Dari sekian banyak pemain di Proliga 2026, Rita Kurniati bisa dibilang adalah yang paling berpengalaman. Bagaimana tidak, ia adalah pemain tertua di kompetisi voli paling bergengsi di Indonesia tersebut.
Rita Kurniati adalah atlet voli yang kini berusia 47 tahun. Ia bermain di Proliga 2026 dengan memperkuat tim Jakarta Popsivo Polwan.
Ya, Kawan tak salah baca. Di usia 47 tahun, atlet biasanya sudah pensiun bermain. Kalaupun masih aktif di lapangan, perannya adalah sebagai pelatih. Namun Rita jelas beda karena di usianya yang tak lagi muda, ia masih berjibaku di lapangan sebagai pemain.
Meski tak muda lagi, Rita masih bersemangat menghadapi lawan-lawan yang jelas jauh lebih muda darinya. Bersama Jakarta Popsivo Polwan, ia melakoni laga demi laga demi meraih gelar juara musim ini.
Rekam Jejak Rita Kurniati, Bukan Orang Baru di Jakarta Popsivo Polwan
Jelas bahwa Rita adalah dedengkotnya Proliga. Perempuan kelahiran 27 September 1978 dan berusia 47 tahun itu sudah bermain di sana sejak lama.
Menariknya, ia dulu juga memperkuat Jakarta Popsivo Polwan. Bahkan di klub tersebut pula ia menorehkan prestasi ciamik.
Dulu, Jakarta Popsivo Polwan pernah menjadi juara Proliga selama dua musim berturut-turut pada 2012 dan 2013. Saat itu ia adalah bagian dari skuad juara tersebut.
Jauh sebelum meraih juara back-to-back bersama Jakarta Popsivo Polwan, Rita merasakan namanya mulai melejit saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2001. Kala itu ia membawa tim DKI Jakarta meraih medali emas.
Dari sana, Rita mendapat kesempatan berkiprah di Proliga. Perlu diketahui, Jakarta Popsivo Polwan bukanlah klub pertamanya, bukan pula satu-satunya klub yang pernah dibelanya.
Pada awal kiprahnya di Proliga, tepatnya pada 2004, Rita bergabung dengan Bank DKI Jakarta. Kemudian pada 2006, ia hijrah ke Jakarta Electric PLN. Pada 2008, barulah ia menjadi bagian dari Jakarta Popsivo Polwan dan terus bermain di sana hingga 2017.
Saat bermain di Jakarta Popsivo Polwan, Rita pernah mendapat gelar individu bergengsi, yakni setter terbaik. Ia meraih predikat tersebut di Proliga edisi 2012 dan 2014.
Setelah pensiun menjadi pemain pada 2017, Rita sebetulnya tidak pergi dari Jakarta Popsivo Polwan. Ia masih berada di sana namun dengan jabatan yang berbeda di mana Rita menjadi pemandu bakat sekaligus penasihat. Tugasnya adalah mencari bibit-bibit pemain muda berbakat untuk dibina.
Menariknya lagi, kembalinya Rita ke Proliga membuatnya bermain satu kompetisi dengan anak-anaknya yang juga merupakan atlet voli, yakni Alfin Daniel Pratama dan Setya Bima Putra. Hanya saja, mereka tidak bakal saling berhadapan karena anak-anak Rita adalah laki-laki.
Alfin sendiri saat ini membela klub Jakarta Bhayangkara Presisi. Sementara itu, Setya berseragam Jakarta Garuda Jaya. Keduanya memang berbeda klub, namun mereka bermain di posisi yang sama seperti ibunya yaitu setter.
Kini di Proliga 2026, Rita memang boleh kalah beken dari talenta-talenta penerusnya yang sedang booming seperti Megawati Hangestri, Arnetta Putri, atau Salsabila Dara Putri. Meski demikian, keberadaannya sebagai pemain kawakan yang kaya pengalaman menjadi warna baru tersendiri.
Dari Rita pula, publik voli Indonesia tahu bahwa usia bukan halangan untuk tampil di kompetisi paling top di negeri ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


