Desa Wisata Alamendah di Ciwidey sudah lama terkenal sebagai tempat liburan keluarga, air terjun, kebun stroberi, hingga lanskap hijau Kawah Putih semuanya ada dalam satu kawasan. Tetapi beberapa tahun terakhir, Alamendah mulai dikenal karena satu hal yang tidak dimiliki banyak desa wisata lain: bird watching, aktivitas mengamati burung liar langsung di habitat alaminya.
Jika biasanya orang datang untuk panen stroberi atau main ke Ranca Upas, kini banyak wisatawan yang justru datang lebih pagi untuk mengejar momen ketika burung-burung keluar dari rimbunnya hutan Patuha.
Nah! kalau kamu juga salah satu yang penasaran. Berikut detail wisata Bird Watching di Alamendah.
Apa Itu Bird Watching?
Bird watching adalah kegiatan mengamati burung liar dengan mata telanjang atau menggunakan teropong. Ini bukan sekadar “melihat burung,” tetapi aktivitas wisata minat khusus yang menekankan aspek edukasi, konservasi, dan pengalaman langsung di alam.
Alamendah menjadi lokasi yang ideal karena:
- Memiliki 124 spesies burung liar yang masih aktif di kawasan hutan dan perkebunan.
- Ekosistemnya beragam: kebun kopi, rumpun bambu, hutan basah, hingga area air terjun.
- Beberapa burung langka seperti elang Jawa tercatat pernah terlihat melintas.
Bagi pemula, ini adalah tempat terbaik untuk mulai belajar. Bagi pengamat berpengalaman, Alamendah menawarkan medan dan keragaman spesies yang cukup menantang.
Berapa Harga Paket Bird Watching di Alamendah?
Program bird watching di lokasi ini tidak sekadar “jalan-jalan lihat burung”. Paketnya memang disusun agar peserta mendapatkan pengalaman menyeluruh selama dua hari.
Harga Paket: mulai dari Rp2.500.000/pax (dengan min. 10 peserta)
Termasuk:
- Homestay 2 hari 1 malam
- Dua kali pendakian (pagi & sore—dua waktu terbaik melihat burung aktif)
- Makan selama kegiatan + snack
- Air mineral
- Pemandu lokal yang sudah dilatih mengenali spesies burung
Panduannya tidak hanya menunjukkan burung, tetapi juga menjelaskan habitat, perilaku, dan tantangan konservasinya.
Apa yang Akan Anda Lakukan Selama Program?
Kegiatan biasanya dimulai pagi-pagi sekali. Saat banyak desa masih tidur, peserta sudah bergerak ke jalur hutan bersama pemandu. Di titik-titik tertentu, pemandu akan meminta peserta berhenti dan mengamati, karena burung sering muncul tiba-tiba, perpindahannya cepat, dan membutuhkan fokus.
Lalu, pendakian berikutnya dilakukan sore hari. Ini waktunya burung-burung kembali aktif sebelum matahari turun. Di sela-sela kegiatan, peserta juga dapat berinteraksi dengan warga lokal, menikmati hasil kebun, atau sekadar duduk santai di homestay yang berada di tengah desa.
Syarat dan Ketentuan untuk Mengikuti Bird Watching
Bird watching bukan kegiatan ekstrim, tetapi tetap membutuhkan kesiapan:
- Kondisi fisik cukup fit, karena akan trekking ringan-menengah.
- Mengikuti etika hutan, termasuk tidak berisik atau membuang sampah.
- Mengenakan pakaian yang nyaman, sepatu tertutup, topi, dan jaket.
- Minimal 10 peserta, karena paket dirancang untuk rombongan.
Menariknya, tidak ada syarat teknis khusus, pemula pun sangat bisa ikut.
Apa yang Membuat Bird Watching di Alamendah Menarik?
Jawaban singkatnya: unik, edukatif, dan tidak banyak tempat menawarkannya.
Dalam satu kunjungan, Anda bisa:
- Menonton burung liar dalam jarak aman
- Belajar langsung dari pemandu lokal
- Menjelajahi hutan Patuha yang masih alami
- Menikmati suasana desa yang tenang
- Mendapat pengalaman wisata minat khusus yang jarang ada di destinasi populer
Ini membuat bird watching di Alamendah menjadi value-added experience bagi wisatawan yang ingin sesuatu lebih dari sekadar “foto-foto”.
Desa Wisata Alamendah tidak hanya menjual panorama; mereka menjaga lingkungan dengan melibatkan masyarakat, mengembangkan paket edukasi, dan memastikan wisatawan belajar sesuatu setiap kali datang.
Bird watching menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati Alamendah dengan cara yang lebih pelan, lebih sadar, dan lebih menghargai alam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


