mengenal kemegahan arsitektur masjid islamic center samarinda di tepian mahakam - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Kemegahan Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda di Tepian Mahakam

Mengenal Kemegahan Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda di Tepian Mahakam
images info

Mengenal Kemegahan Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda di Tepian Mahakam


Masjid Islamic Center Samarinda (MICS) merupakan salah satu rumah ibadah terbesar di Indonesia. Berdiri dengan gagah di tepian Sungai Mahakam, bangunan ini telah menjadi ikon wisata religi yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Samarinda.

Secara administratif, masjid ini berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No. 1, Teluk Lerong Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Masjid yang memiliki nama resmi Masjid Baitul Muttaqien ini tidak hanya menawarkan kemegahan arsitektur, tetapi juga menyuguhkan pemandangan indah dengan latar belakang aliran Sungai Mahakam yang mempercantik tampilannya.

Pembangunan masjid ini berawal dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadirkan pusat kegiatan Islam yang terpadu, mulai dari sarana ibadah, pendidikan, hingga aktivitas sosial lainnya. Kehadiran masjid ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat setempat sekaligus menjadi simbol peradaban Muslim di Samarinda.

Perpaduan Arsitektur Timur Tengah dan Turki

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2000 dengan gaya arsitektur yang mengadopsi langgam Timur Tengah dan Turki. Pencanangan pembangunannya dilakukan di Bontang oleh Presiden RI saat itu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Proses konstruksi kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada 5 Juli 2001 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Juni 2008.

Setiap detail arsitektur MICS mencerminkan nilai-nilai Islami, mulai dari jumlah menara hingga proporsi bangunannya. Berdiri di atas lahan seluas 120.000 meter persegi, masjid ini memiliki luas bangunan utama sekitar 43.500 meter persegi yang mampu menampung antara 40.000 hingga 45.000 jemaah. Selain itu, terdapat bangunan penunjang seluas 7.115 meter persegi.

Struktur bangunan ini terdiri dari beberapa lantai, yaitu lantai basemen seluas 10.235 meter persegi, lantai dasar seluas 10.270 meter persegi, serta lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Terdapat pula area balkon dengan luas sekitar 5.290 meter persegi.

Keindahan arsitekturnya sudah terasa sejak jemaah pertama kali tiba. MICS memadukan unsur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia secara harmonis. Hal ini terlihat dari bentuk kubah yang mengadopsi model Masjid Hagia Sophia di Turki, penggunaan gerbang tinggi yang megah khas Eropa kuno, serta desain menara yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah.

Ikon Religi dan Simbol Peradaban

Meskipun sering disebut-sebut sebagai masjid termegah di Asia Tenggara, fokus utamanya tetap pada peran masjid ini sebagai pusat peradaban dan kebanggaan warga setempat. Jika dilihat dari atas, kemegahan masjid ini semakin menonjol berkat kehadiran tujuh buah menara.

Menara utama masjid memiliki ketinggian 99 meter, yang melambangkan 99 nama Allah atau Asmaulhusna. Menara ini terdiri dari 15 lantai dengan rata-rata ketinggian 6 meter per lantai. Menariknya, jumlah anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama berjumlah 33 buah, yang disamakan dengan sepertiga jumlah hitungan tasbih.

Selain menara utama, terdapat enam menara lainnya: empat menara di setiap sudut setinggi 70 meter dan dua menara di pintu gerbang setinggi 57 meter. Jumlah enam menara ini melambangkan enam Rukun Iman dalam Islam.

Saat memasuki bagian dalam, pengunjung akan disambut oleh serambi yang mewah dengan pusat perhatian pada sebuah beduk raksasa di tengah ruangan. Interior serambi dihiasi lampu gantung kristal dan lampu dinding unik dengan kaligrafi Arab. Untuk kenyamanan pengunjung, masjid ini juga dilengkapi dengan lift, elevator, serta jalur khusus bagi penyandang disabilitas.

Ruang utama salat memberikan kesan megah namun menyejukkan. Penggunaan material granit berwarna krem muda dengan aksen garis vertikal hitam pada lantai terlihat sangat serasi dengan dinding mihrab yang berwarna gelap. Di bagian atas, plafon mengikuti bentuk kubah dengan hiasan geometris motif bintang, ditambah lampu gantung kuningan yang mengelilingi kubah, semakin mempertegas kemegahan Masjid Islamic Center Samarinda ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.