Presiden Republik Indonesia kembali menunjukkan apresiasi negara terhadap integritas kepolisian melalui penganugerahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara.
Penganugerahan terbaru yang menarik perhatian publik terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026. Presiden Prabowo secara resmi menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Roeslani Hoegeng, atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mendiang Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Penghargaan ini diberikan atas kesetiaan dan peran besar almarhumah dalam menjaga marwah serta kejujuran di lingkungan Korps Bhayangkara selama masa hidupnya.
Apa Itu Bintang Bhayangkara?
Bagi Anda yang belum familiar, Bintang Bhayangkara adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati jasa seseorang yang telah memajukan dan mengembangkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Tanda kehormatan ini secara resmi ditetapkan pada tahun 1961 dan diatur lebih lanjut dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Kawan GNFI perlu mengetahui bahwa bintang ini berada setingkat di bawah Bintang Yudha Dharma. Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada anggota Polri yang menunjukkan keberanian melampaui panggilan tugas, tetapi juga kepada warga sipil atau pejabat negara yang dianggap berkontribusi besar terhadap kemajuan kepolisian.
Syarat utamanya adalah integritas moral, keteladanan, dan tidak pernah melakukan tindakan yang mencoreng nama baik negara.
Jenis Bintang Bhayangkara
Bintang Bhayangkara ini dibagi menjadi tiga kelas berbeda, yang masing-masing memiliki kriteria dan bentuk fisik yang unik. Berikut adalah rinciannya:
- Bintang Bhayangkara Utama
Merupakan kelas tertinggi. Tanda kehormatan ini biasanya diberikan kepada Presiden, Wakil Presiden, atau tokoh yang memiliki jasa luar biasa besar bagi Polri secara menyeluruh. Secara visual, bintang ini berwarna emas dengan lambang Polri di tengahnya. - Bintang Bhayangkara Pratama
Kelas kedua yang diberikan kepada mereka yang menunjukkan jasa besar dengan keberanian dan kebijaksanaan yang luar biasa. Penerimanya sering kali berasal dari perwira tinggi Polri atau tokoh masyarakat yang berperan signifikan dalam mendukung tugas kepolisian. - Bintang Bhayangkara Nararya
Kelas ketiga yang diberikan berdasarkan prestasi yang tidak terikat masa bakti, atau kepada anggota Polri yang telah mengabdi selama 24 tahun secara terus-menerus tanpa cacat.
Siapa Saja Tokoh yang Pernah Menerima Bintang Bhayangkara
Dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama besar seperti Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan beberapa menteri kabinet telah menerima kelas Utama.
Selain Eyang Meri, tokoh militer seperti Mayjen TNI Kosasih (Pangdam III Siliwangi) dan Mayjen TNI Ariyo Windutomo (Kasetpres) juga tercatat sebagai penerima Bintang Bhayangkara Pratama atas sinergisitas mereka dalam menjaga ketertiban nasional.
Pemberian tanda kehormatan ini merupakan pengingat bagi Kawan GNFI bahwa dedikasi terhadap bangsa, terutama dalam bidang keamanan dan ketertiban, akan selalu mendapatkan tempat terhormat di mata negara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


