jembatan ekonomi ke asia tengah indonesia bidik uzbekistan sebagai mitra strategis - News | Good News From Indonesia 2026

Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis

Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis
images info

Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis


Pemerintah Indonesia secara resmi memulai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar ke kawasan Asia Tengah melalui peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (FTA).

Peluncuran ini dilakukan secara daring oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov pada Senin, 2 Maret 2026. Penandatanganan pernyataan bersama (joint statement) ini menjadi fase baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Mendag Budi Santoso menyatakan optimisme bahwa perjanjian ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus utama dari perundingan ini adalah memberikan manfaat nyata, mulai dari perluasan akses pasar bagi produk unggulan sehingga penguatan rantai nilai bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM.

“Peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Kami optimistis persetujuan ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mendag Budi Santoso.

 

Uzbekistan sebagai Pintu Masuk Strategis Regional

Pemilihan Uzbekistan sebagai mitra FTA didasari oleh posisi geografisnya yang strategis di jantung Asia Tengah.

Uzbekistan dipandang sebagai pintu masuk potensial bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan tersebut. Tren perdagangan kedua negara juga menunjukkan grafik positif, di mana pada tahun 2025 total perdagangan tercatat mencapai USD 181,4 juta, atau tumbuh 48,9 persen dalam periode lima tahun terakhir (2021–2025).

Pertumbuhan nilai perdagangan yang konsisten mencerminkan peningkatan kepercayaan antara pelaku usaha kedua negara. Dengan adanya kerangka kerja yang lebih terstruktur melalui FTA, potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap maksimal diharapkan dapat segera terealisasi.

“Kemitraan bilateral menunjukkan perkembangan yang stabil dan positif. Nilai perdagangan dan investasi kita masih memiliki ruang yang sangat besar untuk ditingkatkan,” ungkap Menteri Kudratov.

 

Pembentukan Kelompok Kerja Bersama

Selain meluncurkan perundingan FTA, kedua menteri juga menandatangani Persetujuan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi yang melahirkan Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group).

Tim ini bertugas mengintensifkan pertukaran informasi teknis, mengidentifikasi proyek kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga menyelenggarakan program pelatihan dan seminar bagi para pelaku industri.

Mekanisme ini dirancang agar implementasi kerja sama di lapangan berjalan lebih terarah dan sistematis. Pertemuan rutin Kelompok Kerja Bersama akan memantau setiap progres yang dicapai, memastikan bahwa setiap poin kesepakatan memberikan dampak konkret bagi dunia usaha.

“Dengan Kelompok Kerja Bersama, Indonesia dan Uzbekistan memiliki mekanisme yang lebih terarah untuk mendorong realisasi kerja sama konkret, termasuk membuka peluang investasi dan memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha,” jelas Mendag Budi Santoso.

 

Target Penyelesaian dan Proyeksi Masa Depan

Tim Perunding Indonesia berkomitmen untuk bekerja secara konstruktif guna menyelesaikan perundingan tepat waktu dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasional.

Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, Mendag Budi Santoso juga dijadwalkan mengunjungi Uzbekistan pada Juni 2026 mendatang untuk menghadiri Pertemuan Intergovernmental Commission (IGC) di Tashkent.

Melalui Indonesia-Uzbekistan FTA, struktur manufaktur dan perdagangan nasional diharapkan semakin kokoh dengan akses pasar internasional yang lebih terdiversifikasi di wilayah Asia Tengah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.