Masyarakat Indonesia tampaknya mulai curi start untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Memasuki Februari 2026, gairah belanja mulai terasa di berbagai pusat perbelanjaan dan toko ritel.
Fenomena ini bukan pengamatan kasat mata, karena data Bank Indonesia menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh sebesar 6,9 persen secara tahunan.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari yang berada di level 5,7 persen. Jika melihat secara bulanan, peningkatannya mencapai 4,4 persen.
Momentum Ramadan dan persiapan Idulfitri 1447 H menjadi mesin utama di balik perputaran uang ini. Masyarakat yang sebelumnya sempat menahan diri pasca-libur tahun baru, kini kembali membuka dompet untuk persiapan hari besar.
“Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H,” ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Persiapan Mudik dan Baju Baru Gerakkan Pasar
Ada yang menarik jika kita melihat kelompok barang apa saja yang paling banyak diburu.
Suku cadang dan aksesori kendaraan mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 13,6 persen. Hal ini menunjukkan masyarakat sudah mulai bersiap menyervis kendaraan untuk kebutuhan mobilitas atau mudik jauh-jauh hari.
Selain urusan kendaraan, kelompok sandang atau pakaian juga naik 8,4 persen, disusul peralatan rumah tangga sebesar 4,9 persen.
Pola ini memperlihatkan kalau tradisi membeli baju baru dan mempercantik rumah masih menjadi prioritas utama. Penjualan eceran yang sempat lesu di awal tahun pun kini kembali bertenaga karena dorongan konsumsi musiman ini.
“Sektor sandang dan suku cadang menjadi penopang utama peningkatan penjualan eceran pada periode ini,” tambah laporan tersebut.
Naik Saat Masuk Sekolah, Turun Usai Lebaran
Bagaimana dengan urusan harga?
Kabar baiknya, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang, tepatnya April 2026, diperkirakan bakal turun.
Hal ini wajar terjadi karena permintaan masyarakat biasanya mulai kembali normal setelah melewati puncak Idulfitri. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April tercatat sebesar 153,9, jauh lebih rendah dibanding posisi Maret.
Namun, Kawan perlu bersiap pada pertengahan tahun nanti. Memasuki Juli 2026, tekanan harga diprediksi kembali merangkak naik. Penyebabnya adalah periode tahun ajaran baru sekolah yang memicu kenaikan permintaan perlengkapan pendidikan.
“IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan Juni seiring kenaikan harga saat tahun ajaran baru,” jelas survei tersebut.
Melihat tren yang ada, resiliensi ekonomi kita masih sangat bergantung pada daya beli rumah tangga. Meskipun tantangan harga barang meningkat pada momen tertentu, antusiasme masyarakat dalam merayakan tradisi keagamaan pun turut mendorong untuk menjaga napas industri ritel lokal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


