Persatuan Insinyur Indonesia (PII) resmi ditunjuk sebagai penyelenggara World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 3–5 Maret 2026.
Penunjukan ini diputuskan oleh World Federation of Engineering Organizations (WFEO) setelah PII mengajukan proposal resmi dalam General Assembly WFEO 2025 yang digelar di Shanghai, China.
Keputusan tersebut menandai kepercayaan komunitas keinsinyuran global terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan agenda internasional strategis di bidang rekayasa dan pembangunan berkelanjutan.
WFEO merupakan organisasi global profesi insinyur yang berdiri sejak 1968 di bawah naungan UNESCO. Organisasi ini menaungi asosiasi keinsinyuran nasional dari sekitar 100 negara dan mewakili lebih dari 30 juta insinyur di seluruh dunia.
Penunjukan PII sebagai host WED 2026 sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pusat perayaan World Engineering Day tingkat global pada tahun tersebut.
Bukti Kepercayaan Internasional
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menjelaskan bahwa sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah, PII telah mempresentasikan proposal secara resmi kepada WFEO.
Proposal tersebut disampaikan langsung dalam forum General Assembly WFEO 2025 dan mendapat persetujuan dari organisasi tersebut.
“Kepercayaan UNESCO dan Organisasi Insinyur Dunia WFEO ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia,” ujar Ilham Habibie.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan di bidang keinsinyuran, industri, dan pemerintahan untuk menyukseskan penyelenggaraan WED 2026.
Peluncuran WED 2026
Peluncuran resmi World Engineering Day for Sustainable Development 2026 dirangkaikan dengan acara Stakeholders Networking yang digelar di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/2).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, industri, pemerintahan, akademisi, serta para insinyur Indonesia dari berbagai bidang keahlian.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham Habibie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak tahap awal persiapan.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para insinyur anggota PII, sponsor, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan terhadap penyelenggaraan World Engineering Day di Jakarta pada 3–5 Maret 2026,” katanya.
Relevan dengan Pembangunan Berkelanjutan
WED 2026 mengusung tema Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization. Menurut Ilham Habibie, tema ini mencerminkan pentingnya peran insinyur dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Ia menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan di bidang perencanaan kota, transportasi, infrastruktur, dan teknologi.
“Sebagai insinyur, adalah tugas kita untuk secara bertanggung jawab memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia guna membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ruang untuk Kolaborasi
Selama tiga hari penyelenggaraan, WED 2026 akan menghadirkan pidato para tokoh dunia di bidang keinsinyuran, dialog tingkat tinggi, serta sesi pleno dan teknis.
Agenda ini dirancang untuk memberikan ruang berbagi praktik terbaik dan solusi berbasis bukti, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam pembangunan berkelanjutan.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah kehadiran Prof. Geoffrey Hinton, penerima Nobel Prize 2024 bidang Fisika, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan kecerdasan buatan, meskipun hingga kini masih dalam tahap konfirmasi.
Ketua Steering Committee WED 2026, Dandung Sri Harninto menilai penunjukan PII sebagai host WED 2026 merupakan bukti keberhasilan diplomasi keinsinyuran Indonesia.
“Kepercayaan UNESCO dan WFEO ini menunjukkan bahwa PII dan insinyur Indonesia semakin dikenal dan diakui kontribusi serta kepemimpinannya di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee WED 2026 Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan bahwa Indonesia dipilih karena keselarasan agenda keinsinyuran nasional dengan prioritas global, termasuk perubahan iklim, transisi energi, ketahanan pangan, dan pembangunan inklusif.
World Engineering Day ditetapkan oleh UNESCO pada 25 November 2019 dan diperingati setiap 4 Maret. Sejak pertama kali dirayakan pada 2020, WED dilaksanakan dengan format global, baik secara virtual maupun luring di berbagai negara.
Setelah perayaan WED 2025 digelar di markas UNESCO di Paris, Jakarta akan menjadi tuan rumah perayaan WED 2026. Informasi terkait penyelenggaraan dapat diakses melalui situs resmi wed2026.id.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


