Momen hangat buka puasa bersama di Jakarta kemarin menjadi panggung bagi Microsoft dan LAZISNU untuk mempererat sinergi teknologi dan kemanusiaan, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda Iftar Ramadan tersebut, kedua belah pihak membedah pencapaian program Microsoft Elevate yang dijalankan bersama NU Care Global by LAZISNU.
Inisiatif ini difokuskan pada penguatan literasi kecerdasan buatan (AI) bagi para pendidik di seluruh penjuru Indonesia, memastikan bahwa para guru tidak tertinggal dalam arus transformasi digital yang kian kencang.
Transformasi Pedagogi: Menyeimbangkan Teknologi dan Etika
Inti dari kolaborasi ini adalah program AI Teaching Power, sebuah modul pelatihan komprehensif yang dirancang agar tenaga pendidik mampu mengintegrasikan AI ke dalam ruang kelas. Program ini menyasar guru-guru di bawah naungan ekosistem Kementerian Agama, baik di jalur formal maupun nonformal.
Materi yang disajikan tidak sekadar teknis seperti pengenalan AI for Educators atau pembuatan agen AI sederhana, tetapi juga menyentuh aspek fundamental melalui 21st Century Learning Design. Menariknya, Microsoft tetap mengedepankan sisi humanis dengan menyisipkan bahasan Spiritual Intelligence, memastikan penggunaan teknologi tetap berpijak pada nilai etika dan pembentukan karakter peserta didik.
Secara teknis, efisiensi guru ditingkatkan melalui pemanfaatan Microsoft Copilot untuk menyusun modul ajar, merancang evaluasi, hingga merapikan struktur kurikulum dengan waktu yang lebih singkat. Tak hanya itu, dalam aspek kemampuan bahasa, fitur Reading Progress dan Speaking Progress pada Microsoft Teams Learning Accelerators hadir sebagai asisten digital yang mampu mendeteksi pelafalan serta tanda baca siswa secara akurat.
Untuk melatih kepercayaan diri, platform AI Conversation Practice yang terintegrasi dengan Copilot memungkinkan siswa melakukan simulasi dialog mandiri dalam berbagai skenario. Fleksibilitas ini membuat guru tetap bisa memantau perkembangan siswa secara daring, bahkan saat pembelajaran tatap muka berhalangan dilakukan.
Fondasi Infrastruktur Hijau dan Operasional Masa Depan
Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia, menegaskan bahwa penguatan keahlian AI adalah kunci untuk menciptakan akses pendidikan yang inklusif, termasuk di lingkungan pesantren. Namun, visi Microsoft tidak berhenti di ruang kelas.
Dalam acara tersebut, mereka juga memaparkan kesiapan infrastruktur digital Indonesia yang ditopang oleh operasional datacenter lokal. Menariknya, pada tahun 2026 ini, operasional pusat data tersebut sempat ditinjau langsung oleh Presiden Microsoft Cloud Operations + Innovation, Noelle Walsh.
Keberlanjutan menjadi aspek krusial dalam pembangunan infrastruktur ini. Melalui kemitraan strategis selama 10 tahun dengan PLN, Microsoft memanfaatkan program Green Energy as a Service (GEAS) untuk memasok sekitar 200 MW energi terbarukan.
Langkah hijau ini diambil untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik datacenter seiring meningkatnya adopsi layanan cloud dan AI di tanah air. Dengan energi bersih, akselerasi digital Indonesia diharapkan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Implementasi Industri dan Ambisi Talenta Digital 2026
Efektivitas AI juga telah dibuktikan di sektor industri melalui kolaborasi dengan dompet digital DANA. Sejak tahun 2024, DANA telah mengadopsi GitHub Copilot untuk membantu tim engineering meningkatkan kecepatan dan kualitas pengembangan aplikasi, dengan tingkat adopsi internal mencapai 30 persen.
Transformasi ini mencapai puncaknya pada 2025 melalui asisten virtual DIANA yang berbasis agentic AI. Hasilnya sangat signifikan: produktivitas operasional melonjak hingga 57 persen, kepuasan pelanggan naik 13 persen, dan durasi penyelesaian layanan menjadi 10 persen lebih efisien.
Guna menjaga momentum ini, Microsoft terus memacu program Microsoft Elevate untuk mencetak talenta digital baru. Sejak diluncurkan pada akhir 2024, program ini telah merangkul lebih dari 1,5 juta peserta. Ambisi besarnya adalah mencetak 500 ribu talenta bersertifikasi AI pada tahun 2026 ini.
Dengan melibatkan pengajar, pemimpin komunitas, hingga organisasi nirlaba, Microsoft berupaya memastikan bahwa ekosistem AI nasional dibangun di atas pilar yang kokoh: teknologi mutakhir, infrastruktur energi yang berkelanjutan, dan sumber daya manusia yang siap bersaing di panggung global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


