Pemanfaatan data spasial dan GIS untuk menangani deforestasi, foto: Carbonbrief
Sobat EBT Heroes! Tahukah sobat bahwa pengendalian deforestasi termasuk salah satu dari lima target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pemerintah Indonesia hingga 2030 mendatang? Ya, mengatasi masalah deforestasi atau pengurangan lahan hijau sangat berpengaruh mengingat fungsi hutan adalah penyerap karbon alami.
Nah, di tengah upaya tersebut, pengendalian deforestasi ternyata bisa dilakukan dengan cara modern yang lebih efisien dengan memanfaatkan AI dan analisis spasial. Sebelum mengetahui caranya, mari simak dulu tentang analisis deforestasi dan mengapa ini penting dilakukan.
Tutupan lahan hijau Kalimantan dari citra satelit, foto: Grida
Tutupan lahan adalah kondisi fisik permukaan bumi yang dipengaruhi oleh vegetasi, bangunan, badan air, maupun tanah terbuka. Melalui analisis tutupan lahan, kita dapat melihat bagaimana suatu wilayah berubah dari waktu ke waktu termasuk ketika kawasan hutan beralih fungsi menjadi perkebunan, pertanian, atau permukiman.
Baca Selengkapnya

