Di kawasan Jakarta yang padat, Jagat Satwa Nusantara (JSN) hadir sebagai ruang edukasi dan konservasi satwa dalam satu area terpadu. Berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, destinasi ini menghadirkan representasi ekosistem hutan, sungai, burung, reptil, hingga satwa air tawar tanpa harus meninggalkan kota. JSN dirancang bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi sebagai lembaga konservasi ex-situ yang mengedepankan pembelajaran, penelitian, dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.
Mengusung semangat pelestarian biodiversitas Nusantara, JSN menawarkan pengalaman yang memungkinkan pengunjung memahami peran satwa dalam ekosistemnya. Lingkungan yang dibangun menyerupai habitat asli menjadi bagian dari pendekatan edukatif, sehingga interaksi yang terjadi tidak terlepas dari pesan konservasi.
Lima Zona Edukasi Terpadu

Dunia Serangga Jagat Satwa Nusantara TMII
Jagat Satwa Nusantara terdiri dari lima zona utama. Taman Burung menjadi salah satu yang paling dikenal, dengan dua kubah besar: Kubah Wallacea Sahul yang merepresentasikan satwa timur Indonesia dan Kubah Greater Sunda yang menampilkan satwa barat Indonesia. Beragam spesies burung dari dalam dan luar negeri dipelihara dalam ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan biologisnya. Program presentasi burung dan sesi interaksi terjadwal membantu pengunjung memahami perilaku, pola makan, serta pentingnya perlindungan habitat.
Museum Komodo menghadirkan pendekatan edukatif tentang komodo dan kelompok reptil lainnya. Zona ini terbagi ke dalam area Sauria, Crocodilia, Testudinata, Komodo, serta Herpetofauna yang mencakup ular dan amfibi. Narasi evolusi dan peran reptil dalam rantai makanan dijelaskan secara sistematis agar mudah dipahami lintas usia.
Di Dunia Air Tawar, pengunjung diperkenalkan pada kekayaan ikan air tawar Nusantara. Indonesia dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati perairan tawar yang tinggi, sehingga edukasi tentang konservasi sungai dan rawa menjadi bagian penting dari zona ini. Sementara itu, Dunia Serangga menampilkan berbagai spesies serangga melalui display informatif dan instalasi visual yang dirancang menarik tanpa mengurangi substansi edukasi. Zona Farmhouse melengkapi pengalaman dengan menghadirkan satwa seperti rusa, kijang, dan prairie dog, serta aktivitas menunggang kuda yang terpantau petugas.
Pendekatan Interaktif dengan Program Edukasi
JSN menekankan bahwa pembelajaran terbaik terjadi melalui pengalaman langsung. Karena itu, tersedia program animal feeding session, animal interaction, tur edukasi berpemandu, cerdas cermat, hingga program Junior Zookeeper yang memungkinkan anak-anak mengenal tanggung jawab perawatan satwa. Melalui kegiatan ini, pengunjung diperkenalkan pada prinsip kesejahteraan satwa dan etika interaksi.
Sebagai lembaga konservasi ex-situ, JSN juga menjalankan fungsi riset dan pengembangbiakan terkontrol untuk mendukung pelestarian spesies. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Lima Domain Kesejahteraan Satwa yang menjadi dasar visi institusi.
Dikelola secara Modern

Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara TMII
Jagat Satwa Nusantara merupakan hasil rebranding lembaga konservasi yang telah berdiri di kawasan TMII sejak 1976. Pada Juli 2023, PT Dyandra Media Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Dyandra Mitra Indah memperluas operasional sebagai pengelola kawasan dan operator pariwisata. Kerja sama dilakukan dengan PT Bhumi Visatanda Indonesia sebagai pengelola resmi TMII. Setelah revitalisasi menyeluruh, taman satwa ini diperkenalkan kembali dengan identitas baru yang mengacu pada standar internasional lembaga konservasi modern.
Saat ini, JSN memiliki koleksi yang lengkap untuk kategori burung, reptil, amfibi, serangga, dan ikan air tawar endemik Indonesia. Fungsinya mencakup pelestarian spesies, pusat riset multidisiplin, sarana edukasi publik, serta promosi pariwisata satwa liar yang beretika.
Peran dalam Pendidikan dan Konservasi
Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, peran lembaga edukasi konservasi menjadi semakin penting. Jagat Satwa Nusantara memposisikan diri sebagai jembatan antara masyarakat perkotaan dan isu pelestarian satwa liar. Melalui pendekatan ramah keluarga dan kolaborasi dengan sekolah serta institusi riset, JSN berupaya membangun kesadaran jangka panjang.
Bagi keluarga, komunitas pendidikan, dan pemerhati satwa, Jagat Satwa Nusantara menawarkan ruang belajar yang terstruktur sekaligus rekreatif. Konservasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga pada pembentukan generasi yang memahami tanggung jawab menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


