penutupan pengajian rutin bulanan madrasah murotilil quran padakaton - News | Good News From Indonesia 2026

Penutupan Pengajian Rutin Bulanan Madrasah Murotilil Qur’an Padakaton

Penutupan Pengajian Rutin Bulanan Madrasah Murotilil Qur’an Padakaton
images info

Penutupan Pengajian Rutin Bulanan Madrasah Murotilil Qur’an Padakaton


Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Majelis Madrasah Murotilil Qur’an (MMQ) Padakaton pada Sabtu malam Ahad, 31 Januari 2026 / 12 Sya’ban 1447 H.

Pengajian rutin bulanan yang digelar di majelis yang terletak di sebelah timur Masjid Jami’ Al Mimbary Padakaton ini menjadi penutupan kegiatan pengajian bulan ini dengan nuansa yang istimewa dan berbeda dari biasanya.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Shohibul Fadhilah Al Habib Muhammad bin Rukni Al Athas, S.H., M.Pd, pengasuh Majelis Darussholihin Al Busyro sekaligus penasihat di MMQ Padakaton. Turut hadir pula keluarga besar Bani Sa’ad, para tamu undangan, wali santri, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Pengajian kali ini terasa semakin spesial karena kedatangan ulama dari Jakarta, yaitu K.H. Abdul Muiz, S.Pd.I, yang menjadi tamu kehormatan dan memberikan sambutan penuh hikmah.

Diawali Shalat Berjamaah dan Dzikir Bersama

Penutupan pengajian rutin ini dimulai dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan Ratibul Athas yang dipimpin oleh Ustadz M. Maknun.

Setelah itu, jamaah melaksanakan shalat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simthuddurar dan shalawat Nabi ﷺ yang dipimpin oleh Al Ustadz Ahmad Sibawaih. Rangkaian kegiatan semakin meriah ketika acara resmi dibuka oleh MC Zulfa Mustofa, dengan susunan acara:

  1. Pembukaan
  2. Sambutan-sambutan
  3. Mau’idhoh Hasanah
  4. Penutupan doa

Sambutan Pengasuh Madrasah Murotilil Qur'an Padakaton: Amalan Penyelamat dari Siksa Kubur

Sambutan pertama disampaikan oleh Pengasuh Madrasah Murotilil Qur’an Padakaton, Al Ustadz Ahmad Sibawaih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya dua amalan utama agar seorang muslim terhindar dari siksa kubur.

Pertama, beliau menganjurkan untuk membaca Surat Al-Mulk setiap malam. Beliau menyampaikan bahwa surat ini akan menjadi pelindung ketika seseorang berada di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa membaca Surat Al-Mulk setiap malam, maka ia akan terhindar dari siksa kubur." (HR. Tirmidzi)

Kedua, beliau menekankan pentingnya membaca Ayat Kursi setelah shalat fardhu. Menurut beliau, Al-Qur’an kelak akan datang sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ "Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya." Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah syafi’ musyaffa’, penolong yang paling utama di sisi Allah SWT.

Sambutan K.H. Abdul Muiz: Sya’ban Bulan Menyiram Amal

Sambutan kedua disampaikan oleh K.H. Abdul Muiz, S.Pd.I dari Jakarta yang mewakili keluarga besar Bani Sa’ad. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari santri Madrasah Murotilil Qur'an Padakaton.

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengingatkan bahwa bulan ini adalah bulan Sya’ban, bulan persiapan menuju Ramadhan. Beliau mengutip perkataan ulama: رَجَبُ شَهْرُ الزَّرْعِ وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ "Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen." Beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat dan menjaga amalan yang telah ditanam sejak bulan Rajab, agar dapat dipanen di bulan suci Ramadhan.

Mau’idhoh Hasanah: Menyambut Malam Nisfu Sya’ban

Acara inti berupa mau’idhoh hasanah sekaligus penutupan pengajian disampaikan langsung oleh Al Habib Muhammad Rukni Bin Abdullah Al Athas. Beliau membuka ceramah dengan pantun yang mengundang senyum jamaah:

Pergi ke taman memetik delima, Delima manis penyejuk rasa, Ceramah sebelum sudah cukup memberi makna, Ceramah saya sekadar penguat dan penutup acara.

Habib Rukni kemudian mengingatkan bahwa umat Islam akan segera memasuki malam Nisfu Sya’ban, malam penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Beliau mengutip hadis: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ نَادَى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ؟ أَلَا مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ سُؤْلَهُ؟ Artinya: “Apabila tiba malam pertengahan bulan Sya’ban, maka ada penyeru dari langit yang berseru: ‘Adakah orang yang memohon ampun maka Aku ampuni? Adakah orang yang meminta maka Aku kabulkan permintaannya?’”

Namun beliau juga mengingatkan bahwa ampunan tersebut tidak diberikan kepada beberapa golongan sebagai mana hadis nabi :عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلِلَّهِ فِيهَا عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ بِعَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ، لَا يَنْظُرُ اللهُ فِيهَا إِلَى مُشْرِكٍ، وَلَا إِلَى مُشَاحِنٍ، وَلَا إِلَى قَاطِعِ رَحِمٍ، وَلَا إِلَى مُسْبِلٍ، وَلَا إِلَى عَاقٍّ لِوَالِدَيْهِ، وَلَا إِلَى مُدْمِنِ خَمْرٍ.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Jibril datang kepadaku lalu berkata: ‘Ini adalah malam pertengahan bulan Sya’ban. Pada malam ini Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka sebanyak jumlah bulu kambing Bani Kalb. Namun Allah tidak melihat (tidak memberikan ampunan) pada malam itu kepada: Orang musyrik, Orang yang bermusuhan dan saling membenci, Orang yang memutus tali silaturahim, Orang yang menjulurkan pakaiannya sampai ke tanah (karena sombong), Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan Orang yang terus-menerus meminum khamar (minuman keras).” (HR Al Baihaqi)

Beliau menutup nasihat dengan ajakan untuk memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Ditutup Doa dan Makan Bersama ala Santri

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo Kyai Usfuri bin Sa’ad. Jamaah larut dalam suasana penuh kekhusyukan dan harapan akan keberkahan. Sebagai penutup, seluruh hadirin menikmati kebersamaan melalui makan bersama dengan satu nampan bertiga, tradisi sederhana yang mencerminkan nilai khas pesantren: kebersamaan, tawadhu’, dan ukhuwah.

Pengajian rutin bulanan Madrasah Murotilil Qur’an Padakaton bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahim, menambah ilmu, serta merawat tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah, membawa keberkahan bagi santri, wali santri, dan seluruh warga Padakaton dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.