Siapa yang ingin berlibur sembari menambah pengetahuan? Di antara beragam wisata yang dimiliki Sulawesi Selatan, sejarah menjadi salah satu yang paling primadona, mulai dari benteng peninggalan Belanda hingga tempat nenek moyang melahirkan tradisi bisa Kawan kunjungi jika berada di sini.
Daripada sibuk mencari daftarnya, berikut terangkum 8 wisata bersejarah yang ada di Sulawesi Selatan. Selamat membaca!
1. Benteng Rotterdam
Siapa yang tidak mengenal Benteng Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang? Ini adalah sebuah tempat yang pernah menjadi simbol hegemoni Belanda di Indonesia, khususnya bagian timur.
Tempat ini dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo dan menjadi salah satu benteng utama pada masa jayanya. Sayangnya, pada tahun 1667, Benteng Rotterdam harus diserahkan kepada Belanda setelah kekalahan Kerajaan Gowa-Tallo melalui Perjanjian Bongaya.
Benteng ini memiliki 16 bangunan berarsitektur Eropa, dengan bangunan tinggi dan jendelanya yang besar. Tidak hanya itu, Kawan juga akan disuguhkan dengan suasana yang sejuk dan taman hijau yang luas.
Di benteng ini, Kawan juga bisa mengunjungi Museum I La Galigo yang menyuguhkan perkembangan Sulawesi sejak zaman prasejarah hingga tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.
Jika tertarik, Kawan bisa langsung saja ke Benteng Rotterdam yang letaknya tidak begitu jauh dari Pantai Losari dan nyaris berhadapan dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta.
2. Benteng Somba Opu
Benteng Kerajaan Gowa-Tallo yang bisa dikunjungi berikutnya adalah Somba Opu. Benteng ini berbeda dari Benteng Rotterdam karena masih mempertahankan arsitektur tradisional yang mewakili peradaban Sulawesi Selatan.
Benteng dengan luas 15 ha ini tidak dibangun dalam satu malam, melainkan lewat beberapa transisi kepemimpinan hingga akhirnya menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di era Sultan Hasanuddin.
Di Benteng Somba Opu, Kawan bisa menikmati bangunan khas setiap daerah dan mengunjungi Museum Karaeng Pattingalloang yang menyajikan berbagai peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, mulai dari gerabah hingga replika senjata tradisional.
Jika ingin berkunjung, Kawan bisa menempuh jarak sekitar 9 km atau 20 menit dari Kota Makassar.
3. Monumen Mandala
Monumen Mandala adalah saksi perlawanan rakyat Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda di bawah komando Mayjen Soeharto untuk melaksanakan perintah Tri Komando Rakyat (Trikora).
Monumen ini didirikan pada tahun 1994 dengan arsitektur yang unik berupa menara setinggi 62 meter yang melambangkan tahun pembebasan Irian Barat pada 1962.
Selain itu, bentuknya segitiga sama sisi juga mewakili Trikora dengan relief lidah api yang menggambarkan semangat pantang mundur. Tidak terlupakan, patung bambu runcing yang menjadi simbol senjata tradisional rakyat Indonesia.
Namun, Monumen ini bukan hanya sekadar bangunan, di dalamnya Kawan bisa mengunjungi Museum Mandala yang menyajikan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dari era penjajahan hingga ruang kerja Panglima Mandala dalam menyusun misi pembebasan Irian Barat.
Untuk berkunjung ke sini, Kawan bisa menempuh jarak sekitar 20 km dari Bandara Sultan Hasanuddin dan terletak tepat di tengah Kota Makassar.
4. Makam Pangeran Diponegoro
Siapa yang menyangka jika legenda Perang Jawa dimakamkan di Sulawesi Selatan? Dialah Pangeran Diponegoro yang pernah diasingkan di Benteng Rotterdam selama kurang lebih 25 tahun sebelum akhirnya meninggal pada tahun 1855.
Selain makam beliau, terdapat 66 makam lain yang terdiri dari makam istri, anak-cucu, hingga para pengikutnya. Jika ingin berkunjung, Kawan bisa bertandang ke Kompleks Kampung Jawa, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.
5. Museum Kota Makassar
Jika berbicara tentang destinasi sejarah, maka tidak sah rasanya jika tidak menyebut Museum Kota Makassar yang menyuguhkan sejarah kota dengan cara yang berbeda dari tempat lainnya.
Dengan arsitekturnya yang khas Eropa, museum ini didominasi oleh dokumentasi foto, lukisan peninggalan, hingga sejarah perkembangan Kota Makassar lewat peta dan simbol wilayah, termasuk berbagai mata uang pernah digunakan.
Selain itu, Kawan juga bisa mengetahui sejarah berbagai benteng yang pernah dibangun oleh kerajaan-kerajaan yang ada di Kota Makassar.
Hal ini tentunya menarik menjadi salah satu pilihanmu jika berkunjung ke Sulawesi Selatan. Kawan bisa langsung saja ke Jalan Balaikota Makassar yang tidak jauh dari pusat kota.
6. Leang-Leang
Jika ingin mencoba sensasi berwisata dengan tema purbakala, maka Situs Prasejarah Leang-Leang dapat menjadi pilihan. Terletak tidak jauh dari Kota Maros, destinasi ini menawarkan pemandangan yang indah. Lengkap dengan harta karun pengetahuan tentang kehidupan masyarakat Toala yang diyakini pernah menghuni berbagai gua di kawasan ini.
Dengan hamparan bebatuan karst, lapangan hijau yang asri, dan gua-gua yang menyimpan kisah sejarah menjadi perpaduan yang apik untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga.
Jika berkunjung, Kawan tidak perlu khawatir tersesat. Kawan bisa mengakses peta dan petunjuk jalan yang terletak di setiap sudut Leang-Leang. Selain itu, kamu juga bisa menikmati lukisan purbakala seperti telapak tangan, gambar hewan, hingga berbagai peninggalan purbakala yang ada.
7. Kete’ Kesu
Mari menuju destinasi wisata yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Makassar. Tempat ini menyimpan ragam budaya khas yang masih dipertahankan hingga hari ini. Kete’ Kesu namanya. Terletak di Kabupaten Toraja Utara, tepatnya di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi.
Jika mengunjungi destinasi ini, Kawan akan disuguhkan pemandangan 12 tongkonan yang menjadi rumah tradisional di Toraja. Selain itu, tidak jauh dari rumah adat, Kawan juga bisa melihat kuburan batu yang menggambarkan tradisi kematian yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Destinasi ini bisa diakses melalui perjalanan darat dari Kota Makassar dengan jarak sekitar 300 km atau memilih alternatif perjalanan udara lokal selama kurang lebih 1 jam.
8. Klenteng Xian Ma
Dari wisata sejarah kota, tradisi masyarakat, kini kita beralih ke destinasi sejarah yang bersentuhan langsung dengan perkembangan budaya Tionghoa di Kota Makassar. Namanya Klenteng Xian Ma yang berdiri sejak tahun 1864. Tempat ini menjadi simbol sosial dan budaya keturunan Tionghoa di Indonesia, khususnya di Kota Makassar.
Klenteng ini menjadi pusat peribadatan sekaligus perayaan hari besar-besar Tionghoa. Terdiri dari 5 lantai dengan arsitektur dan dekorasi khas Tiongkok, tempat ini dikelola oleh Yayasan Vihara Nagasakti. Jika ingin berkunjung, Kawan bisa bertandang ke Jl. Sulawesi, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.
Dengan demikian, rekomendasi 8 destinasi wisata sejarah yang bisa dikunjungi selama di Sulawesi Selatan. Daftar di atas hanya sedikit dari banyaknya wisata yang bisa Kawan kunjungi, sehingga kamu bisa mengeksplorasi lebih jauh setiap sudut Sulawesi yang kaya akan khazanah sejarah dan tradisi yang luas. Selamat berpetualang!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


