kala sriwijaya fc merajai kompetisi sepak bola indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Kala Sriwijaya FC Merajai Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Kala Sriwijaya FC Merajai Kompetisi Sepak Bola Indonesia
images info

Kala Sriwijaya FC Merajai Kompetisi Sepak Bola Indonesia


Kekalahan Sriwijaya FC atas Adhyaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship beberapa waktu lalu menarik perhatian banyak pihak. Bagaimana tidak, laga yang dimainkan di Stadion Internasional Banten tersebut berakhir dengan skor mencolok, 15-0 untuk kemenangan Adhyaksa FC.

Hasil ini seakan meneruskan tren negatif yang dialami oleh Sriwijaya FC pada musim ini. Berbagai masalah lain, seperti kondisi finansial juga menjadi problem yang membayangi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut pada musim ini.

Bagi penikmat yang baru mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia beberapa tahun ke belakang, hasil ini mungkin mengejutkan dari skor akhir yang sangat mencolok. Namun bagi Kawan yang sudah menyaksikan Liga Indonesia sejak lama, khususnya di era 2000-an, mungkin tidak pernah membayangkan hasil ini akan dialami oleh Sriwijaya FC waktu itu.

Bagaimana tidak, sejak pertama kali berlaga di kasta sepak bola tertinggi pada 2004, Sriwijaya FC menjelma sebagai salah satu tim yang disegani di liga pada waktu itu. Bahkan tiga tahun setelah terbentuk, tim berjulukan Laskar Wong Kito ini berhasil meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya.

Bagaimana momen keemasan Sriwijaya FC yang menjelma sebagai salah satu tim sepak bola papan atas Indonesia pada waktu itu?

Superior di Era 2000-an Akhir

Kiprah Sriwijaya FC di liga Indonesia sebenarnya memiliki catatan ciamik sejak pertama kali keikutsertaannya pada musim 2005. Bahkan tren ini terus meningkat memasuki era 2000-an akhir.

Pada periode ini, Sriwijaya FC menjadi salah satu tim yang sulit dikalahkan waktu itu. Hasil positif bisa didapatkan oleh tim Sriwijaya FC, tidak hanya di Stadion Gelora Jakabaring yang menjadi rumahnya, tetapi juga saat bertandang ke kandang lawan.

Bahkan ada kalanya para pemain Sriwijaya FC tidak lagi berfokus pada hasil akhir yang didapatkan. Kondisi tim yang baik pada waktu itu justru membuat para pemain merasa yakin akan memenangkan pertandingan dan memikirkan selebrasi apa yang ditampilkan ketika berhasil mencetak gol nantinya.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh mantan pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi ketika dalam podcast Sportcast77 di kanal YouTube Sport77 Official. Pelatih Sriwijaya FC pada musim 2011 hingga 2013 tersebut menyebutkan bahwa dia tidak kesulitan dalam menangani tim yang berisi pemain bertabur bintang waktu itu.

Beberapa pemain dengan kualitas mumpuni memang pernah berseragam Laskar Wong Kito, seperti Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman, Muhammad Ridwan, hingga Firman Utina.

Tidak hanya itu, Sriwijaya FC juga sempat diperkuat pemain asing dengan kualitas yang mumpuni. Sebut saja ada nama Keith Kayamba Gumbs, Zah Rahan Krangar, hingga Hilton Moreira pernah memperkuat tim kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.

Dua Bintang di Dada Jadi Bukti

Dua bintang yang ada di atas logo Sriwijaya FC seakan menjadi bukti kekuatan Laskar Wong Kito dulunya. Dua bintang ini menjadi tanda bahwa tim yang bermarkas di Stadion Gelora Jakabaring tersebut pernah menjadi juara di kompetisi teratas sepak bola Indonesia.

Gelar juara ini berhasil diraih Sriwijaya FC di dua musim berbeda. Gelar pertama mereka dapatkan saat berhasil menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia pada musim 2007-2008.

Sementara itu, gelar kedua berhasil didapatkan oleh Laskar Wong Kito pada Liga Super Indonesia di musim 2011-2012. Selain dua gelar liga tersebut, masih ada sederet trofi lainnya yang berhasil didapatkan oleh Sriwijaya FC.

Laskar Wong Kito berhasil meraih juara Copa Indonesia pada era yang sama. Tidak hanya sekali, Sriwijaya FC berhasil menyabet gelar turnamen yang sudah lama tidak digelar tersebut selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada musim 2007/2008, 2008/2009/ dan 2010.

Gelar juara lainnya yang juga pernah diraih oleh Sriwijaya FC adalah Indonesian Community Shield pada musim 2010 serta dua trofi Inter Island Cup di musim 2010 dan 2012.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.