7 maret memperingati hari apa saja - News | Good News From Indonesia 2026

7 Maret Memperingati Hari Apa Saja? Ini 3 Peristiwa Bersejarah Penting

7 Maret Memperingati Hari Apa Saja? Ini 3 Peristiwa Bersejarah Penting
images info

7 Maret Memperingati Hari Apa Saja? Ini 3 Peristiwa Bersejarah Penting


Tahukah Kawan GNFI bahwa tanggal 7 Maret menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah? Pada 2026, tanggal ini jatuh pada hari Senin dalam kalender Masehi.

Lantas, apa saja yang terjadi pada 7 Maret? Yuk, simak sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada tanggal tersebut.

1. Insiden Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA-200

Tepat 19 tahun lalu, pada 7 Maret 2007, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-200 mengalami kecelakaan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

Pesawat tersebut tergelincir saat proses pendaratan dan kemudian terbakar. Dalam peristiwa itu, 21 orang meninggal dunia dari total 133 penumpang dan 7 awak kabin.

Berdasarkan final report Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-497 yang diproduksi pada 1992. Pesawat itu dipiloti oleh Kapten Marwoto Komar dengan kopilot Gagam Saman Rohmana.

Pesawat yang terbang dari Jakarta tersebut mengalami kegagalan saat melakukan pendaratan. Ketika mendekati landasan, pesawat turun dengan sudut yang terlalu curam dan dalam kondisi tidak stabil. Kecepatannya juga tercatat melebihi batas operasi saat wing flaps digunakan.

Pada saat yang sama, sistem peringatan bahaya Ground Proximity Warning System (GPWS) berbunyi hingga 15 kali. Pesawat kemudian menyentuh landasan di area touchdown zone, sekitar 650 meter dari ujung landasan pacu.

Setelah mendarat, pesawat mengalami beberapa kali benturan keras. Roda pendarat depan patah sehingga menyisakan batang logam yang bergesekan dengan landasan dan memicu percikan api. Pesawat tidak mampu berhenti di titik yang ditentukan hingga menabrak pagar bandara dan tergelincir ke area persawahan.

Benturan tersebut menyebabkan sayap pesawat rusak dan bahan bakar tumpah ke sekitar lokasi. Pesawat GA-200 akhirnya berhenti di area persawahan dalam kondisi terbakar, disertai kepulan asap hitam dan suara ledakan.

Hasil investigasi KNKT menyimpulkan bahwa pesawat melakukan pendekatan pendaratan (approach) yang terlalu curam. Posisi pesawat berada di atas jalur glideslope dengan kecepatan yang masih terlalu tinggi, yakni di atas 130 knot dengan flap hanya 5 derajat.

Upaya pilot untuk menyesuaikan jalur luncur membuat pesawat sulit dikendalikan karena vertical speed yang terlalu tinggi, sehingga pesawat mengalami benturan keras dan akhirnya tergelincir keluar landasan.

Informasi mengenai kronologi dan hasil investigasi kecelakaan ini dihimpun dan dirangkum dikutip dari berbagai sumber.

baca juga

2. Pencabutan Mandat Presiden Soekarno oleh MPRS

Pada 7 Maret 1967 terjadi peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia, yakni pencabutan mandat Presiden Soekarno oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Selain itu, MPRS juga mencabut gelar Pemimpin Besar Revolusi yang sebelumnya disematkan kepada Soekarno.

Peristiwa ini berkaitan erat dengan terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto pada 11 Maret 1966. Surat perintah tersebut bertujuan untuk memulihkan keamanan serta menstabilkan kondisi politik nasional setelah terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Seiring berjalannya waktu, MPRS menilai bahwa Presiden Soekarno tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan secara efektif. Situasi politik dan keamanan yang belum stabil, serta tekanan dari berbagai pihak, mendorong MPRS menggelar Sidang Istimewa untuk menentukan arah kepemimpinan negara.

Keputusan MPRS

Dalam Sidang Istimewa MPRS pada 7 Maret 1967, lembaga tertinggi negara ini mengeluarkan TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 yang berisi tiga poin utama:

  1. Mencabut kekuasaan pemerintahan dari tangan Presiden Soekarno.
  2. Menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Soekarno beserta segala kewenangannya sesuai UUD 1945.
  3. Mengangkat pengemban Tap Nomor IX/MPRS/1966 tentang supersemar sebagai pejabat Presiden hingga terpilihnya Presiden menurut hasil pemilihan umum.

Melalui keputusan tersebut, Soekarno secara resmi kehilangan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Setelah itu, proses transisi kekuasaan berlangsung dengan Jenderal Soeharto menjabat sebagai Pejabat Presiden hingga akhirnya dilantik secara resmi pada 26 Maret 1968 oleh Ketua MPRS, Jenderal TNI Abdul Haris Nasution.

Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah politik Indonesia karena menandai berakhirnya masa pemerintahan Orde Lama serta menjadi awal lahirnya Orde Baru.

3. Hari Alexander Graham Bell

Tanggal 7 Maret diperingati sebagai Hari Alexander Graham Bell, karena pada hari tersebut ia memperoleh hak paten atas teknologi yang memungkinkan transmisi suara vokal melalui sistem telegrafis.

Paten tersebut menjadi landasan bagi perkembangan teknologi telepon modern yang saat ini digunakan sebagai sarana komunikasi utama di berbagai belahan dunia. Peringatan ini juga diakui secara resmi melalui undang-undang legislatif di Nova Scotia, Kanada.

baca juga

Itulah tiga peristiwa bersejarah yang terjadi pada 7 Maret, mulai dari tragedi penerbangan, perubahan besar dalam politik Indonesia, hingga tonggak penting dalam perkembangan teknologi komunikasi dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.