya langsung melalui perangkat belajar.

Meskipun teknologi digunakan secara intensif, smartphone tetap dilarang di asrama.

“Tim IT Al-Azhar Asy-Syarif membuat satu sistem manajemen. Sistem ini ditanamkan di dalam iPad anak-anak, jadi mereka tidak bisa buka Safari, Google, dan tak bisa membuka yang berbau media sosial sampai di titik app store mereka tidak ada,” jelas Tengku.

Jika siswa ingin mengakses materi tambahan dari internet, mereka harus meminta bantuan tim IT atau guru. Sistem ini dibuat agar teknologi tetap digunakan untuk belajar, bukan hiburan.

baca juga

Bahasa Inggris dan Arab Jadi Bahasa Wajib

Di Al-Azhar Asy-Syarif, bahasa Inggris dan bahasa Arab jadi bahasa utama. Bukan hanya siswa yang harus bisa berbahasa Inggris dan Arab; guru, petugas keamanan, hingga staf kebersihan juga dilatih menggunakan dua bahasa tersebut.

“Guru itu wajib masuk ke kelas Inggris dan Arab. Bahkan bukan cuma guru, Satpam, CS, sopir, tukang laundry, penata kebun, dan lain-lain juga wajib bisa menuturkan bahasa Arab dan Inggris,” kata Tengku.

Untuk menjaga kemampuan bahasa itu, sekolah mengadakan pelatihan rutin setiap minggu.

Selain itu, guru dan karyawan juga ikut menyetor hafalan sebagaimana siswa.

“Semua wajib setoran hafalan juga baru bisa ambil gaji. Kalau misalnya gak setoran hafalan, gaji ditahan dan tunggu siap memberi setoran dulu baru dikasih gaji,” ungkap Tengku.

Kebijakan ini dibuat untuk menciptakan budaya belajar yang sama antara santri dan tenaga pendidik. Dengan cara itu, lingkungan sekolah diharapkan tetap religius sekaligus disiplin.

Kombinasi itu membuat pesantren ini sering disebut sebagai “Sekolah Islam Masa Depan.”

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.