Bagi masyarakat Indonesia khususnya umat muslim, buku Iqro bukan hal asing. Baru-baru ini, Iqro hadir dengan desain baru yang lebih segar.
Sebagaimana diketahui, Iqro adalah metode pembelajaran membaca Al-Qur'an yang diciptakan oleh K.H. As'ad Humam. Buku Iqro biasa digunakan oleh banyak orang khususnya anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur'an mulai dari tingkat yang paling dasar.
Bicara soal tampilan Iqro, hal yang terlintas di kepala bisa jadi adalah buku kecil dengan desain ikonik yang didominasi warna hitam dan putih. Nah, dengan adanya desain baru, Iqro kini jadi punya wujud yang lebih berwarna-warni.
Iqro dengan tampilan baru ini sempat jadi pembicaraan di media sosial beberapa waktu lalu. Dari tampilannya secara sekilas saja, Iqro satu ini tampak ngejreng dalam balutan warna kuning neon dan hijau yang cerah, dikombinasikan dengan beragam aksen warna lain mulai dari putih dan biru tua.
Iqro tersebut hadir berkat inisiatif Kahf lewatIQRO’ Reimagined Project. Dalam proyek ini, dilakukan penyegaran visual atas buku Iqro karya K.H. As’ad Humam yang legendaris.
Tentu bukan tanpa alasan Kahf meluncurkan proyek tersebut. Menurut Aldian Alfaridz selaku Kahf Brand Building, latar belakang pembuatan Iqro ini adalah fenomena bahwa Ramadan jadi momen di mana orang lebih getol ibadah termasuk jadi lebih sering baca Al-Qur'an. Tapi masalahnya, kerap ditemukan orang dewasa yang sungkan jika harus belajar lagi menggunakan Iqro.
"Ternyata masih banyak orang dewasa yang baca Al-Qur'annya belum fasih tapi ketika mau mulai belajar baca Al-Qur'an, kan di Indonesia kita familiar dengan Iqro, kesannya Iqro itu kayak anak-anak banget," ujar Aldian.

Dengan demikian, desain baru pada buku Iqro ini bertujuan bisa memantik semangat banyak orang dewasa untuk bisa belajar membaca Al-Qur'an tanpa kesan kekanak-kanakan. Apalagi, materi dan metode belajar di dalamnya tetap dipertahankan tanpa ikut diubah.
Di media sosial, banyak yang memuji adanya Iqro dengan desain baru yang "kalcer" ini. Tak hanya dari warganet, inisiatif pembuatan buku Iqro dengan desain baru ini juga diapresiasi oleh Iqro Center.
"Kita dari Iqro Center sangat terbuka dengan kolaborasi selama tujuannya masih sama yaitu untuk literasi Al-Qur'an dan memberantas buta huruf Al-Qur'an," ujar perwakilan Iqro Center sekaligus cucu dari K.H. As'ad Humam, Rehan Mubarak.

Harapan Besar dari Buku Iqro Kalcer
Dari buku Iqro dengan desain baru nan "kalcer" ini, ada harapan besar yang tersimpan di baliknya. Aldian mengatakan bahwa Iqro ini diharapkan mampu memicu keinginan orang dewasa untuk belajar membaca Al-Qur'an, sesuai dengan tujuan awal dijalankannyaIQRO’ Reimagined Project.
"Harapannya, kita bisa nge-trigger orang dewasa usia target usia Kahf 20 sampai 35 tahun untuk teringat lagi untuk belajar Iqro," katanya.
Agar semakin banyak orang yang terdorong untuk belajar membaca Al-Qur'an, Iqro ini juga disebar ke beberapa masjid dan lokasi lainnya seperti bandara. Bahkan tak menutup kemungkinan Iqronya ingin dibawa ke luar negeri dengan terlebih dulu dibuat versi Inggrisnya. Apalagi, Iqronya juga sejauh ini sudah ramai dibicarakan di Malaysia.
"Kita akan bekerja sama dengan beberapa masjid dan high place di beberapa kota di Indonesia. Iqro juga masih berbahasa Indonesia tapi kita ada plan untuk menerjemahkannya juga ke dalam bahasa Inggris agar bisa dinikmati juga oleh orang di luar Indonesia," lanjut Aldian.
Harapan serupa juga diutarakan oleh Rehan Mubarak. Ia menyebutkan bahwa kehadiran desain baru ini diharapkan bisa menjadi tren positif bagi generasi muda.
"Mungkin ada yang tadinya sudah berhenti bisa lanjut lagi dengan adanya Iqro ini, apalagi Iqro ini ditampilkan dengan tren, semoga bisa jadi tren sekarang belajar Iqro lagi, terus juga jadi semangat buat anak muda," pungkasnya.


