Candi Wringin Branjang terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Situs ini berada dalam satu kompleks dengan Situs Gadungan, berjarak sekitar 100 meter ke arah barat dari Situs Gadungan I.
Berbeda dengan candi-candi besar di Jawa Timur, bangunan ini memiliki bentuk yang sangat sederhana dan terbuat dari batu andesit tanpa hiasan relief pada dindingnya.
Struktur Candi Wringin Branjang terbilang unik karena tidak memiliki bagian kaki candi. Bangunan ini hanya terdiri dari tubuh dan atap dengan dimensi panjang 400 cm, lebar 300 cm, dan tinggi 500 cm.
Pintu masuknya berada di sisi selatan dengan ukuran lebar 100 cm dan tinggi 200 cm. Menariknya, dinding candi dilengkapi dengan lubang ventilasi sederhana yang jarang ditemukan pada bangunan candi pada umumnya.
Berdasarkan bentuk atapnya yang menyerupai rumah biasa, para ahli menduga bahwa bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat upacara keagamaan. Hal ini didukung oleh temuan miniatur candi di teras tertinggi yang memuat angka tahun 1231 Saka atau sekitar 1409 Masehi.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa candi ini dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit di abad ke-15.
Sekilas Mengenai Candi Wringin Branjang
Kompleks situs ini diatur dalam sistem terasering yang terdiri dari beberapa tingkatan. Candi Wringin Branjang menempati teras ketiga, sementara di teras tertinggi terdapat sebuah altar terbuka tanpa bilik.
Di atas altar tersebut ditemukan beberapa miniatur candi yang salah satunya menjadi dasar penentuan usia pembangunan situs melalui prasasti angka tahun.
Meskipun terlihat polos tanpa ukiran, bentuk bangunan ini memberikan gambaran tentang fungsionalitas arsitektur pada masa Majapahit.
Atapnya yang berbentuk limasan seperti rumah tinggal menunjukkan adanya spesialisasi bangunan untuk keperluan logistik upacara, bukan sekadar tempat pemujaan dewa.
Di sekitar candi, terdapat pula temuan arkeologi lain berupa batur kecil dengan hiasan naga serta arca menhir bergaya Polinesia.
Daya Tarik Utama Candi Wringin Branjang
Hal yang paling menarik dari candi ini adalah desainnya yang mendobrak pakem arsitektur candi Jawa Timur pada umumnya.
Kawan tidak akan menemukan kaki candi yang berundak atau relief cerita di dindingnya. Kesederhanaan ini justru menjadi daya tarik karena menunjukkan sisi fungsional dari bangunan masa lalu yang lebih menekankan pada kegunaan daripada estetika semata.
Adanya lubang ventilasi pada dinding batu andesit juga menjadi poin unik yang jarang ada di situs lain. Penataan situs yang berada di lahan berundak-undak memungkinkan Kawan untuk melihat bagaimana masyarakat kuno menata ruang suci mereka mengikuti kontur tanah.
Keberadaan miniatur-miniatur candi di sekitar lokasi juga memberikan detail tambahan tentang bagaimana model bangunan asli dipelajari pada zaman tersebut.
Karena letaknya yang masih alami di pedesaan, Kawan bisa merasakan pengalaman wisata sejarah yang juga menenangkan.
Akses Menuju Candi Wringin Branjang
Untuk mencapai lokasi ini, Kawan perlu menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari pusat Kota Blitar.
Jalur menuju situs dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua, namun Kawan perlu berhati-hati karena medan jalan di sekitar pedesaan menuju lokasi cukup terbatas.
Kawan juga bisa sekaligus mengunjungi Situs Gadungan I yang letaknya hanya terpaut jarak pendek. Karena infrastruktur pendukung yang masih minim, pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum menuju lokasi.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Candi Wringin Branjang dapat dikunjungi setiap hari, namun waktu terbaik adalah pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik.
Hingga saat ini, tidak ada tarif resmi atau tiket masuk untuk mengunjungi situs ini karena pengelolaannya yang masih bersifat situs cagar budaya terbuka. Kawan hanya perlu melapor kepada petugas jaga jika ada atau warga sekitar sebagai bentuk izin.
Fasilitas di sekitar lokasi masih sangat terbatas sehingga Kawan perlu membawa perlengkapan logistik secara mandiri. Mengingat statusnya sebagai benda cagar budaya, dilarang melakukan tindakan yang dapat merusak struktur atau memindahkan material batu dari area situs.
Ayo Berkunjung ke Candi Wringin Branjang!
Mengunjungi candi ini memberikan perspektif baru bahwa sejarah tidak selalu tentang kemegahan, tapi juga tentang fungsi dan kesederhanaan.
Kawan bisa melihat langsung bagaimana peradaban Majapahit mendesain bangunan khusus untuk menyimpan perlengkapan upacara mereka.
Jadi, pastikan situs unik ini masuk dalam rencana perjalanan Kawan saat berada di Blitar nanti!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


