korea selatan akan perbolehkan turis indonesia masuk tanpa visa - News | Good News From Indonesia 2026

Korea Selatan Akan Perbolehkan Turis Indonesia Masuk Tanpa Visa

Korea Selatan Akan Perbolehkan Turis Indonesia Masuk Tanpa Visa
images info

Korea Selatan Akan Perbolehkan Turis Indonesia Masuk Tanpa Visa


Hubungan Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru yang semakin erat. Kabar mengenai rencana kebijakan bebas visa bagi turis Indonesia menjadi sorotan karena dinilai akan membuka peluang besar di sektor pariwisata, bisnis, dan pertukaran budaya.

Kebijakan ini disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini menjadikan Korea sebagai salah satu destinasi favorit.

Latar Belakang Rencana Kebijakan Bebas Visa

Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

Selama ini, warga Indonesia yang ingin berlibur ke Korea Selatan diwajibkan mengajukan visa kunjungan, kecuali untuk beberapa kondisi tertentu seperti pemegang visa negara maju atau kunjungan ke Pulau Jeju dengan syarat khusus.

Proses pengajuan visa kerap memerlukan waktu, biaya, serta dokumen pendukung yang cukup banyak. Dengan adanya kebijakan bebas visa, hambatan administratif tersebut dapat dikurangi secara signifikan.

Korea Selatan sendiri telah lebih dahulu memberikan kemudahan akses bagi wisatawan dari sejumlah negara lain sebagai upaya mendorong sektor pariwisata.

Indonesia, dengan populasi besar dan kelas menengah yang terus tumbuh, dipandang sebagai pasar potensial yang menjanjikan.

Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi

Jika kebijakan bebas visa benar-benar diterapkan, dampaknya terhadap arus wisatawan diperkirakan akan sangat signifikan. Korea Selatan telah lama menjadi destinasi impian bagi banyak warga Indonesia, terutama sejak gelombang budaya populer Korea atau Hallyu mendunia.

Popularitas berbagai grup K-Pop serta siaran drama dan film dari Negeri Ginseng turut mendorong minat masyarakat Indonesia untuk mengunjungi lokasi syuting maupun pusat hiburan di Seoul.

Peningkatan jumlah turis tentu akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, transportasi, ritel, hingga industri makanan dan minuman di Korea Selatan. Kota-kota seperti Seoul dan Busan diperkirakan akan menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia.

Selain berbelanja produk kecantikan dan fesyen, wisatawan juga tertarik menikmati wisata kuliner, taman hiburan, serta situs sejarah.

Bagi Indonesia, kebijakan ini juga berpotensi membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Meningkatnya mobilitas warga dapat mendorong pertumbuhan bisnis perjalanan, maskapai penerbangan, serta penyedia layanan tur.

Hubungan ekonomi kedua negara pun bisa semakin solid, terutama di bidang perdagangan dan investasi.

Syarat dan Ketentuan yang Mungkin Berlaku

Meskipun disebut sebagai bebas visa, biasanya kebijakan semacam ini tetap disertai sejumlah persyaratan.

Turis kemungkinan hanya diperbolehkan tinggal dalam jangka waktu tertentu, misalnya 15 hingga 30 hari, dan tidak diizinkan untuk bekerja. Selain itu, wisatawan tetap harus memenuhi ketentuan imigrasi seperti memiliki paspor yang masih berlaku, tiket pulang-pergi, serta bukti akomodasi.

Pemerintah Korea Selatan juga dikenal memiliki sistem pengawasan imigrasi yang ketat. Oleh karena itu, pelancong Indonesia tetap diharapkan mematuhi aturan yang berlaku agar kebijakan ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Jika tingkat pelanggaran rendah dan kunjungan wisata meningkat secara positif, bukan tidak mungkin masa tinggal bebas visa dapat diperpanjang di masa depan.

Selain itu, faktor keamanan dan hubungan diplomatik juga akan memengaruhi implementasi kebijakan ini. Evaluasi berkala biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas bebas visa tidak disalahgunakan.

Penguatan Hubungan Bilateral

Rencana bebas visa ini tidak bisa dilepaskan dari hubungan diplomatik yang semakin erat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kedua negara telah menjalin kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pertahanan. Investasi perusahaan-perusahaan besar Korea di Indonesia menunjukkan adanya kepercayaan dan komitmen jangka panjang.

Hal ini terbukti dari terjadinya kesepakatan ekspor obat pereda nyeri Tylenol sebanyak 250.000 unit dari Indonesia ke Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 13 Februari lalu.

Di bidang pendidikan dan budaya, pertukaran pelajar serta program beasiswa juga semakin meningkat. Banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di universitas-universitas ternama Korea Selatan, sementara budaya Indonesia pun semakin dikenal di kalangan masyarakat Korea.

Dengan adanya kemudahan perjalanan, interaksi antarwarga diharapkan akan semakin intens dan saling menguntungkan.

Kemudahan akses perjalanan juga mencerminkan kepercayaan antarnegara. Kebijakan bebas visa sering kali menjadi simbol kedekatan hubungan diplomatik dan stabilitas kerja sama bilateral.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Meski disambut positif, kebijakan bebas visa tentu tidak lepas dari tantangan. Pemerintah kedua negara perlu memastikan kesiapan infrastruktur, sistem imigrasi, serta sosialisasi aturan kepada masyarakat.

Edukasi kepada calon wisatawan mengenai hak dan kewajiban selama berada di negara tujuan menjadi hal penting agar tidak terjadi pelanggaran.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini secara bijak. Kesadaran untuk menjaga nama baik bangsa ketika berada di luar negeri menjadi kunci agar kebijakan tersebut dapat terus berlanjut.

Jika rencana pembebasan visa berjalan sukses, langkah ini bisa menjadi model kerja sama serupa dengan negara lain yang masih mewajibkan visa bagi turis dari Indonesia.

Pada akhirnya, rencana Korea Selatan untuk memperbolehkan turis Indonesia masuk tanpa visa bukan sekadar kebijakan administratif.

Ini adalah langkah strategis yang berpotensi mempererat hubungan kedua negara, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka lebih banyak peluang pertukaran budaya di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

DS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.