merayakan kehilangan lewat lagu sikilku iso muni di film na willa - News | Good News From Indonesia 2026

Merayakan Kehilangan lewat Lagu "Sikilku Iso Muni" di Film Na Willa

Merayakan Kehilangan lewat Lagu "Sikilku Iso Muni" di Film Na Willa
images info

Merayakan Kehilangan lewat Lagu "Sikilku Iso Muni" di Film Na Willa


Kehilangan tidak mesti selalu disikapi dengan kesedihan. Lewat "Sikilku Iso Muni" yang menghiasi film Na Willa, kehilangan justru bisa dirayakan.

"Sikilku Iso Muni" merupakan lagu yang digarap spesial untuk Na Willa. Dalam film, lagu tersebut mengalun beriringan dengan sebuah adegan yang paling emosional, yakni saat Dul harus kehilangan kakinya.

Dikisahkan, Dul mengalami kecelakaan di mana ia tertabrak kereta api. Karakter yang menjadi teman dari sang tokoh utama, Willa, itu pun harus menggunakan kaki palsu dari kayu. Di sini, Dul kemudian menunjukkan perasaan yang bisa jadi berat bagi banyak orang, yakni tegar.

Ya, kendati harus kehilangan kaki, Dul tidak larut dalam kesedihan. Sebaliknya, ia justru merayakannya dengan cara bernyanyi. "Sikilku Iso Muni" atau yang dalam bahasa Indonesia berarti "Kakiku Bisa Bernyanyi" itulah yang disenandungkan Dul bersama Willa.

Laleilmanino selaku pencipta "Sikilku Iso Muni" mengakui bahwa adegan Dul yang kehilangan kaki merupakan bagian yang paling emosional dan mendalam dari Na Willa. Trio pencipta lagu dan produser rekaman tersebut kemudian menuangkan pengalaman Dul ke dalam lagu hingga terciptalah "Sikilku Iso Muni" yang mengandung pesan menyentuh untuk para pendengarnya, juga penonton Na Willa.

"Kami harap nantinya ketika teman-teman mendengarkan dengan cara masing-masing, kalian bisa mengambil apa pesan yang pengin disampaikan di balik lagu itu, yaitu Dul saja kehilangan kakinya, tapi malah merayakannya dengan bernyanyi," ujar Nino, salah satu anggota Laleilmanino.

Laleilmanino

Pada dasarnya, kehilangan bukanlah hal mudah yang dihadapi. Menurut Nino, perayaan Dul atas kehilangan itu pula yang jadi sisi unik dari Na Willa. Sementara orang-orang terkadang jika kakinya tersandung meja saja, dramanya bisa berlangsung lama.

Na Willa adalah film drama keluarga musikal Indonesia yang dijadwalkan tayang pada Rabu (18/3/2026). Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang gadis kecil berusia enam tahun bernama Willa di Surabaya pada era 1960-an.

Willa yang hidup di dunia anak-anak dengan segala kepolosan, keceriaan, dan imajinasinya harus merasakan perubahan dan kehilangan saat ia tumbuh dewasa. Realita itu utamanya hadir lewat kenyataan hidup bahwa ada sahabatnya yang mengalami kecelakaan dan teman-teman lainnya harus masuk sekolah.

Baik Willa maupun Dul mengalami kehilangan dengan caranya masing-masing. "Sikilku Iso Muni" pun punya pesan penting tentang arti kehilangan itu.

"Pada intinya lagu Sikilku Iso Muni ini ingin mengajari teman-teman semua bahwa kehilangan itu bukan akhir, tapi merupakan sebuah perjalanan baru," lanjut Nino.

Sebagaimana Dul yang harus menghadapi kenyataan yang begitu sulit, pengerjaan lagu "Sikilku Iso Muni" pun tidak mudah. Nino mengungkap jika prosesnya sempat dihadapkan kesulitan, terutama soal waktu.

"Karena kemarin Laleilmanino sempat menyiapkan konser, kita banyak waktu yang sulit untuk dicari," kata Nino lagi.

Di tengah sulitnya waktu yang tersedia, Laleilmanino pada akhirnya memutuskan untuk tetap menggarap "Sikilku Iso Muni". Hal tersebut dikarenakan adanya pesan dari sutradara yang meyakini bahwa lagu tersebut harus dikerjakan oleh mereka.

"Menurut Ryan, ini harus Laleilmanino yang kerjakan," pungkas Nino.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.