museum balaputra dewa gerbang linimasa sejarah bumi sriwijaya - News | Good News From Indonesia 2026

Museum Balaputra Dewa, Gerbang Linimasa Sejarah Bumi Sriwijaya

Museum Balaputra Dewa, Gerbang Linimasa Sejarah Bumi Sriwijaya
images info

Museum Balaputra Dewa, Gerbang Linimasa Sejarah Bumi Sriwijaya


 

Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan atau yang dikenal sebagai Museum Balaputra Dewa merupakan institusi etnografi yang menyimpan rekam jejak peradaban Sumatera Selatan.

Terletak di kawasan KM 6,5 Kota Palembang, museum seluas 23.565 meter persegi ini mengabadikan transisi zaman mulai dari era prasejarah, kejayaan Kerajaan Sriwijaya, masa Kesultanan Palembang Darussalam, hingga periode kolonialisme Belanda. Nama Balaputra Dewa sendiri diambil dari penguasa tersohor Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9.

Ayo kita bedah isi koleksi serta nilai historis yang tersimpan di balik dinding museum ini agar rencana kunjungan Kawan menjadi lebih lengkap!

 

Sekilas Mengenai Museum Balaputra Dewa

Museum ini resmi digunakan sejak 5 November 1984 dan saat ini mengelola lebih dari 8.800 benda bersejarah.

Koleksinya terus bertambah melalui hibah masyarakat, termasuk temuan penting berupa kemudi kapal kayu sepanjang 10 meter yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 era Sriwijaya. Pengelola membagi ruang pameran secara sistematis untuk memudahkan pengunjung memahami urutan sejarah yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu daya tarik visual yang paling ikonik adalah keberadaan Rumah Limas yang dibangun sekitar tahun 1830. Bangunan kayu ini merupakan peninggalan Pangeran Syarif Abdurrachman Alhabsi dan Syarif Ali yang awalnya berdiri di tepian Sungai Musi

Struktur rumah tradisional ini begitu megah sehingga gambarnya diabadikan dalam uang kertas pecahan Rp10.000 emisi lama, sehingga jadi simbol arsitektur Palembang yang paling dikenal luas.

 

Daya Tarik Utama dan Koleksi Pameran

Daya tarik utama museum ini terbagi dalam tiga bagian besar yang merepresentasikan era berbeda. Bagian Megalit menampilkan artefak dari dataran tinggi Pagaralam, seperti arca ibu membawa anak dan patung manusia naik kerbau.

Bagian Sriwijaya menyimpan berbagai replika prasasti penting seperti Prasasti Kedukan Bukit dan Telaga Batu, serta koleksi manik-manik dan logam benda cor yang membuktikan kemajuan maritim masa lalu.

Memasuki bagian Kesultanan Palembang, Kawan dapat melihat kemewahan tenun Songket bermotif Nago Besaung sepanjang enam meter serta berbagai ukiran kayu khas Palembang

Koleksi di sini menggambarkan masa keemasan perdagangan dan seni budaya saat Palembang menjadi pusat pemerintahan kesultanan pada abad ke-17.

Selain pameran statis, pihak museum juga rutin mengadakan program "Museum Keliling" untuk menjangkau masyarakat di daerah lain agar lebih mengenal identitas sejarah mereka.

 

Akses Menuju Museum Balaputra Dewa

Lokasi museum berada di Jalan Srijaya I No. 28, kawasan KM 6,5 Palembang, yang sangat mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi.

Jika Kawan menggunakan kendaraan pribadi dari pusat kota (kawasan Ampera), perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar 20-30 menit. Akses transportasi umum seperti LRT atau bus Trans Musi juga tersedia dengan pemberhentian yang tidak jauh dari gerbang utama museum.

Bagi wisatawan mancanegara maupun lokal, museum ini beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu (Senin tutup). Karena lokasinya yang luas, disarankan untuk datang pada pagi hari agar dapat menjelajahi area ruang pamer indoor dan kompleks Rumah Limas di bagian belakang dengan lebih nyaman.

 

Fasilitas dan Tips Berkunjung

Fasilitas pendukung di dalam museum mencakup area parkir yang luas, toilet, serta pemandu museum yang siap memberikan penjelasan detail mengenai latar belakang tiap koleksi.

Harga tiket masuk sangat terjangkau bagi semua kalangan, mulai Rp2.000 untuk anak-anak, Rp3.000 untuk pelajar/mahasiswa, dan Rp5.000 untuk dewasa. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, Kawan disarankan untuk mengunjungi area Rumah Limas terakhir agar bisa menikmati detail ukiran kayu tradisional tanpa terburu-buru.

Mengingat banyaknya benda bersejarah yang sensitif, pengunjung dilarang menyentuh koleksi tertentu di dalam ruang pamer tanpa izin pemandu. Pengelola juga sedang gencar melakukan penataan ulang koleksi agar tampil lebih menarik dan modern bagi generasi muda.

 

Ayo Berkunjung ke Museum Balaputra Dewa

Mengunjungi museum ini bukan sekadar melihat benda, melainkan upaya memahami identitas Sumatera Selatan sebagai pusat peradaban besar di masa lalu. Kawan bisa belajar banyak tentang kegigihan para pejuang kemerdekaan hingga kemegahan maritim Sriwijaya yang mendunia.

Pastikan Kawan mengecek jadwal terbaru jika ingin menyaksikan pameran tematik atau pameran keliling yang sering diselenggarakan oleh Disbudpar Sumsel.

Jadi, kapan Kawan berencana menelusuri linimasa sejarah Bumi Sriwijaya di Museum Balaputra Dewa ini?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.